Gunakan Dana APBN, Proyek Rehab Ruang Kelas SMPN 2 Riung Barat Diduga Pakai Kayu Bekas

Avatar photo

Rabu, 4 Februari 2026 - 08:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kayu Bekas yang Digunakan dalam Proyek Rehab SMPN 2 Riung Barat. (Foto: Istimewa)

Kayu Bekas yang Digunakan dalam Proyek Rehab SMPN 2 Riung Barat. (Foto: Istimewa)

Kabupaten Ngada.Metrosiar- Proyek rehabilitasi atau rehab ruang kelas Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Riung Barat, Kabupaten Ngada dengan diduga menggunakan kayu bekas.

Akibatnya, progres pembangunan yang menggunakan dana fantastis senilai miliaran rupiah itupun diduga pula tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan Kementerian Pendidikan Republik Indonesia.

Kepada wartawan, Senin (02/2/26), salah seorang warga yang enggan namanya dipublikasikan membenarkan hal itu.

Menurut dia, kuda-kuda untuk atap, rangka plafon dan kosen jendela menggunakan kayu bekas.

“Iya benar, kayu untuk kuda-kuda atap, rangka plafon dan kosen jendela pakai kayu bekas,” ungkapnya sembari meminta namanya tidak dipublikasikan.

Proyek tersebut lanjut dia, menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2025 dengan total anggaran mencapai Rp 1,4 milliar dan di kelola secara swakelola oleh tim yang dibentuk sekolah.

Baca juga:  Komisi III DPR RI Meminta Polri Dan Kejaksaan Tidak Menghentikan Kasus Penjambretan Di Sleman

Ia menuturkan, meski sudah disampaikan berulang-ulang kali kepada Kepala Sekolah, namun tidak digubris.

“Sudah kita kasitau ulang-ulang, tapi kepala sekolah tidak mau dengar, katanya anggaran terlalu kurang,” ketus dia menambahkan.

Bahkan kata dia, untuk mengelabui tim pemeriksa, kepala sekolah memerintahkan tukang untuk melakukan pengecatan sehingga kelihatan kayu baru.

Sementara itu kepala Sekolah SMPN 2 Riung Barat, Valentinus Keba mengaku semua penggunaan material pada pekerjaan rehabilitasi ruang sekolah itu sesuai petunjuk teknis.

“Tidak pak, semua sesuai petunjuk pihak dinas fasilitator, semua kayu baru,” tandasnya.

Dia bahkan beralasan, sesuai petunjuk, kayu yang digunakan dalam proyek itu menggunakan kayu kelas dua, namun Valentinus enggan menyebutkan jenis kayunya.

“Itu sesuai petunjuk saat bimbingan teknis di jakarta sebelum pembangunan dimulai,” alasan dia.

Kata Valentinus, anggaran itu digunakan untuk rebab tiga ruang kelas, bangun baru ruang administrasi dan ruang UKS.

Baca juga:  Kapolres Baru Langsung Diuji! GMNI Ngada Tantang Berantas Dugaan Rokok Ilegal: "Jangan Sampai Hukum Tumpul ke Pelanggar"

Menanggapi dugaan tersebut, Sekretaris GMNI Cabang Ngada, Jefrianus Api menyayangkan jika dugaan itu benar, maka Ia mendorong agar pihak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk bisa melakukan pengecekan secara menyeluruh terhadap proyek rehabilitasi gedung itu.

Menurut dia, jika benar ditemukan penggunaan material lama dan tidak sesuai spesifikasi, maka ini merupakan bentuk pengkhianatan terhadap amanat Presiden dan hak dasar siswa untuk mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak,” tegasnya.

Secara organisasi ia juga menilai lemahnya pengawasan dari pihak terkait seperti dinas teknis, sehingga membuka ruang terjadinya praktik-praktik yang merugikan negara dan masyarakat.

Jefrianus menegaskan akan mengawal kasus ini hingga tuntas sebagai bagian dari tanggung jawab moral mahasiswa dalam menjaga marwah pendidikan dan memastikan program negara benar-benar berpihak pada rakyat.*

Editor : Frans Dhena

Sumber Berita: Metrosiar

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

3,6 Km Irigasi Dibangun di Ngada, Wabup Dorong Sawah Petani Makin Produktif
147 CPNS Ngada Resmi Lulus, Bupati Ray: Jangan Terjebak Rutinitas, Hadir untuk Masyarakat
Polantas Genap 71 Tahun, Polres Ngada Teguhkan Semangat “Presisi, Mengabdi untuk Negeri”
Musancab 2026, PKB Ngada Panaskan Mesin Politik: Bidik Tambahan Kursi di Legislatif
Uji Publik Data Gempa Golewa: 1.539 Rumah Diverifikasi, 953 Tak Masuk Kriteria
15.722 Guncangan Tercatat! Nagekeo Perpanjang Tanggap Darurat hingga 27 September
Camat Sepatan Timur Hadir di Sekolah, Siswa Diajak Cerdas Bermedia Digital
Data Kerusakan Gempa Riung Barat Diuji, Warga Minta Kriteria Penilaian Dibuka Terang
Berita ini 23 kali dibaca
Proyek tersebut lanjut dia, menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2025 dengan total anggaran mencapai Rp 1,4 milliar dan di kelola secara swakelola oleh tim yang dibentuk sekolah. Ia menuturkan, meski sudah disampaikan berulang-ulang kali kepada Kepala Sekolah, namun tidak digubris.

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 17:49 WIB

3,6 Km Irigasi Dibangun di Ngada, Wabup Dorong Sawah Petani Makin Produktif

Selasa, 22 September 2026 - 16:42 WIB

Polantas Genap 71 Tahun, Polres Ngada Teguhkan Semangat “Presisi, Mengabdi untuk Negeri”

Minggu, 20 September 2026 - 00:36 WIB

Musancab 2026, PKB Ngada Panaskan Mesin Politik: Bidik Tambahan Kursi di Legislatif

Sabtu, 19 September 2026 - 06:59 WIB

Uji Publik Data Gempa Golewa: 1.539 Rumah Diverifikasi, 953 Tak Masuk Kriteria

Jumat, 18 September 2026 - 11:51 WIB

15.722 Guncangan Tercatat! Nagekeo Perpanjang Tanggap Darurat hingga 27 September

Berita Terbaru

Peserta Parade IAWP 2026 dari berbagai negara berjalan dalam iring-iringan dengan membawa papan nama negara dan mengenakan seragam serta pakaian tradisional masing-masing. Parade berlangsung di kawasan Lapangan Puputan Renon, Denpasar, Bali.

TNI POLRI

450 Polwan dari 43 Negara Semarakkan Parade IAWP 2026 di Bali

Selasa, 22 Sep 2026 - 20:49 WIB