Metrosiar – Karang Taruna Kecamatan Kemiri mengeluarkan klarifikasi terkait protes yang dilakukan oleh beberapa pihak atas hasil pemilihan ketua Karang Taruna di Kecamatan Kemiri.
Diskusi dihadiri oleh Camat Kemiri, Sekcam Kemiri, Sekretaris Karang Taruna Kabupaten Tangerang, Komisioner, Ketua terpilih dan para undangan rapat dari berbagai Ormas dan OKP se-Kecamatan Kemiri yang diadakan di aula Kecamatan, pada Kamis 6 Februari 2025.
Pemilihan ketua Karang Taruna Kecamatan Kemiri yang diikuti oleh beberapa calon. Namun, beberapa oknum dari Organisasi Kepemudaan yang hadir merasa tidak puas dengan hasil pemilihan tersebut dan melakukan protes.
Dalam klarifikasi yang dikeluarkan oleh Ketua Karang Taruna Kabupaten Tangerang yang diwakilkan oleh Sekretarisnya Agus Budi Aji, mengatakan bahwa pemilihan ketua Karang Taruna Kecamatan Kemiri telah dilakukan secara demokratis dan transparan.
Pemilihan Ketua Karang Taruna Kecamatan dilakukan melalui temu karya Karang Taruna. Keputusan pemilihan ketua Karang Taruna diambil berdasarkan suara terbanyak dari seluruh Ketua Karang Tarung se-kecamatan Kemiri; 7 Karang Taruna dari Desa, 1 Karang Taruna dari Kabupaten dan 1 Karang Taruna Komisioner.
Agus Budi Aji menambahkan, pihaknya telah mematuhi semua prosedur dan aturan yang berlaku, dan untuk merubah struktur Ketua terpilih harus mengadakan musyawarah khusus bagi karang taruna Desa seluruh Kecamatan Kemiri.
“Di forum ini kami tidak berhak memutuskan apakah Ketua terpilih diganti atau tidak,” katanya.
Camat Kemiri Hendarto S., S.T.P., M.Si., menyampaikan terkait permasalahan tersebut untuk ditindaklanjuti.
“Bahwa teman-teman yang hadir akan berkirim surat baik ke kecamatan maupun ke kabupaten, untuk tindakan selanjutnya kita menunggu keputusan dari karang taruna kabupaten,” ucapnya.
“Dan terima kasih banyak kepada tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan OKP se-kecamatan Kemiri yang begitu perhatian dan cinta terhadap karang taruna, semoga keberatan yang disampaikan oleh teman-teman OKP dapat terselesaikan,” ungkapnya.
Dengan adanya diskusi klarifikasi ini, diharapkan semua pihak dapat memahami proses pemilihan yang telah dilakukan dan menjaga keharmonisan dalam organisasi.(*)









