Bank Sampah di Banyumas Efektif Tekan Timbunan Sampah dan Gas Rumah Kaca

Minggu, 28 September 2025 - 18:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bank sampah di Banyumas terbukti kurangi sampah TPA, tekan emisi karbon, dan tingkatkan pendapatan warga. (Dok. DLH Banyumas)

Bank sampah di Banyumas terbukti kurangi sampah TPA, tekan emisi karbon, dan tingkatkan pendapatan warga. (Dok. DLH Banyumas)

Metrosiar – Bank sampah kini dipandang sebagai garda terdepan dalam upaya mitigasi perubahan iklim di Kabupaten Banyumas.

Melalui sistem pengelolaan berbasis masyarakat, bank sampah tidak hanya membantu menekan emisi gas rumah kaca, tetapi juga mengajak warga lebih bijak memperlakukan sampah sebagai sumber daya bernilai ekonomi.

Penyuluh Lingkungan Hidup Ahli Muda Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyumas, R. Stephanus Sigit S.P., S.Hut, menegaskan efektivitas peran bank sampah, terutama di lokasi Program Kampung Iklim (ProKlim).

“Dengan adanya bank sampah, masyarakat dapat memilah, mengolah, hingga menjual kembali sampah. Dampaknya tidak hanya pada lingkungan, tapi juga menambah pendapatan warga,” ujarnya.

Hingga 2025, tercatat ada 91 lokasi ProKlim di Banyumas dengan tingkatan Pratama, Madya, Utama, hingga Lestari.

Baca juga:  Putra Papua Pegang Kendali Humas Polri, Ketua PW-FRN Sampaikan Pesan Khusus

Beberapa di antaranya telah memiliki bank sampah berbadan hukum, seperti Bank Sampah Ramah di Kelurahan Kober, Bank Sampah Andalas di Desa Alasmalang, serta Bank Sampah Cikidang Bersih Lestari di Desa Cikidang.

Aktivitas bank sampah di wilayah ProKlim meliputi pengumpulan dan pemilahan, pengolahan sampah organik menjadi kompos, hingga daur ulang plastik, kertas, maupun logam.

Sejumlah unit bahkan mengembangkan inovasi, misalnya mengolah kulit durian dan limbah plastik menjadi sumber energi baru terbarukan.

Sigit menjelaskan, sistem ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Pengelolaan Sampah dan aturan daerah yang menekankan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

“Paradigma lama membuang sampah ke TPA harus ditinggalkan. Kini sampah dipandang sebagai sumber daya yang bisa dimanfaatkan untuk energi, pupuk, maupun bahan baku industri,” katanya.

Baca juga:  Desa Klebet mengukir sejarah baru Sebagai Juara Pik2 Cup Kecamatan Kemiri Tahun 2025

Selain aspek lingkungan, keberadaan bank sampah juga menjadi wadah edukasi bagi masyarakat agar terbiasa mengurangi plastik sekali pakai, mengolah sampah organik, serta memanfaatkan kembali barang bekas.

Ia menambahkan, pengembangan bank sampah di Banyumas masih perlu diperluas lewat kerja sama pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.

“Semakin banyak bank sampah terbentuk, semakin besar kontribusi Banyumas dalam menekan emisi gas rumah kaca. Ini sejalan dengan target menjaga kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat,” tutur Sigit.*

Editor : Nedu Wodo Mezhe

Sumber Berita: dlhkabbanyumas.org

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Tangerang Hadir di Paskah GKB Aletheia, Tegaskan Tak Ada Larangan Ibadah
Rakernis Bidkum 2026 Dibuka, Kapolda Banten Tekankan Hukum Harus Adaptif dan Berkeadilan
40 Negara Kompak “Perang” Vape, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Aset Amburadul & Pajak Menunggak, Pemda Ngada Bergerak!
Jembatan Merah Putih Presisi Dibangun Kilat, Target Rampung 2 Bulan!
Meter Air Buram dan Rusak Kini Bisa Diganti Gratis, Ini Caranya
Mahkamah Agung Menghentikan Diskriminasi Hukum Terhadap Hendra Lie, Gus Rofi : “Harusnya Korupsinya Di Usut”
Mengupas Rahasia Hidup Tenang, Komunitas RUBIK Hadirkan Kajian Bersama Ust Kiswoko Al Ghifari S.Pd
DLH Banyumas kembangkan bank sampah berbasis masyarakat untuk edukasi, ekonomi, dan kelestarian lingkungan.

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 23:26 WIB

Bupati Tangerang Hadir di Paskah GKB Aletheia, Tegaskan Tak Ada Larangan Ibadah

Jumat, 24 April 2026 - 06:05 WIB

Rakernis Bidkum 2026 Dibuka, Kapolda Banten Tekankan Hukum Harus Adaptif dan Berkeadilan

Jumat, 24 April 2026 - 00:45 WIB

40 Negara Kompak “Perang” Vape, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Kamis, 23 April 2026 - 22:44 WIB

Aset Amburadul & Pajak Menunggak, Pemda Ngada Bergerak!

Kamis, 23 April 2026 - 22:01 WIB

Jembatan Merah Putih Presisi Dibangun Kilat, Target Rampung 2 Bulan!

Berita Terbaru

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Ngada Yohanes Ghae (tengah) didampingi jajaran perangkat daerah saat memberikan keterangan usai apel gabungan terkait penertiban aset dan kepatuhan pajak kendaraan dinas di halaman Kantor Bupati Ngada.

Nusantara

Aset Amburadul & Pajak Menunggak, Pemda Ngada Bergerak!

Kamis, 23 Apr 2026 - 22:44 WIB