Indonesia Raih Pendanaan USD 350 Juta dari Bank Dunia, Proyek LSDP siap Perkuat Pengelolaan Sampah Nasional di 30 Daerah

Avatar photo

Sabtu, 20 Desember 2025 - 00:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustrasi - Indonesia raih pendanaan USD 350 juta dari Bank Dunia. Proyek LSDP siap perkuat pengelolaan sampah nasional di 30 daerah. (Istimewa)

Foto Ilustrasi - Indonesia raih pendanaan USD 350 juta dari Bank Dunia. Proyek LSDP siap perkuat pengelolaan sampah nasional di 30 daerah. (Istimewa)

Jakarta, Metrosiar – Upaya Indonesia dalam menangani permasalahan sampah mendapat suntikan tenaga baru berupa pendanaan.

Bank Dunia secara resmi menyetujui pendanaan sebesar USD 350 juta untuk proyek Local Service Delivery Improvement Project (LSDP).

Kesepakatan yang diumumkan di Washington DC, Rabu (18/12/25) ini, difokuskan untuk mereformasi pengelolaan sampah padat di berbagai daerah di tanah air.

Proyek strategis ini dirancang untuk menciptakan lingkungan hunian yang lebih bersih bagi lebih dari 15 juta penduduk, sekaligus memitigasi risiko perubahan iklim yang mengancam sekitar 10 juta jiwa.

Selain fokus pada perbaikan infrastruktur, LSDP juga menargetkan penurunan emisi gas metana serta penciptaan lapangan kerja hijau (green jobs) guna memperkuat ekonomi sirkular.

Sinergi Pusat dan Daerah Menuju Nol Sampah

Foto Ilustrasi – Indonesia raih pendanaan USD 350 juta dari Bank Dunia. Proyek LSDP siap perkuat pengelolaan sampah nasional di 30 daerah. (Istimewa)

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menegaskan pemerintah tidak berjalan sendiri.

Baca juga:  Prospek Cuaca Umum Wilayah Indonesia Tanggal 26 - 27 Februari 2025

Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah terus diperkuat untuk menangani isu sampah lewat berbagai pendekatan strategis hingga tahun 2029 mendatang.

“Dengan dukungan dari Bank Dunia dan solusi inovatif ini, kami bermaksud mewujudkan visi nasional nol sampah (zero waste) pada 2050–2060,” ujar Tito dalam keterangan tertulisnya, Jumat (19/12/25).

Meski program nasional “Indonesia Bersih” telah meletakkan dasar reformasi kebijakan dan prinsip reduce, reuse, recycle, tantangan di lapangan masih cukup pelik.

Pertumbuhan kota yang pesat—di mana pada 2030 mayoritas kota diprediksi dihuni 2 hingga 5 juta orang—akan memicu lonjakan volume sampah yang signifikan.

Kendala kapasitas daerah, pendanaan, dan operasional menjadi hambatan yang ingin diatasi melalui proyek ini.

Fokus pada 30 Daerah dan Skema Hibah Inovatif

Direktur Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste, Carolyn Turk, menyatakan komitmen lembaganya untuk mendukung visi besar pemerintah Indonesia.

Baca juga:  Polisi Datang Saat Sumur Warga Kering, Ini yang Terjadi di Sindang Panon

“Bank Dunia siap mendukung pencapaian visi pemerintah Indonesia untuk mencapai zero waste, yang dapat membawa manfaat besar bagi jutaan orang,” tegas Carolyn.

LSDP akan memulai langkahnya dengan memperkuat kapasitas di 30 pemerintah daerah melalui tiga pilar utama:

  • Reformasi Kebijakan Nasional: Meningkatkan kinerja sektor melalui pemilahan sampah dari sumber, profesionalisasi layanan, serta memastikan keberlanjutan finansial.
  • Hibah Berbasis Kinerja: Ini merupakan kali pertama skema hibah berbasis kinerja diterapkan dalam skala besar untuk sektor persampahan di Indonesia. Tujuannya adalah memacu pemerintah daerah meningkatkan kualitas layanan mereka.
  • Peningkatan Kapasitas Lokal: Fokus pada pelatihan teknis, bantuan implementasi, dan manajemen proyek yang terdesentralisasi.

Melalui pendekatan menyeluruh ini, Indonesia diharapkan dapat mempercepat transisi menuju pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan modern.*

Editor : Nedu Wodo

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Meta AI WhatsApp Bikin Ibu-Ibu PKK Gempol Sari Punya Cara Baru Promosi UMKM
Tanggap Darurat Usai, Ngada Kebut Huntara dan Bangkitkan Ekonomi Warga Pascagempa
Tanggap Darurat Usai, Polres Ngada Tegaskan Pelayanan Warga Tak Boleh Berhenti
Telepon Misterius Setop Rapat, Tak Lama Purbaya Dicopot dari Menkeu
Tak Kunjung Dibongkar, Bangli di Kutabaru Terancam Ditertibkan Paksa
PAUD HI Ngada Diperkuat, Satu PAUD Disiapkan Jadi Percontohan Layanan Anak Terpadu
Kapolri Hadiri Pameran Nasirun, Ada Pesan untuk Para Guru
Uskup Agung Ende Serukan Bangkit dari Reruntuhan: Pascagempa, Gereja Harus Hadir dan Perkuat Solidaritas
Berita ini 44 kali dibaca
Bank Dunia resmi menyetujui pendanaan USD 350 juta melalui proyek LSDP untuk mendukung target pengelolaan sampah nasional di Indonesia. Program ini bertujuan mencapai visi Zero Waste 2050, meningkatkan layanan bagi 15 juta penduduk, serta menciptakan lapangan kerja hijau. Fokus utama mencakup reformasi kebijakan, hibah berbasis kinerja di 30 daerah, dan transisi menuju ekonomi sirkular yang berkelanjutan.

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 21:11 WIB

Meta AI WhatsApp Bikin Ibu-Ibu PKK Gempol Sari Punya Cara Baru Promosi UMKM

Rabu, 16 September 2026 - 07:22 WIB

Tanggap Darurat Usai, Ngada Kebut Huntara dan Bangkitkan Ekonomi Warga Pascagempa

Rabu, 16 September 2026 - 06:58 WIB

Tanggap Darurat Usai, Polres Ngada Tegaskan Pelayanan Warga Tak Boleh Berhenti

Selasa, 15 September 2026 - 15:01 WIB

Telepon Misterius Setop Rapat, Tak Lama Purbaya Dicopot dari Menkeu

Selasa, 15 September 2026 - 05:56 WIB

PAUD HI Ngada Diperkuat, Satu PAUD Disiapkan Jadi Percontohan Layanan Anak Terpadu

Berita Terbaru

Sosial Kemasyarakatan

Meta AI WhatsApp Bikin Ibu-Ibu PKK Gempol Sari Punya Cara Baru Promosi UMKM

Rabu, 16 Sep 2026 - 21:11 WIB

Kapolsek Pasar Kemis AKP Humaedi, S.H. (tengah) bersama jajaran Polresta Tangerang, Polsek Pasar Kemis, dan unsur terkait saat berada di lokasi penyaluran bantuan air bersih bagi warga Kampung Kendal Wetan, Desa Sindang Panon.

Peristiwa & Bencana

Polisi Datang Saat Sumur Warga Kering, Ini yang Terjadi di Sindang Panon

Rabu, 16 Sep 2026 - 08:39 WIB

Keuangan & Perpajakan

Telepon Misterius Setop Rapat, Tak Lama Purbaya Dicopot dari Menkeu

Selasa, 15 Sep 2026 - 15:01 WIB