Dana Fantastis!! 33 Poktan di Ngada Olah 1.341 Hektar Lahan Sawah, Kementan Gelontorkan 6 Miliar Lebih

Elfrat Dhena

Rabu, 15 Oktober 2025 - 09:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dana Fantastis!! 33 Poktan di Ngada Kelola 1.341 Hektar Lahan Sawah, Kementan Gelontorkan 6 Miliar Lebih. (Foto: Elfrat Frans Dhena)

Dana Fantastis!! 33 Poktan di Ngada Kelola 1.341 Hektar Lahan Sawah, Kementan Gelontorkan 6 Miliar Lebih. (Foto: Elfrat Frans Dhena)

Metrosiar-Ngada- Sebanyak 33 Kelompok Tani/P3A di Kabupaten Ngada “kecibratan rejeki” dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian RI.

Mendapatkan dana senilai Rp 6 miliar lebih dalam program kegiatan Optimasi Lahan (OPLAH) Non Rawa tahun 2025 memang sungguh fantastis.

Dana tersebut akan digunakan secara swakelola oleh sejumlah kelompok tani tersebut untuk mengolah lahan sawah seluas 1.341 hektar dan membangun irigasi tersier sepanjang 12,9 KM.

Hal ini disampaikan Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ngada, Fabianus Sebastianus Pesek dalam laporannya pada saat launching kegiatan OPLAH Non Rawa bertempat di P3A Wirase, Desa Loa, Kecamatan Soa, Selasa (14/10/25).

Fabianus menjelaskan, dalam rangka mendukung swasembada pangan nasional, Kementerian Pertanian (Kementan) RI, mengalokasikan program Optimasi Lahan Non Rawa di Kabupaten Ngada pada tahun 2025.

Program ini kata dia, bertujuan untuk meningkatkan produktivitas lahan secara berkelanjutan dengan memanfaatkan lahan sawah non rawa yang selama ini kurang optimalkan.

Menurut Fabi panggilan akrabnya, upaya tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden RI dalam mewujudkan kedaulatan pangan dan energi, memperkuat ekonomi nasional, serta meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Program ini juga sejalan dengan Panca Cita Bupati dan Wakil Bupati Ngada yang menekankan penguatan sektor pertanian dan ekonomi pedesaan, ujarnya menambahkan.

Fokus kegiatan OPLAH Non Rawa tahun 2025 ini lanjut dia, adalah peningkatan infrastruktur irigasi dan pemanfaatan lahan sawah non rawa yang meliputi peningkatan/perbaikan saluran irigasi, penguatan tanggul dan drainase pembuangan untuk mendukung percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) padi sawah non rawa.

Baca juga:  Hadiri PKKMB Stiper FB, Bupati Ngada Dorong Mahasiswa Jadi SDM Unggul untuk Daerah

Perkuat Ketahanan Pangan

Lebih lanjut Fabi menuturkan, maksud dari kegiatan OPLAH Non Rawa adalah untuk meningkatkan pemanfaatan lahan sawah non rawa yang belum diolah atau belum dimanfaatkan secara optimal, guna mendukung peningkatan produksi pangan nasional.

Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ngada, Fabianus Sebastianus Pesek.

Kegiatan ini merupakan bagian strategi dari pemerintah dalam rangka memperkuat ketahanan pangan dan.mewujudkan visi swasembada pangan secara berkelanjutan, ujar Fabi.

Tujuan dari kegiatan OPLAH Non Rawa ini sebut dia, meliputi: meningkatkan efisiensi dan efektivitas pemanfaatan lahan sawah non rawa, mendorong peningkatan produktivitas tanaman pangan, khususnya padi sawah, memperluas areal tanam dan meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dari 1 kali menjadi 2 atau 3 kali tanam dalam setahun, memperbaiki kondisi lahan dan sistem tata air menjadi optimal untuk mendukung budidaya pertanian, memberikan dukungan sarana pengolahan lahan melalui skema Bantuan Pemerintah (BANPEM), meningkatkan pendapatan dan kesejateraan petani melalui peningkatan hasil produksi.

Sasaran Kegiatan OPLAH Non Rawa

Fabianus menyebutkan, sasaran kegiatan OPLAH Non Rawa tahun 2025 di Kabupaten Ngada adalah: teralisasinya pengolahan lahan seluas 1.341 hektar lahan sawah non rawa, terbangunnya saluran irigasi tersier sepanjang 12,9 KM dengan dimensi saluran yang disesuaikan dengan kondisi sumber air, terlibatnya 33 kelompok tani/P3A dalam kegiatan OPLAH Non Rawa di 5 Kecamatan yakni Soa, Bajawa, Bajawa Utara, Golewa Barat dan Golewa Selatan; meningkatnya luas tanam dan produksi padi sawah di lahan non rawa.

Baca juga:  INFORMASI LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH (ILPPD) KABUPATEN NGADA TAHUN 2024

Adapun kelompok tani penerima manfaat tersebut antara lain:

Kecamatan Soa : 24 kelompok, luas lahan 1040 Ha, total anggaran Rp 4.784.000.000
Kecamatan Bajawa : 1 kelompok, luas lahan 40 Ha, total anggaran Rp 184.000.000
Kecamatan Bajawa Utara : 3 kelompok, luas lahan 93 Ha, total anggaran Rp 450.800.000
Kecamatan Golewa Barat : 2 kelompok, luas lahan 64 Ha, total anggaran Rp 294.400.000
Kecamatan Golewa Selatan : 3 kelompok, luas lahan 104 Ha, total anggaran Rp 474.400.000
Total anggaran fisik konstruksi Rp 6.168.600.000.

Swakelola Oleh Kelompok Tani

Lebih jauh Fabi mengungkapkan, pelaksanaan kegiatan OPLAH Non Rawa di Kabupaten Ngada dilaksanakan secara swakelola oleh kelompok tani penerima manfaat sendiri dengan pola partisipatif yaitu “Dari Petani, Oleh Petani, dan Untuk Petani”.

Dalam rangka menyukseskan kegiatan dimaksud tutur Fabi berharap kepada 33 kelompok penerima manfaat yang melaksanakan pekerjaan fisik konstruksi pembangunan saluran tersier di masing-masing wilayahnya agar penyelesaiannya tepat waktu yakni 60 hari kalender sesuai kontrak.

Namun demikian, Ia juga mengingatkan agar volume pekerjaan harus sesuai dan tidak mengabaikan kualitas pekerjaan.

“Ini milik kalian dan kalian sendiri yang mengerjakannya, jaga kualitasnya sebab kalian sendiri juga yang memanfaatkannya,” ketus Fabi.

Ia pun berharap, kegiatan Optimasi Lahan Non Rawa di Kabupaten Ngada dapat mewujudkan peningkatan produksi dan produktivitas yang signifikan, sehingga mendukung ketahanan pangan, meningkatkan pendapatan petani, serta berkontribusi pada pencapaian swasembada pangan nasional.*?

Editor : Frans Dhena

Sumber Berita: Metrosiar

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pesta Gol! Makmur Jaya Jr Tampil Menggila di Belajen Cup 1
Tiga Kali Juara, Sekali Makna: RECIS Treble Winner, Baldus Daga Sebut Semua Karena Tuhan
11 Ketua RT RW 011 Resmi Dilantik, Ini Harapan Besar dari Lurah!
Hattrick Berkelas! SMA Recis Bajawa Kembali Boyong Piala Unika St. Paulus Ruteng
Pipa Air Tiba-Tiba Meledak di Rondo, Jalan Berubah Licin!
Hari Pers Sedunia, Kapolres Serang Blak-blakan Soal Kebebasan Media
Bukan Atlet Biasa! 5 Anak dari Satu Keluarga Borong Medali di Tangsel Open 2026
Kawal Ketat PIP, Fridus Muga Kumpulkan Kepsek: Data Harus Valid, Bantuan Tak Boleh Salah Sasaran
Berita ini 82 kali dibaca
Mendapatkan dana senilai Rp 6 miliar lebih dalam program kegiatan Optimasi Lahan (OPLAH) Non Rawa tahun 2025 memang sungguh fantastis. Dana tersebut akan digunakan secara swakelola oleh sejumlah kelompok tani tersebut untuk mengolah lahan sawah seluas 1.341 hektar dan membangun irigasi tersier sepanjang 12,9 KM.

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 13:07 WIB

Pesta Gol! Makmur Jaya Jr Tampil Menggila di Belajen Cup 1

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:22 WIB

Tiga Kali Juara, Sekali Makna: RECIS Treble Winner, Baldus Daga Sebut Semua Karena Tuhan

Minggu, 3 Mei 2026 - 21:23 WIB

Hattrick Berkelas! SMA Recis Bajawa Kembali Boyong Piala Unika St. Paulus Ruteng

Minggu, 3 Mei 2026 - 21:16 WIB

Pipa Air Tiba-Tiba Meledak di Rondo, Jalan Berubah Licin!

Minggu, 3 Mei 2026 - 21:01 WIB

Hari Pers Sedunia, Kapolres Serang Blak-blakan Soal Kebebasan Media

Berita Terbaru

Pemain Makmur Jaya FC (jersey biru muda) berusaha melewati hadangan pemain Kodingeh FC dalam laga Turnamen Belajen Cup 1. Makmur Jaya tampil dominan dan menutup pertandingan dengan kemenangan telak 7-0.

Nusantara

Pesta Gol! Makmur Jaya Jr Tampil Menggila di Belajen Cup 1

Senin, 4 Mei 2026 - 13:07 WIB

Kondisi sepeda motor korban yang mengalami kerusakan parah setelah terlibat kecelakaan dengan kendaraan roda empat di depan RS Bethsaida.

Peristiwa & Bencana

Detik-Detik Driver Ojol Ditabrak 2 Mobil di Depan RS Bethsaida

Senin, 4 Mei 2026 - 12:16 WIB

Kapolresta Tangerang Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah (tengah) berfoto bersama tim peserta Pekan Olahraga Buruh usai pertandingan cabang sepak bola.

Olahraga

Dramatis! Polresta FC Kandas di Final Pekan Olahraga Buruh

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:08 WIB