Metrosiar – Isu keaslian ijazah Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menjadi sorotan publik Indonesia.
Kali ini, perdebatan tersebut berfokus pada ijazah semasa beliau menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Atas (SMA).
Menanggapi hal ini, Bareskrim Polri memberikan klarifikasi resmi.
Dalam konferensi pers yang digelar pada Kamis (22/5/25) di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Brigjen Djuhandani Rahardjo Puro, selaku Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri, menyatakan bahwa Jokowi adalah lulusan asli SMA 6 Surakarta.
“Penyelidik menemukan fakta Bapak Ir Joko Widodo adalah benar lulusan SMA 6 Surakarta yang juga merupakan SMPP Surakarta pada tahun 1980,” ungkap Rahardjo.
Lebih lanjut, ia menegaskan keaslian ijazah Presiden Jokowi telah melalui proses uji laboratorium untuk memastikan keabsahannya.
Ijazah tersebut diverifikasi berdasarkan berbagai elemen penting, mulai dari bahan hingga teknik pencetakan.
“Melalui bukti, satu, adanya asli surat tanda tamat belajar nomor 26916 atas nama Joko Widodo yang telah diuji secara laboratorium berikut sampel pembanding dari tiga rekan pada masa bersekolah di SMA 6 Surakarta,” terang Rahardjo.
Ia menambahkan pemeriksaan dilakukan dengan membandingkan ijazah Jokowi dengan dokumen milik rekan seangkatan di sekolah yang sama.
Pemeriksaan tersebut mencakup bahan kertas, teknik cetak, hingga tinta tanda tangan.
“Meliputi bahan kertas, pengaman kertas, teknik cetak, tinta tulisan tangan, cap stempel, dan tinta tanda tangan milik Dekan dan Rektor,” jelasnya.
Hasil analisis menunjukkan bahwa ijazah Presiden Jokowi memiliki kesamaan identik dengan dokumen pembanding yang diuji.
“Dan penelitian tersebut maka antara bukti dan pembanding identik berasal dari satu produk yang sama,” tukas Rahardjo.(*)
Editor : Nedu Wodo Mezhe









