Karawang, Metrosiar – Media sosial tengah diramaikan oleh pemberitaan mengenai banjir besar yang menerjang kawasan Desa Karangligar, Telukjambe Barat, Karawang, Jawa Barat.
Bencana yang terjadi pada Senin (19/1/26) ini menjadi sorotan netizen setelah dokumentasi kondisinya tersebar luas.
Melalui unggahan akun Instagram @karawanginfo_official, terlihat pemandangan memprihatinkan di mana air merendam rumah warga hingga menyentuh bagian atap. Bahkan, rumah panggung yang diinisiasi oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), tidak luput dari terjangan air.
“Kondisi terkini rumah panggung KDM di Kampung Kampek, Desa Karangligar, Telukjambe Barat Karawang,” tulis akun tersebut dalam unggahannya.
Laporan menyebutkan bahwa ketinggian air di wilayah tersebut sangat ekstrem, yakni melebihi 3 meter. Kondisi ini membuat struktur bangunan yang tinggi sekalipun tetap terdampak.
“Karena banjirnya lumayan tinggi mencapai lebih 3 meter sehingga lantai atasnya ikut kebanjiran juga,” jelas postingan tersebut. Lebih lanjut, akun itu menambahkan, “Sedangkan rumah warga di sekitarnya banjir sampai ke atap rumah.”
Fasilitas Pendidikan Lumpuh Total
Selain rumah tinggal, fasilitas umum seperti sekolah juga mengalami kerusakan parah. SMPN 1 Telukjambe Barat dilaporkan terendam hingga hampir seluruh bagian bangunannya tertutup air, menyisakan bagian atap saja.
Seorang warga dalam video yang diunggah ulang menyatakan, “Masjid dan ruangan guru terendam, hanya tersisa atapnya saja yang terlihat.” Untuk menggambarkan betapa dalamnya banjir tersebut, ia menunjuk tiang net di area sekolah.
“Itu juga ada tiang net lapangan voli, hanya tersisa segitu, tinggal bayangkan saja kedalamannya,” ujarnya.
Desakan Relokasi dari Warganet
Melihat situasi yang terus berulang dan membahayakan keselamatan, banyak netizen menyarankan agar pemerintah dan warga segera melakukan relokasi dari area rawan tersebut.
Akun @yuliariana berkomentar, “Ini memang harus relokasi, semoga ada jalan ke luar dapat rumah di tempat yang tidak banjir.”
Senada dengan hal itu, akun @kuzznad berpendapat, “Harus relokasi, hal itu karena lokasi dan permukaan tanahnya terlalu bawah.”*
Editor : Lisan Al-Ghaib









