Metrosiar – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan serius terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan melanda berbagai wilayah Indonesia hingga 11 Juli 2025. Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah daerah dalam menghadapi kondisi tersebut.
Dalam keterangannya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Dwikorita menyampaikan bahwa pola hujan dengan intensitas tinggi akan terus terjadi dan bergerak dari wilayah barat menuju wilayah tengah dan timur Indonesia.
“Ini (hujan ekstrem) potensinya paling tidak sepekan ke depan itu masih bisa terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Tidak hanya di Jawa Barat, DKI, itu bahkan nanti setelah tanggal 8 itu bergerak ke Wilayah Indonesia Tengah, terus nanti ke timur,” ujarnya, dilansir pada Rabu (9/7/2025).
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan peringatan dini ini dan mengimbau untuk menjaga kebersihan lingkungan serta mempersiapkan langkah mitigasi, khususnya di wilayah rawan banjir seperti DKI Jakarta.
“Bahkan, kadang-kadang dengan Pak Gubernur kami chat juga ya, DKI lalu Jawa Barat. Beberapa gubernur kami lakukan koordinasi itu agar ada persiapan-persiapan,” tutur Dwikorita.
BMKG sendiri telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem sejak 28 Juni 2025 dan kembali memperbaruinya pada 3 Juli 2025. Peringatan ini berlaku dari tanggal 4 hingga 11 Juli 2025, dan akan terus diperbaharui setiap tiga hari.
Selain DKI Jakarta dan Jawa Barat, Dwikorita juga menekankan bahwa pemerintah daerah lain harus ikut serta mengantisipasi dampak yang mungkin terjadi akibat curah hujan tinggi ini.
“Kami imbau untuk menjaga lingkungan, jangan membuang sampah sembarangan, serta menyiapkan pompa, terutama wilayah DKI Jakarta,” ungkapnya.
Untuk menghindari dampak yang lebih luas, masyarakat diminta aktif memantau informasi terkini dari BMKG melalui kanal resmi yang tersedia. Kewaspadaan dan kesiapsiagaan dinilai menjadi kunci dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang dipicu oleh cuaca ekstrem ini.(*)
Editor : Ahmad
Sumber Berita: metrosiar.com









