BMKG Peringatkan Potensi Hujan Ekstrem di Indonesia hingga 11 Juli 2025, Warga Diminta Siaga!

Rabu, 9 Juli 2025 - 13:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Logo resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Republik Indonesia. (Istimewa)

Logo resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Republik Indonesia. (Istimewa)

Metrosiar – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan serius terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan melanda berbagai wilayah Indonesia hingga 11 Juli 2025. Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah daerah dalam menghadapi kondisi tersebut.

Dalam keterangannya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Dwikorita menyampaikan bahwa pola hujan dengan intensitas tinggi akan terus terjadi dan bergerak dari wilayah barat menuju wilayah tengah dan timur Indonesia.

“Ini (hujan ekstrem) potensinya paling tidak sepekan ke depan itu masih bisa terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Tidak hanya di Jawa Barat, DKI, itu bahkan nanti setelah tanggal 8 itu bergerak ke Wilayah Indonesia Tengah, terus nanti ke timur,” ujarnya, dilansir pada Rabu (9/7/2025).

Baca juga:  Bupati Tangerang Pantau Gerakan Pangan Murah di Kecamatan Balaraja, Upaya Pemenuhan Kebutuhan Pokok di Bulan Ramadan

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan peringatan dini ini dan mengimbau untuk menjaga kebersihan lingkungan serta mempersiapkan langkah mitigasi, khususnya di wilayah rawan banjir seperti DKI Jakarta.

“Bahkan, kadang-kadang dengan Pak Gubernur kami chat juga ya, DKI lalu Jawa Barat. Beberapa gubernur kami lakukan koordinasi itu agar ada persiapan-persiapan,” tutur Dwikorita.

BMKG sendiri telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem sejak 28 Juni 2025 dan kembali memperbaruinya pada 3 Juli 2025. Peringatan ini berlaku dari tanggal 4 hingga 11 Juli 2025, dan akan terus diperbaharui setiap tiga hari.

Baca juga:  Lurah Kutabaru, Ini Harapan Besar dari Posyandu Cahaya 05

Selain DKI Jakarta dan Jawa Barat, Dwikorita juga menekankan bahwa pemerintah daerah lain harus ikut serta mengantisipasi dampak yang mungkin terjadi akibat curah hujan tinggi ini.

“Kami imbau untuk menjaga lingkungan, jangan membuang sampah sembarangan, serta menyiapkan pompa, terutama wilayah DKI Jakarta,” ungkapnya.

Untuk menghindari dampak yang lebih luas, masyarakat diminta aktif memantau informasi terkini dari BMKG melalui kanal resmi yang tersedia. Kewaspadaan dan kesiapsiagaan dinilai menjadi kunci dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang dipicu oleh cuaca ekstrem ini.(*)

Editor : Ahmad

Sumber Berita: metrosiar.com

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Tangerang Hadir di Paskah GKB Aletheia, Tegaskan Tak Ada Larangan Ibadah
Rakernis Bidkum 2026 Dibuka, Kapolda Banten Tekankan Hukum Harus Adaptif dan Berkeadilan
40 Negara Kompak “Perang” Vape, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Aset Amburadul & Pajak Menunggak, Pemda Ngada Bergerak!
Jembatan Merah Putih Presisi Dibangun Kilat, Target Rampung 2 Bulan!
Meter Air Buram dan Rusak Kini Bisa Diganti Gratis, Ini Caranya
Mahkamah Agung Menghentikan Diskriminasi Hukum Terhadap Hendra Lie, Gus Rofi : “Harusnya Korupsinya Di Usut”
Mengupas Rahasia Hidup Tenang, Komunitas RUBIK Hadirkan Kajian Bersama Ust Kiswoko Al Ghifari S.Pd

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 23:26 WIB

Bupati Tangerang Hadir di Paskah GKB Aletheia, Tegaskan Tak Ada Larangan Ibadah

Jumat, 24 April 2026 - 06:05 WIB

Rakernis Bidkum 2026 Dibuka, Kapolda Banten Tekankan Hukum Harus Adaptif dan Berkeadilan

Jumat, 24 April 2026 - 00:45 WIB

40 Negara Kompak “Perang” Vape, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Kamis, 23 April 2026 - 22:44 WIB

Aset Amburadul & Pajak Menunggak, Pemda Ngada Bergerak!

Kamis, 23 April 2026 - 22:01 WIB

Jembatan Merah Putih Presisi Dibangun Kilat, Target Rampung 2 Bulan!

Berita Terbaru

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Ngada Yohanes Ghae (tengah) didampingi jajaran perangkat daerah saat memberikan keterangan usai apel gabungan terkait penertiban aset dan kepatuhan pajak kendaraan dinas di halaman Kantor Bupati Ngada.

Nusantara

Aset Amburadul & Pajak Menunggak, Pemda Ngada Bergerak!

Kamis, 23 Apr 2026 - 22:44 WIB