Krisis Keuangan Pemkot Cilegon Tuai Sorotan Jelang Akhir Masa Jabatan Helldy Agustian

Avatar photo

Kamis, 2 Januari 2025 - 14:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Kantor Wali Kota Cilegon (Istimewa)

Potret Kantor Wali Kota Cilegon (Istimewa)

 

Metrosiar, Cilegon – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon tengah menjadi sorotan publik setelah dilaporkan mengalami defisit anggaran yang mencapai ratusan miliar rupiah.

Kondisi keuangan yang memburuk ini menimbulkan dampak luas, termasuk terhambatnya pembayaran hak-hak sejumlah pihak.

Sekretaris DPD Partai Ummat Kota Cilegon, Bayu Panatagama, menyatakan bahwa situasi ini mencerminkan kegagalan pemerintahan saat ini.

Ia menilai hal ini menjadi catatan buruk menjelang transisi kepemimpinan dari Wali Kota Helldy Agustian kepada pasangan Robinsar-Fajar, yang akan segera dilantik dalam waktu dua bulan ke depan.

Baca juga:  Gerakan Besar Dimulai dari Banten: Siapa Saja yang Turun Tangan Bersihkan Negeri?

“Sebagai pensiunan ASN, saya baru pertama kali menyaksikan defisit anggaran sebesar ini di Cilegon.

Ini menjadi tantangan berat bagi pemerintahan selanjutnya,” ujar Bayu, Kamis (2/1/2025).

Bayu menekankan bahwa seharusnya tidak ada alasan terjadinya defisit bila pengelolaan anggaran dilakukan sesuai aturan yang telah ditetapkan melalui Undang-Undang dan Perda.

Ia menyebut defisit ini sebagai preseden buruk akibat ketidakkonsistenan dalam menjalankan peraturan daerah.

“Kinerja pemerintah sangat mengecewakan. Anggaran sudah ditetapkan melalui DPRD, namun realisasi pendapatan dan belanja tidak seimbang,” tegasnya.

Ia mengungkapkan bahwa dampak dari defisit ini cukup signifikan, termasuk terhambatnya pembayaran honor bagi ustaz, ustazah, dan guru madrasah yang tergantung pada dana dari Pemkot Cilegon.

Baca juga:  Sebelum Layani Masyarakat, Personel Polres Cilegon Lakukan Aksi Ini

“Ini mencerminkan pemerintahan yang tidak amanah. Ketidakseimbangan antara pendapatan dan belanja menjadi penyebab utama defisit,” tambahnya.

Menurut Bayu, defisit anggaran bukan sekadar masalah teknis, namun bisa mengguncang stabilitas pemerintahan di masa mendatang.

Ia berharap pemimpin selanjutnya mampu mengatasi krisis ini dan menjadikan pengalaman ini sebagai pelajaran berharga.

“Mudah-mudahan pemerintahan berikutnya mampu memperbaiki kondisi keuangan dan mengembalikan kepercayaan masyarakat,” tutupnya.(*)

Editor : Ndaya Coya Wodo

Sumber Berita: Detiknews

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Telepon Misterius Setop Rapat, Tak Lama Purbaya Dicopot dari Menkeu
Tak Kunjung Dibongkar, Bangli di Kutabaru Terancam Ditertibkan Paksa
PAUD HI Ngada Diperkuat, Satu PAUD Disiapkan Jadi Percontohan Layanan Anak Terpadu
Kapolri Hadiri Pameran Nasirun, Ada Pesan untuk Para Guru
Uskup Agung Ende Serukan Bangkit dari Reruntuhan: Pascagempa, Gereja Harus Hadir dan Perkuat Solidaritas
Tak Peduli Medan Berat, PMI Ngada Tembus Riung Barat Antar Harapan untuk Penyintas Gempa
Tangis Iringi Kepergian Ibu Maria Felnditi
Tak Mau Warga Lama Mengungsi, BNPB Percepat Pembangunan Huntara di Ngada
Berita ini 42 kali dibaca
Pemkot Cilegon alami defisit ratusan miliar, sorotan publik meningkat jelang akhir masa jabatan Helldy Agustian.

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 15:01 WIB

Telepon Misterius Setop Rapat, Tak Lama Purbaya Dicopot dari Menkeu

Selasa, 15 September 2026 - 09:19 WIB

Tak Kunjung Dibongkar, Bangli di Kutabaru Terancam Ditertibkan Paksa

Selasa, 15 September 2026 - 05:56 WIB

PAUD HI Ngada Diperkuat, Satu PAUD Disiapkan Jadi Percontohan Layanan Anak Terpadu

Minggu, 13 September 2026 - 07:03 WIB

Uskup Agung Ende Serukan Bangkit dari Reruntuhan: Pascagempa, Gereja Harus Hadir dan Perkuat Solidaritas

Minggu, 13 September 2026 - 06:21 WIB

Tak Peduli Medan Berat, PMI Ngada Tembus Riung Barat Antar Harapan untuk Penyintas Gempa

Berita Terbaru

Keuangan & Perpajakan

Telepon Misterius Setop Rapat, Tak Lama Purbaya Dicopot dari Menkeu

Selasa, 15 Sep 2026 - 15:01 WIB

Rapat tindak lanjut penataan lahan fasos dan fasum di wilayah RW 03 dan 04 Kelurahan Kutabaru, dihadiri unsur pemerintah, TNI-Polri, serta perwakilan warga.

Tata Kelola & Konservasi

Tak Kunjung Dibongkar, Bangli di Kutabaru Terancam Ditertibkan Paksa

Selasa, 15 Sep 2026 - 09:19 WIB

Personel penyidik (kiri) bersama dua orang lainnya (tengah dan kanan) melakukan pemeriksaan terhadap barang temuan berupa jeriken dalam rangka proses penyelidikan.

Peristiwa & Bencana

Tiga Barang Temuan di Selat Sunda Dipastikan Bukan Milik KM Arupadhatu 1

Minggu, 13 Sep 2026 - 18:11 WIB