Mengubah Sampah Jadi Energi, Pemerintah Dorong Percepatan Proyek PLTSa

Avatar photo

Rabu, 3 September 2025 - 12:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustrasi - Pemerintah percepat proyek PLTSa, libatkan BPI Danantara. Proyek strategis ini prioritaskan daerah darurat sampah, targetkan kapasitas >1.000 ton/hari. (AI Generated/Metrosiar)

Foto Ilustrasi - Pemerintah percepat proyek PLTSa, libatkan BPI Danantara. Proyek strategis ini prioritaskan daerah darurat sampah, targetkan kapasitas >1.000 ton/hari. (AI Generated/Metrosiar)

Metrosiar – Pemerintah Indonesia tengah serius menggenjot proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) untuk mengatasi dua masalah utama: penumpukan limbah dan krisis energi.

Melalui Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, pemerintah menegaskan percepatan proyek ini akan melibatkan peran sentral Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara, yang dikenal dengan nama Danantara.

Direktur Jenderal EBTKE, Eniya Listiani Dewi, menyampaikan bahwa semua proyek PLTSa akan dievaluasi oleh Danantara.

“Kita minta secepatnya, karena semua akan masuk ke Danantara dulu,” ujarnya di Jakarta.

Proyek ini akan diprioritaskan di daerah-daerah yang telah diidentifikasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memiliki kondisi darurat sampah.

“Intinya, yang darurat dan kapasitasnya di atas 1.000 ton per hari, itu yang akan digarap oleh Danantara,” tambahnya.

Danantara akan bertindak sebagai pengelola utama, baik melalui investasi langsung maupun pembentukan joint venture dengan pihak swasta.

Baca juga:  Jadwal Kapal Pelni KM Sinabung, Keberangkatan Tanggal 6 Maret hingga 11 April 2025

Namun, suksesnya proyek ini sangat bergantung pada dukungan pemerintah daerah (pemda).

Pemda memiliki tanggung jawab besar dalam menyediakan lahan dan memastikan pasokan sampah ke lokasi pembangkit.

Sebelumnya, Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, telah menekankan pentingnya peran PT PLN dalam menyerap listrik dari PLTSa.

“Produksinya rata-rata kecil, sekitar 20 MW, jadi kita harapkan PLN bisa menyerapnya,” kata Yuliot. Ia juga menyebutkan beberapa proyek, seperti di Tangerang Selatan, telah memasuki tahap lelang.

Dari segi ekonomi, PLTSa dianggap memiliki prospek yang baik. Yuliot memproyeksikan tarif listriknya bisa jauh lebih murah dibandingkan pembangkit diesel, yaitu sekitar US$13 sen per kWh dibandingkan dengan US$30 sen per kWh dari diesel.

Dengan regulasi baru, pemerintah optimis pembangunan PLTSa akan semakin cepat dan efisien, memberikan manfaat ganda bagi lingkungan dan ketahanan energi nasional.

  • Pemerintah Percepat PLTSa: Pemerintah melalui Kementerian ESDM berencana mempercepat proyek pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) untuk mengatasi masalah limbah dan energi.
  • Peran BPI Danantara: Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) akan menjadi pengelola utama proyek. Mereka akan mengidentifikasi dan menggarap proyek di lokasi yang darurat sampah dengan kapasitas lebih dari 1.000 ton per hari.
  • Investasi dan Kerjasama: Danantara dapat terlibat melalui pendanaan, investasi, atau pembentukan joint venture (JV).
  • Tanggung Jawab Pemerintah Daerah: Pemerintah daerah (pemda) memiliki peran penting dalam menyediakan lahan dan mengurus pengangkutan sampah ke lokasi pembangkit.
  • Potensi Serapan Listrik: Wakil Menteri ESDM berharap PT PLN dapat menyerap listrik dari PLTSa yang rata-rata berkapasitas 20 MW per kota.
  • Tarif Listrik Lebih Murah: Tarif listrik dari sampah diproyeksikan lebih murah, yaitu sekitar 13 sen per kWh, dibandingkan pembangkit diesel yang mencapai US30 sen per kWh.*

Editor : Nedu Wodo Mezhe

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Reshuffle Birokrasi Ngada! Ray Bena Lantik 11 Pejabat Eselon II, Sejumlah Jabatan Strategis Masih Kosong
PG-PAUD STKIP Citra Bakti Gandeng Monash University Australia, Perkuat Riset dan Kolaborasi Internasional
FPK Ngada Angkat Suara! Kecam Ujaran Kebencian di Medsos, Serukan Persatuan dan Kerukunan Antar-Suku
Puluhan Tahun Menanti, Hotmix Teni–Lopijo Hadirkan Harapan Baru bagi Warga Heawea
Dipo Nusantara Buka Sosialisasi Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 di Ngada, Tekankan Perlindungan Lingkungan dan Keselamatan Warga
Dipo Nusantara Gencarkan Gerakan Kurangi Sampah dari Rumah, Dorong Teknologi Pengolahan Jadi Energi Listrik
KMP Batumandi Terbakar di Merak, Penumpang Dievakuasi
Kajari Ngada Lantik Tiga Pejabat Baru, Ini Daftar Nama dan Jabatan yang Diemban
Berita ini 30 kali dibaca
Pemerintah Percepat PLTSa: Pemerintah melalui Kementerian ESDM berencana mempercepat proyek pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) untuk mengatasi masalah limbah dan energi. Peran BPI Danantara: Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) akan menjadi pengelola utama proyek. Mereka akan mengidentifikasi dan menggarap proyek di lokasi yang darurat sampah dengan kapasitas lebih dari 1.000 ton per hari. Investasi dan Kerjasama: Danantara dapat terlibat melalui pendanaan, investasi, atau pembentukan joint venture (JV). Tanggung Jawab Pemerintah Daerah: Pemerintah daerah (pemda) memiliki peran penting dalam menyediakan lahan dan mengurus pengangkutan sampah ke lokasi pembangkit. Potensi Serapan Listrik: Wakil Menteri ESDM berharap PT PLN dapat menyerap listrik dari PLTSa yang rata-rata berkapasitas 20 MW per kota. Tarif Listrik Lebih Murah: Tarif listrik dari sampah diproyeksikan lebih murah, yaitu sekitar 13senperkWh,dibandingkanpembangkitdieselyangmencapaiUS30 sen per kWh.

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 11:18 WIB

Reshuffle Birokrasi Ngada! Ray Bena Lantik 11 Pejabat Eselon II, Sejumlah Jabatan Strategis Masih Kosong

Kamis, 5 November 2026 - 11:51 WIB

PG-PAUD STKIP Citra Bakti Gandeng Monash University Australia, Perkuat Riset dan Kolaborasi Internasional

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:10 WIB

FPK Ngada Angkat Suara! Kecam Ujaran Kebencian di Medsos, Serukan Persatuan dan Kerukunan Antar-Suku

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:27 WIB

Puluhan Tahun Menanti, Hotmix Teni–Lopijo Hadirkan Harapan Baru bagi Warga Heawea

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:22 WIB

Dipo Nusantara Buka Sosialisasi Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 di Ngada, Tekankan Perlindungan Lingkungan dan Keselamatan Warga

Berita Terbaru

TNI POLRI

Polri Larang Vape, Personel yang Melanggar Terancam Sanksi!

Kamis, 5 Nov 2026 - 14:59 WIB