Logistik ‘Darurat’ di Tanah Rencong: Meniti Kayu, Menembus Isolasi

Avatar photo

Senin, 5 Januari 2026 - 03:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang di Aceh akhir November 2025 lalu jadi jembatan darurat para relawan untuk salurkan bantuan. (Foto: Instagram/ummievinasution)

Kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang di Aceh akhir November 2025 lalu jadi jembatan darurat para relawan untuk salurkan bantuan. (Foto: Instagram/ummievinasution)

Aceh, Metrosiar – Memasuki bulan kedua sejak bencana hidrometeorologi melanda Aceh pada akhir November 2025, perjuangan warga dan petugas di lapangan masih sangat berat.

Upaya penanggulangan bencana dan distribusi bantuan logistik terus dilakukan di tengah kondisi infrastruktur yang rusak parah akibat terjangan banjir bandang dan tanah longsor yang membawa material lumpur serta kayu gelondongan.

Berdasarkan laporan terbaru dari Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh per 3 Januari 2026, bencana ini telah berdampak pada 18 kabupaten/kota yang mencakup total 202 kecamatan.

Dampak kemanusiaan yang tercatat sangat memprihatinkan, di mana jumlah korban meninggal dunia telah mencapai 542 orang, sementara 31 warga lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian.

Secara keseluruhan, tercatat ada sekitar 2,5 juta jiwa warga Aceh yang terdampak langsung oleh bencana besar ini.

Baca juga:  Dedi Mulyadi Tindak Praktik Pungli Kepada Calon Pekerja di Pabrik dan Dapat Apresiasi Kebijakan Pembebasan Pajak

Terkait kondisi pengungsian, saat ini sebanyak 231.302 jiwa masih bertahan di 1.008 titik pengungsian yang tersebar di beberapa wilayah.

Meskipun angka tersebut masih sangat besar, jumlah pengungsi mulai menunjukkan tren penurunan.

Hal ini disebabkan oleh sebagian warga yang memutuskan untuk kembali ke rumah masing-masing guna mulai melakukan pembersihan, atau memilih untuk tinggal sementara bersama kerabat yang tidak terdampak banjir.

Medan Berat: Relawan Meniti Kayu Demi Salurkan Sembako

Kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang di Aceh akhir November 2025 lalu jadi jembatan darurat para relawan untuk salurkan bantuan.
Kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang di Aceh akhir November 2025 lalu jadi jembatan darurat para relawan untuk salurkan bantuan. (Foto: Instagram/ummievinasution)

Di tengah duka yang mendalam, upaya distribusi bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga tetap menjadi prioritas utama.

Namun, memastikan bantuan sampai secara merata masih menjadi tantangan besar (PR) bagi pemerintah maupun relawan karena sebagian besar akses jalan masih sulit ditembus akibat kerusakan infrastruktur dan tumpukan material sisa banjir.

Baca juga:  Imbauan Camat Kemiri Kepada Orang Tua: Pastikan Anak-anak Pulang Sebelum Pukul 22.00 WIB  

Momen perjuangan para relawan ini salah satunya terekam dalam unggahan akun Instagram @ummievinasution pada Sabtu (3/1/26).

Video tersebut memperlihatkan kondisi pemukiman warga di Aceh yang dipenuhi oleh batang-batang pohon besar.

Jalan aspal yang lebih tinggi dari halaman rumah tampak hancur dihantam arus, bahkan hingga mengangkat akar-akar pohon besar ke permukaan.

Dalam rekaman tersebut, terlihat seorang relawan harus turun dan meniti puing-puing kayu gelondongan yang melintang di atas genangan air untuk mencapai rumah warga.

Kayu-kayu sisa banjir bandang tersebut kini terpaksa difungsikan sebagai jembatan darurat agar bantuan sembako bisa langsung diterima oleh warga yang masih terisolasi di rumah mereka.*

Editor : Lisan Al-Ghaib

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Omoda & Jaecoo Optimis raih target 4000 SPK di GIIAS 2026, antusiasme konsumen terus meningkat
BAZNAS Kabupaten Tangerang Dukung Khitanan Massal dan Gebyar Bakti Sosial RW 05 Kutabaru
Viral! Kereta Nusantara Explorer Hadir dengan Kabin Hotel, Lounge Piano, dan Balkon VIP
JAECOO OMODA Tampil percaya diri di GIIAS 2026, minat Konsumen terus meningkat.
DP3AKKB Provinsi Banten: Gebyar Bakti Sosial RW 05 Kutabaru, Wujud Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Berbasis Masyarakat
Lurah Kutabaru Ai Nurmayati: Gebyar Bakti Sosial RW 05 Jadi Inspirasi Menyambut HUT RI ke-81
Rumah Zakat Tangerang Salurkan 100 Paket Makan Fidyah dan Buka Layanan Kesehatan di Khitanan Massal PKK RW 05 Kutabaru
85 Anak Ikuti Khitanan Massal Gratis di Kutabaru Pasarkemis, Bupati Tangerang Beri Apresiasi
Berita ini 26 kali dibaca
Update banjir bandang Aceh 2026: Korban meninggal tembus 542 jiwa. Simak perjuangan relawan meniti kayu gelondongan demi salurkan bantuan logistik ke wilayah terisolasi.

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 11:17 WIB

Omoda & Jaecoo Optimis raih target 4000 SPK di GIIAS 2026, antusiasme konsumen terus meningkat

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:37 WIB

BAZNAS Kabupaten Tangerang Dukung Khitanan Massal dan Gebyar Bakti Sosial RW 05 Kutabaru

Senin, 3 Agustus 2026 - 06:05 WIB

Viral! Kereta Nusantara Explorer Hadir dengan Kabin Hotel, Lounge Piano, dan Balkon VIP

Minggu, 2 Agustus 2026 - 15:38 WIB

JAECOO OMODA Tampil percaya diri di GIIAS 2026, minat Konsumen terus meningkat.

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:33 WIB

DP3AKKB Provinsi Banten: Gebyar Bakti Sosial RW 05 Kutabaru, Wujud Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Berbasis Masyarakat

Berita Terbaru