KLH Dorong Aglomerasi Sampah Banten, Akhiri Open Dumping dengan Controlled Landfill

Avatar photo

Sabtu, 13 September 2025 - 17:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLH dorong aglomerasi pengelolaan sampah di Banten, tekankan hentikan open dumping dan gunakan teknologi modern serta controlled landfill. (Ilustrasi AI Generated)

KLH dorong aglomerasi pengelolaan sampah di Banten, tekankan hentikan open dumping dan gunakan teknologi modern serta controlled landfill. (Ilustrasi AI Generated)

Metrosiar – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menekankan pentingnya pola pengelolaan sampah berbasis aglomerasi di Provinsi Banten, khususnya bagi daerah dengan volume sampah relatif kecil.

Skema kerja sama lintas wilayah dinilai lebih efisien dalam mengatasi keterbatasan fasilitas pengolahan di setiap daerah.

Sekretaris Utama KLH, Rosa Vivien Ratnawati, mengungkapkan hal tersebut usai rapat koordinasi dengan Gubernur Banten Andra Soni dan para kepala daerah di Aula Pendopo KP3B, Jumat (12/9/25) dikutip Bantennews.co.id.

Menurut Rosa, permasalahan sampah di Banten sangat beragam. Wilayah dengan timbulan sampah besar seperti Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang membutuhkan teknologi modern, termasuk konversi sampah menjadi listrik.

Baca juga:  Indonesia Raih Pendanaan USD 350 Juta dari Bank Dunia, Proyek LSDP siap Perkuat Pengelolaan Sampah Nasional di 30 Daerah

Sementara itu, daerah dengan produksi lebih kecil, seperti Cilegon, Serang, dan Lebak, dipandang lebih tepat menerapkan pola aglomerasi.

“Contohnya fasilitas RDF di Cilegon yang berkapasitas 8.000 ton, padahal sampah lokal hanya 200 ton. Maka harus ada kerja sama dengan daerah lain,” jelas Rosa.

Ia juga menegaskan bahwa metode open dumping tidak lagi relevan. TPA Bangkonol di Pandeglang yang masih menggunakan sistem tersebut perlu segera beralih ke controlled landfill.

Meski bukan metode paling ideal, sistem controlled landfill lebih layak karena sampah dipadatkan lalu ditutup tanah secara berkala.

Baca juga:  "Sayang, Ayo Pulang": Cinta Abadi Suami di Sibolga, Kumandangkan Azan Cari Istri yang Hilang Ditelan Longsor

Sebelumnya, sempat muncul polemik mengenai rencana pengiriman sampah dari Tangerang Selatan ke TPA Bangkonol.

Meski Bupati Pandeglang telah mengumumkan pembatalan MoU, Rosa memastikan pembahasan solusi tetap berjalan.

“Kami sedang evaluasi agar ditemukan jalan keluar terbaik,” katanya.*

Editor : Nedu Wodo Mezhe

Sumber Berita: Bantennews.co.id

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Musancab 2026, PKB Ngada Panaskan Mesin Politik: Bidik Tambahan Kursi di Legislatif
Uji Publik Data Gempa Golewa: 1.539 Rumah Diverifikasi, 953 Tak Masuk Kriteria
15.722 Guncangan Tercatat! Nagekeo Perpanjang Tanggap Darurat hingga 27 September
Camat Sepatan Timur Hadir di Sekolah, Siswa Diajak Cerdas Bermedia Digital
Data Kerusakan Gempa Riung Barat Diuji, Warga Minta Kriteria Penilaian Dibuka Terang
Tanggap Darurat Usai, Ngada Kebut Huntara dan Bangkitkan Ekonomi Warga Pascagempa
Tanggap Darurat Usai, Polres Ngada Tegaskan Pelayanan Warga Tak Boleh Berhenti
PAUD HI Ngada Diperkuat, Satu PAUD Disiapkan Jadi Percontohan Layanan Anak Terpadu
Berita ini 43 kali dibaca
Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mendorong daerah di Banten dengan produksi sampah kecil menerapkan aglomerasi lintas wilayah. Pola ini dinilai lebih efektif mengatasi keterbatasan kapasitas. KLH juga menegaskan pentingnya meninggalkan open dumping dan beralih ke sistem controlled landfill yang lebih layak.

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 00:36 WIB

Musancab 2026, PKB Ngada Panaskan Mesin Politik: Bidik Tambahan Kursi di Legislatif

Sabtu, 19 September 2026 - 06:59 WIB

Uji Publik Data Gempa Golewa: 1.539 Rumah Diverifikasi, 953 Tak Masuk Kriteria

Jumat, 18 September 2026 - 11:51 WIB

15.722 Guncangan Tercatat! Nagekeo Perpanjang Tanggap Darurat hingga 27 September

Kamis, 17 September 2026 - 09:51 WIB

Camat Sepatan Timur Hadir di Sekolah, Siswa Diajak Cerdas Bermedia Digital

Kamis, 17 September 2026 - 06:39 WIB

Data Kerusakan Gempa Riung Barat Diuji, Warga Minta Kriteria Penilaian Dibuka Terang

Berita Terbaru

Internasional

Serangan Rusia-Ukraina Meningkat, WNI Diminta Waspada

Selasa, 22 Sep 2026 - 10:32 WIB

Hukum & Kriminal

Selasa, 22 Sep 2026 - 09:57 WIB

Peristiwa & Bencana

Galodo Terjang Arosuka, Kompleks Kantor Bupati Solok Ikut Terdampak

Selasa, 22 Sep 2026 - 08:03 WIB

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid (ketiga dari kanan) bersama para pihak terkait menunjukkan kebersamaan usai tercapainya kesepakatan damai dalam penyelesaian persoalan di Kecamatan Rajeg.

Pemerintahan

Sempat Memanas, Perselisihan GKPI Rajeg Kini Berakhir Damai

Senin, 21 Sep 2026 - 23:17 WIB