Festival Komodo Riung 2026 Berakhir, 36 UMKM Panen Cuan, Riung Bidik Panggung Nasional

Avatar photo

Jumat, 14 Agustus 2026 - 16:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penutupan Festival Komodo Riung 2026. (Foto: Elfrat Frans Dhena)

Penutupan Festival Komodo Riung 2026. (Foto: Elfrat Frans Dhena)

Bajawa.Metrosiar- Festival Komodo Riung 2026 resmi ditutup, Kamis (13/8/2026). Tiga hari perhelatan bukan sekadar meninggalkan panggung hiburan, tetapi juga meninggalkan satu target besar: menjadikan Riung sebagai destinasi wisata berbasis konservasi yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat dan menembus kalender event nasional.

Dari festival ini, sedikitnya 36 pelaku UMKM ikut merasakan denyut ekonomi. Produk lokal berupa kain, kuliner hingga aneka kerajinan dipasarkan kepada pengunjung yang memadati berbagai rangkaian kegiatan Festival Komodo Riung 2026.

Mewakili Bupati Ngada, Asisten II Setda Ngada sekaligus Ketua STIPER Flores Bajawa, Nicolaus Noywuli, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja bersama menyukseskan festival.

Menurut Nicolaus, Festival Komodo Riung menjadi contoh nyata bahwa pembangunan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, komunitas, tokoh adat, pemuda, aparat keamanan hingga pelaku pariwisata harus bergerak dalam satu irama.

“Kita semua telah terlibat merencanakan bersama, melaksanakan bersama dan menyelesaikan bersama,” ujar Nicolaus.

Ia menegaskan, keberhasilan festival tidak semata-mata diukur dari meriahnya acara. Lebih dari itu, festival harus mampu meninggalkan dampak nyata bagi masyarakat. Salah satunya terlihat dari geliat UMKM

Sebanyak 36 UMKM ikut mengambil bagian dengan memasarkan produk unggulan lokal. Aktivitas tersebut turut mendongkrak omzet pelaku usaha selama festival berlangsung.

Baca juga:  Mesti Jadi Pembeda, Asisten 2 Setda Ngada Minta KSP Kopdit Setiawan Pastikan Setiap Rupiah Yang Dipinjam Mampu Gerakkan Ekonomi Anggota

“Selama festival, 36 UMKM memasarkan produknya dan omzetnya bertambah banyak,” ungkap Nicolaus.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi sinyal bahwa pariwisata Riung memiliki potensi besar untuk menjadi mesin ekonomi masyarakat.

Komodo menjadi magnet, alam menjadi panggung, budaya menjadi identitas, sementara UMKM menjadi salah satu penerima manfaat langsung dari geliat wisata.

Namun, Nicolaus mengakui Festival Komodo Riung 2026 masih memiliki berbagai kekurangan. Baginya, kekurangan tersebut harus menjadi bahan evaluasi untuk membuat penyelenggaraan berikutnya semakin baik.

“Tidak ada gading yang tidak retak. Fokus kita bukan pada retaknya, tetapi pada kekuatan dan nilai ketangguhan kolaborasi bersama ini,” katanya.

Festival Komodo Riung juga menegaskan kembali kekayaan yang dimiliki wilayah Riung. Bukan hanya komodo, tetapi juga laut, pulau-pulau, mangrove, budaya serta berbagai aktivitas ekonomi masyarakat.

“Kita bersyukur memiliki kekayaan, di antaranya komodo, alam, budaya dan usaha ekonomi. Karena itu kita selenggarakan Festival Komodo Riung ini,” ujar Nicolaus.

Pesan konservasi itu kemudian diperkuat melalui kunjungan Bupati Ngada Raymundus Bena bersama jajaran BBKSDA NTT ke Pulau Ontoloe sehari setelah rangkaian festival. Rombongan melihat langsung habitat komodo, melakukan penanaman mangrove dan meninjau aktivitas usaha rumput laut masyarakat.

Rangkaian tersebut memperlihatkan arah besar Festival Komodo Riung: konservasi tidak boleh berdiri sendiri, tetapi harus berjalan beriringan dengan pariwisata dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Baca juga:  Kapolresta Tangerang Serap Aspirasi Masyarakat lewat Jumling dan Jumat Curhat

Karena itu, Festival Komodo Riung tidak ingin berhenti sebagai seremoni tahunan.

Penyelenggara menargetkan festival ini terus berkembang menjadi event yang lebih profesional, atraktif dan mampu mendatangkan lebih banyak wisatawan sekaligus memperluas pasar bagi produk masyarakat.

 

Target berikutnya bahkan lebih tinggi: mendorong Festival Komodo Riung masuk dalam kalender event nasional.

Jika target tersebut terealisasi, Riung tidak lagi hanya dikenal sebagai wilayah yang menyimpan habitat komodo. Riung diharapkan tampil sebagai salah satu destinasi wisata unggulan yang memiliki identitas kuat: konservasi, alam, budaya dan ekonomi lokal.

“Event Festival Komodo Riung akan terus kita selenggarakan sebagai event tahunan dengan keyakinan semakin baik, semakin profesional dan beragam atraksi yang memberikan dampak ekonomi yang baik bagi masyarakat Riung dan sekitar,” demikian pesan penyelenggara.

Dari Riung, sebuah slogan pun kembali digaungkan: “Di Komodo tidak ada Riung, di Riung ada Komodo.”

Festival boleh berakhir. Panggung boleh ditutup. Namun, pekerjaan besarnya baru dimulai.

Menjaga komodo, merawat alam, menghidupkan budaya, memperkuat UMKM dan membuka jalan bagi pariwisata Riung menuju panggung nasional.

Ngada Bangkit. Ngada Lestari. Ngada Sejahtera.*

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tapal Batas Ngada-Manggarai Timur Segera Dipatok, Pilar 1-4 Ditargetkan Terpasang Oktober
7.855 Rumah Rusak Akibat Gempa Ngada Masuk Tahap I, BNPB Segera Tindak Lanjuti
Gerindra DPR RI Gerak Cepat, Salurkan 10.000 Paket Sembako dan Selimut untuk Warga Terdampak Gempa NTT
Yunus Takandewa di Tengah Luka Gempa: Dari Beras, Telur hingga Kepedulian
Dojang Sapto Unjuk Keberanian di PORCAM Taekwondo Pasarkemis: Ajang Seleksi & Tryout POPDA 2028
545 Calon Jemaah Haji Jalani Tes Kebugaran dan Pemeriksaan Gratis
Kemenko Pangan Salurkan Rp1,2 Miliar, Korban Gempa Ngada Dapat Bantuan Tunai hingga Logistik
Naas! Minibus EB 1539 DI Terjun ke Jurang 50 Meter di Golewa Selatan, 2 Tewas
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 20:29 WIB

Tapal Batas Ngada-Manggarai Timur Segera Dipatok, Pilar 1-4 Ditargetkan Terpasang Oktober

Selasa, 29 September 2026 - 17:16 WIB

7.855 Rumah Rusak Akibat Gempa Ngada Masuk Tahap I, BNPB Segera Tindak Lanjuti

Selasa, 29 September 2026 - 12:54 WIB

Gerindra DPR RI Gerak Cepat, Salurkan 10.000 Paket Sembako dan Selimut untuk Warga Terdampak Gempa NTT

Selasa, 29 September 2026 - 08:25 WIB

Yunus Takandewa di Tengah Luka Gempa: Dari Beras, Telur hingga Kepedulian

Minggu, 27 September 2026 - 23:37 WIB

Dojang Sapto Unjuk Keberanian di PORCAM Taekwondo Pasarkemis: Ajang Seleksi & Tryout POPDA 2028

Berita Terbaru

Religi

Umroh Sambil Dukung Timnas, Ini Kesempatan Langka!

Selasa, 29 Sep 2026 - 15:34 WIB

Foto udara kondisi perbaikan Jalan Bayur Sangego, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Provinsi Banten, Selasa (15/9/26). (Sumber : Dinas Kominfo Kota Tangerang) (NOVAN NANDA AJITA)

Bisnis & Investasi

Empat Jalan Tangerang Tuntas, Akses Warga Kembali Lancar

Selasa, 29 Sep 2026 - 13:19 WIB