Waspada! Bank Indonesia Ingatkan Maraknya Bukti Transfer Palsu Bermodal AI

Minggu, 13 April 2025 - 08:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi bukti transfer palsu hasil editan AI di layar ponsel, lengkap dengan tanggal, nominal, dan nomor referensi mencurigakan. (Pixabay)

Ilustrasi bukti transfer palsu hasil editan AI di layar ponsel, lengkap dengan tanggal, nominal, dan nomor referensi mencurigakan. (Pixabay)

 

Metrosiar – Bank Indonesia (BI) mengeluarkan imbauan penting kepada seluruh nasabah perbankan untuk lebih berhati-hati saat menerima bukti transaksi melalui perangkat seluler.

Peringatan ini menyusul maraknya aksi penipuan dengan modus bukti transfer palsu yang dibuat menggunakan teknologi artificial intelligence (AI).

“Sobat Rupiah, perkembangan digital membuat hidup semakin mudah, tapi celah penipuan juga ikut berkembang. Salah satunya, bukti transfer palsu hasil manipulasi teknologi AI yang kini ramai digunakan pelaku kejahatan,” demikian disampaikan Bank Indonesia lewat akun Instagram resminya pada Sabtu, 12 April 2025.

BI menekankan pentingnya ketelitian dalam memeriksa bukti transfer yang diterima.

Baca juga:  Polda Banten Bongkar Sindikat Uang Palsu, Ribuan Lembar Rupiah dan Dolar Disita

Nasabah dianjurkan untuk memastikan dana yang tertera memang benar-benar telah masuk ke rekening.

Langkah pencegahan lainnya adalah dengan mengaktifkan notifikasi transaksi di aplikasi perbankan masing-masing.

“Cek kejanggalan, misalnya di bagian nomor referensi dan tanggal transfer. Jika dana belum diterima, laporkan ke penyelenggara (pihak bank tempat nasabah menyimpan uang),” lanjut imbauan dari Bank Indonesia.

Baca juga:  Premanisme Ormas di Indonesia Lebih Parah dari Vietnam, Menanti Janji Polisi Tindak Tegas

Apabila penyelesaian dari pihak bank belum memuaskan, nasabah juga dapat melaporkan kasus tersebut langsung ke Bank Indonesia.

Laporan bisa dikirim melalui email ke bicara@bi.go.id, situ bicara131.bi.go.id atau dengan mengunjungi kantor BI terdekat.

Fenomena ini mencuat setelah unggahan viral di platform X (dulu Twitter) yang memperlihatkan bukti transfer palsu.

Dalam unggahan tersebut, dijelaskan bahwa pelaku penipuan memanfaatkan aplikasi berbasis AI untuk mengedit bukti transaksi dan mengirimkannya kepada korban.(*)

Editor : Ndaya Coya Wodo

Sumber Berita: Bank Indonesia

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sungai Cisadane Tercemar, Aktivis Desak KLH dan Polisi Tetapkan Tersangka: PT Biotek dan Pengelola Taman Tekno BSD Diduga Lalai
Polresta Tangerang Lakukan Penyelidikan Kasus Pembunuhan Suami Diduga oleh Istri di Tigaraksa
Terungkap! Modus Lowongan Kerja Restoran Berujung Perdagangan Orang, Pasutri di Banten Ditangkap
Komisi III DPR RI Meminta Polri Dan Kejaksaan Tidak Menghentikan Kasus Penjambretan Di Sleman
Kawal Kasus Mafia Tanah Kupang Timur, Hendrikus Djawa LP2TRI Desak Kepastian Hukum di Polda NTT, Soroti Kinerja Pengacara
Vape dan Minuman Energi Ternyata Berisi Narkotika, Sindikat Internasional Dibongkar di Bandara
Reaksi Pemerintah RI Setelah Pemerintah AS Menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro
Nadiem Jalankan Pengadaan Chromebook Semata Untuk Kepentingan Bisnis Pribadi
Waspadai bukti transfer palsu hasil editan AI. Kenali ciri-cirinya dan lindungi diri dari modus penipuan digital yang makin canggih.

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 17:52 WIB

Sungai Cisadane Tercemar, Aktivis Desak KLH dan Polisi Tetapkan Tersangka: PT Biotek dan Pengelola Taman Tekno BSD Diduga Lalai

Jumat, 6 Maret 2026 - 18:48 WIB

Polresta Tangerang Lakukan Penyelidikan Kasus Pembunuhan Suami Diduga oleh Istri di Tigaraksa

Kamis, 5 Maret 2026 - 21:56 WIB

Terungkap! Modus Lowongan Kerja Restoran Berujung Perdagangan Orang, Pasutri di Banten Ditangkap

Jumat, 30 Januari 2026 - 16:32 WIB

Komisi III DPR RI Meminta Polri Dan Kejaksaan Tidak Menghentikan Kasus Penjambretan Di Sleman

Kamis, 8 Januari 2026 - 02:20 WIB

Kawal Kasus Mafia Tanah Kupang Timur, Hendrikus Djawa LP2TRI Desak Kepastian Hukum di Polda NTT, Soroti Kinerja Pengacara

Berita Terbaru

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Ngada Yohanes Ghae (tengah) didampingi jajaran perangkat daerah saat memberikan keterangan usai apel gabungan terkait penertiban aset dan kepatuhan pajak kendaraan dinas di halaman Kantor Bupati Ngada.

Nusantara

Aset Amburadul & Pajak Menunggak, Pemda Ngada Bergerak!

Kamis, 23 Apr 2026 - 22:44 WIB