Mengaku Tak Butuh Uang, Korban Banjir Aceh Tamiang Rela Tidur di Bawah Terpal: ‘Yang Penting Bisa Salat’

Avatar photo

Selasa, 16 Desember 2025 - 15:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banjir Aceh Tamiang tewaskan 58 orang & 252 ribu mengungsi. Korban pilu ini tak butuh uang, hanya minta mukena & selimut untuk suami sakit, tidur di bawah terpal. (Instagram.com/@rumpi_gosip)

Banjir Aceh Tamiang tewaskan 58 orang & 252 ribu mengungsi. Korban pilu ini tak butuh uang, hanya minta mukena & selimut untuk suami sakit, tidur di bawah terpal. (Instagram.com/@rumpi_gosip)

ACEH TAMIANG, Metrosiar – Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah pedesaan di Aceh Tamiang pada akhir November 2025 lalu meninggalkan duka mendalam.

Data terkini yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Sabtu (13/12/25), mencatat sebanyak 58 orang meninggal dunia dalam bencana besar ini.

Aceh Tamiang juga menempati posisi teratas dalam jumlah pengungsi di antara daerah kabupaten atau kota terdampak bencana di Provinsi Aceh.

Angka yang mencemaskan menyebutkan bahwa, “(Sebanyak) 252,6 ribu pengungsi bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh Tamiang,” demikian tertulis dalam laporan BNPB.

Lebih dari dua pekan pascabencana, kesulitan untuk bertahan hidup masih membayangi ratusan ribu pengungsi yang kehilangan harta benda mereka. Kecemasan publik di Tanah Air kian meningkat melihat kondisi di lapangan.

Baca juga:  Antusiasme Meningkat, Pemprov Jakarta Akan Tambah Kuota Mudik Gratis

Prioritas Ibadah di Tengah Nestapa

Di tengah himpitan kondisi darurat, sebuah kisah pilu dan mengharukan dari pedalaman desa wilayah Aceh Tamiang menarik perhatian di media sosial (medsos).

Dalam unggahan Instagram @rumpi_gosip pada Sabtu (13/12/25), seorang ibu korban bencana menyampaikan pengakuan yang mengejutkan: ia mengaku tak lagi membutuhkan bantuan berupa dana tunai.

“Saya tidak butuh uang, saya hanya ingin mukena dan kain sarung,” kata sang ibu.

Prioritasnya beralih dari materi ke kebutuhan spiritual dan esensial. Ia lantas menjelaskan bahwa suaminya kini sedang sakit dan memerlukan penghangat.

“Suami saya sakit perlu selimut, itu saja yang kami butuhkan,” ungkapnya.

Menegaskan kembali harapannya, ia menambahkan, “Yang lainnya tidak usah, yang penting bisa shalat.”

Bertahan Hidup di Bawah Terpal Seadanya

Baca juga:  Tabiat Ahmad Dhani Jadi Pembicaraan Hangat, Dibuka Agnez Mo dan Mitha The Virgin
Banjir bandang Aceh Tamiang akhir November 2025 menewaskan 58 orang dan memaksa lebih dari 252 ribu warga mengungsi. Saksikan kisah memilukan korban yang mengaku tak membutuhkan uang tunai, melainkan hanya mukena, kain sarung, dan selimut untuk suaminya yang sakit. Bertahan hidup di bawah terpal, prioritas mereka adalah ibadah.
Banjir Aceh Tamiang tewaskan 58 orang & 252 ribu mengungsi. Korban pilu ini tak butuh uang, hanya minta mukena & selimut untuk suami sakit, tidur di bawah terpal. (Instagram.com/@rumpi_gosip)

Cuplikan video yang beredar menunjukkan betapa kerasnya upaya bertahan hidup yang dilakukan sang ibu dan keluarganya.

Mereka memanfaatkan bangkai kendaraan motor yang rusak dan terpal seadanya untuk dijadikan tempat berteduh sementara.

“Kami pun tidur di tempat yang tidak layak, yang penting butuh kain untuk menghangatkan badan,” ujar sang ibu.

Di sekitarnya, hanya tampak puing-puing bangunan yang tersisa akibat terjangan air bah.

Selain kedinginan dan tempat tinggal yang tidak layak, ia juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap keselamatan sang anak.

Sang anak harus menempuh akses yang terjal dan jauh hanya untuk mencari bantuan makanan.

Sambil menahan perih, sang ibu berujar, “Makan dan lainnya tidak usah, anak saya mencari jauh-jauh, kasihan,” tandasnya, mencerminkan dilema dan pengorbanan yang dihadapi para penyintas di lokasi bencana.*

Editor : Lisan Al-Ghaib

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

100 Bendera Merah Putih Dibagikan, Aksi Polsek Pasar Kemis Tuai Apresiasi
Ajak UNDHI Kolaborasi Bupati Tangerang Perluas Jangkauan Beasiswa Tangerang Gemilang
Dari Dapur SPPG, Bantuan Bergerak: Relawan Trikora-Ngedukelu Turun Langsung Bantu Warga Korban Gempa
Serdik Sespimmen Polri Dikreg ke 67 Gelar Studi Audit Organisasi di Polresta Tangerang
Sambut HUT RI ke 81 Polresta Tangerang Bagikan Bendera Merah Putih ke Pengendara di Cikupa
Karel Maku Bawa Bantuan Darurat ke Tiwotoda-Hobo: Saat Warga Diguncang Gempa, Wakil Rakyat Turun Tangan
Peringati Hari Pramuka, Kapolresta Tangerang Sebut Pramuka Kawah Candradimuka Karakter Gen-Z
Tindak Lanjut Arahan Bupati, Kadis Bina Marga SDA Tangerang Letakkan Batu Pertama Bedah Rumah Ibu Laila
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 18:54 WIB

100 Bendera Merah Putih Dibagikan, Aksi Polsek Pasar Kemis Tuai Apresiasi

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:38 WIB

Ajak UNDHI Kolaborasi Bupati Tangerang Perluas Jangkauan Beasiswa Tangerang Gemilang

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:56 WIB

Dari Dapur SPPG, Bantuan Bergerak: Relawan Trikora-Ngedukelu Turun Langsung Bantu Warga Korban Gempa

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:45 WIB

Serdik Sespimmen Polri Dikreg ke 67 Gelar Studi Audit Organisasi di Polresta Tangerang

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:20 WIB

Karel Maku Bawa Bantuan Darurat ke Tiwotoda-Hobo: Saat Warga Diguncang Gempa, Wakil Rakyat Turun Tangan

Berita Terbaru

Sejarah & Budaya

Bukan Sekadar Lomba, Warga Grand Sutera Bikin Lingkungan Makin Asri

Sabtu, 15 Agu 2026 - 18:45 WIB