Banjir Rendam Perumahan Graha Kayu Agung Sepatan, Warga Menjerit Harap Solusi Permanen

Senin, 12 Januari 2026 - 15:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten Tangerang, Metrosiar — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Tangerang sejak Minggu (11/1/2026) malam hingga Senin dini hari menyebabkan banjir di sejumlah kawasan permukiman. Salah satu wilayah yang terdampak cukup parah adalah Perumahan Graha Kayu Agung, Kecamatan Sepatan. Ketinggian air di beberapa titik dilaporkan mencapai lutut orang dewasa, bahkan merendam hampir seluruh kawasan perumahan. Senin (12/1/2026)

Banjir Perum Graha Kayu Agung dok pribadi
Banjir Perum Graha Kayu Agung dok pribadi

Genangan air mulai memasuki permukiman warga sejak dini hari dan terus bertahan hingga pagi. Aktivitas warga pun lumpuh. Sejumlah rumah terendam, perabotan rusak, dan akses keluar-masuk perumahan terputus akibat air yang menggenang di jalan lingkungan.

Berdasarkan pantauan di lokasi, ketinggian air banjir di luar rumah warga berkisar antara 60 hingga 80 sentimeter. Sedikitnya 100 persen rumah di Perumahan Graha Kayu Agung terendam air. Warga terpaksa mengamankan barang-barang seadanya ke tempat yang lebih tinggi, sementara sebagian lainnya memilih bertahan di dalam rumah.

Ketua RT 07 RW 05 Perumahan Graha Kayu Agung, Pak Hendra, mengatakan banjir di wilayahnya bukan kali pertama terjadi. Menurut dia, banjir hampir menjadi peristiwa tahunan yang terus berulang dan sangat berdampak pada kehidupan warga.

Baca juga:  Bupati Tangerang Apresiasi Peran Rumah Kebangsaan dalam Mendorong Gagasan Mahasiswa

“Di lingkungan RW 05, banjir seperti ini hampir setiap tahun terjadi. Warga kami sebagian besar ekonominya menengah ke bawah, sehingga setiap banjir menimbulkan kerugian besar, terutama peralatan rumah tangga,” ujar Hendra saat ditemui, Senin.

Ia menuturkan, banjir tidak hanya merusak perabotan rumah tangga, tetapi juga mengganggu aktivitas ekonomi warga. Banyak di antara mereka yang harus absen bekerja karena rumah terendam air dan lingkungan tidak bisa dilalui kendaraan.

Hendra menjelaskan, salah satu penyebab utama banjir adalah buruknya sistem drainase di kawasan perumahan. Saluran pembuangan air dinilai tidak memiliki jalur yang jelas dan tidak terintegrasi dengan baik ke saluran utama desa.

Permasalahan tersebut, kata dia, diperparah oleh kondisi kontur perumahan yang lebih rendah dibandingkan jalan desa. Akibatnya, air hujan tidak dapat mengalir keluar dan justru menggenang di dalam kawasan permukiman.

“Saluran pembuangan airnya tidak jelas jalurnya. Saat pembangunan dulu, pihak pengembang tidak melibatkan warga. Akhirnya, posisi perumahan lebih rendah dari jalan desa dan pembuangan air tidak berjalan dengan baik,” katanya.

Baca juga:  Mandi Pagi: Kebiasaan Sehat yang Membantu Menyegarkan Tubuh dan Pikiran

Warga pun berharap pemerintah daerah segera turun tangan secara langsung untuk memberikan solusi nyata. Normalisasi saluran air dan perbaikan sistem drainase dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar banjir tidak terus berulang setiap musim hujan.

“Kami berharap kehadiran pemerintah bisa langsung melihat kondisi di lapangan dan memberikan solusi. Jangan sampai banjir ini terus menjadi masalah tahunan tanpa penyelesaian,” ucap Hendra.

Menurut warga, penanganan sementara seperti penyedotan air atau pembersihan saluran tidak cukup. Diperlukan solusi permanen dan terencana, termasuk penataan ulang drainase, pelebaran saluran air, serta koordinasi lintas wilayah agar aliran air tidak terhambat.

Banjir Perum Graha Kayu Agung dok pribadi
Banjir Perum Graha Kayu Agung dok pribadi

Hingga Senin siang, genangan air masih terlihat di sejumlah titik dan warga terus bersiaga mengantisipasi hujan susulan. Mereka berharap, perhatian serius dari pemerintah daerah dapat segera diwujudkan agar Perumahan Graha Kayu Agung terbebas dari ancaman banjir yang terus menghantui setiap tahunnya.

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Tangerang Hadir di Paskah GKB Aletheia, Tegaskan Tak Ada Larangan Ibadah
Rakernis Bidkum 2026 Dibuka, Kapolda Banten Tekankan Hukum Harus Adaptif dan Berkeadilan
40 Negara Kompak “Perang” Vape, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Aset Amburadul & Pajak Menunggak, Pemda Ngada Bergerak!
Jembatan Merah Putih Presisi Dibangun Kilat, Target Rampung 2 Bulan!
Meter Air Buram dan Rusak Kini Bisa Diganti Gratis, Ini Caranya
Mahkamah Agung Menghentikan Diskriminasi Hukum Terhadap Hendra Lie, Gus Rofi : “Harusnya Korupsinya Di Usut”
Mengupas Rahasia Hidup Tenang, Komunitas RUBIK Hadirkan Kajian Bersama Ust Kiswoko Al Ghifari S.Pd

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 23:26 WIB

Bupati Tangerang Hadir di Paskah GKB Aletheia, Tegaskan Tak Ada Larangan Ibadah

Jumat, 24 April 2026 - 06:05 WIB

Rakernis Bidkum 2026 Dibuka, Kapolda Banten Tekankan Hukum Harus Adaptif dan Berkeadilan

Jumat, 24 April 2026 - 00:45 WIB

40 Negara Kompak “Perang” Vape, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Kamis, 23 April 2026 - 22:44 WIB

Aset Amburadul & Pajak Menunggak, Pemda Ngada Bergerak!

Kamis, 23 April 2026 - 22:01 WIB

Jembatan Merah Putih Presisi Dibangun Kilat, Target Rampung 2 Bulan!

Berita Terbaru

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Ngada Yohanes Ghae (tengah) didampingi jajaran perangkat daerah saat memberikan keterangan usai apel gabungan terkait penertiban aset dan kepatuhan pajak kendaraan dinas di halaman Kantor Bupati Ngada.

Nusantara

Aset Amburadul & Pajak Menunggak, Pemda Ngada Bergerak!

Kamis, 23 Apr 2026 - 22:44 WIB