Bareskrim Polri Bongkar Kasus Gas Oplosan di Jakarta, Kerugian Capai Rp16 Miliar

Avatar photo

Jumat, 23 Mei 2025 - 15:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret ilustrasi gas elpiji seberat 3 kilogram (kg) bersubsidi yang dioplos di Jakarta. (X.com/@begnaumwsg).

Potret ilustrasi gas elpiji seberat 3 kilogram (kg) bersubsidi yang dioplos di Jakarta. (X.com/@begnaumwsg).

Metrosiar – Bareskrim Polri berhasil mengungkap kasus pengoplosan gas elpiji subsidi di dua wilayah DKI Jakarta, yakni Jakarta Utara dan Jakarta Timur. Dalam operasi tersebut, total 10 pelaku ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka.

“Dalam kasus ini, kerugian negara diperkirakan mencapai Rp16 miliar. Untuk di TKP Jakarta Utara perkiraan sekitar Rp2.340.800.000. Untuk TKP Jakarta Timur sejumlah Rp14.460.600.000,” ujar Dirtipidter Bareskrim Polri, Brigjen Nunung Syaifudin, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (22/5/25).

Pengungkapan Kasus di Jakarta Utara

Kasus pertama terungkap di Jakarta Utara pada 17 Mei 2025. Polisi menangkap lima tersangka yang kedapatan memindahkan isi gas elpiji subsidi 3 kilogram ke tabung non-subsidi berukuran 12 kilogram.

Baca juga:  Bareskrim Polri Bongkar Kasus Pengoplosan Gas LPG 3 Kg, Keuntungan Rp 10 Miliar, Lima Tersangka Ditahan

“Jadi ini tertangkap tangan, pemindahan atau penyuntikan isi gas dari tabung subsidi 3 kilogram, dipindah ke tabung gas non subsidi 12 kilogram,” jelas Nunung.

Dari lokasi, aparat mengamankan 699 tabung gas elpiji bersubsidi, enam regulator, satu timbangan elektronik, dan dua unit mobil pikap yang digunakan untuk mengangkut tabung.

Modus Serupa di Jakarta Timur

Kasus kedua terungkap di Jakarta Timur pada 22 Mei 2025, dengan lima pelaku ditangkap. Polisi menyita 462 tabung gas elpiji berbagai ukuran.

“Modusnya (yang Jakarta Timur) penyuntikan atau memindahkan isi ke tabung gas non subsidi dengan ukuran 12 kilogram, 50 kilogram, dan 5,5 kilogram, serta menjualnya di berbagai wilayah di Jakarta,” kata Nunung.

Baca juga:  Riung Disiapkan Jadi Ikon Pariwisata Berkelanjutan Flores, BDN: Masyarakat Harus Jadi Pelaku Utama

Salah satu tersangka berperan sebagai pemodal dan pengendali proses mulai dari penyuntikan hingga distribusi. Sementara pelaku lainnya bertugas menyuntik dan mengangkut tabung.

Ancaman Pidana

Para pelaku dijerat Pasal 40 angka 9 UU Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja, yang merupakan perubahan atas Pasal 55 UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP, dengan ancaman pidana penjara hingga enam tahun.

“Melalui penegakan hukum ini kami berharap dapat menimbulkan efek jera bagi pelaku serta peringatan bagi pihak lain agar tidak melakukan tindakan serupa,” tukas Nunung.(*)

Editor : Lisan Al-Ghaib

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Reshuffle Birokrasi Ngada! Ray Bena Lantik 11 Pejabat Eselon II, Sejumlah Jabatan Strategis Masih Kosong
PG-PAUD STKIP Citra Bakti Gandeng Monash University Australia, Perkuat Riset dan Kolaborasi Internasional
FPK Ngada Angkat Suara! Kecam Ujaran Kebencian di Medsos, Serukan Persatuan dan Kerukunan Antar-Suku
Puluhan Tahun Menanti, Hotmix Teni–Lopijo Hadirkan Harapan Baru bagi Warga Heawea
Dipo Nusantara Buka Sosialisasi Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 di Ngada, Tekankan Perlindungan Lingkungan dan Keselamatan Warga
Dipo Nusantara Gencarkan Gerakan Kurangi Sampah dari Rumah, Dorong Teknologi Pengolahan Jadi Energi Listrik
KMP Batumandi Terbakar di Merak, Penumpang Dievakuasi
Kajari Ngada Lantik Tiga Pejabat Baru, Ini Daftar Nama dan Jabatan yang Diemban
Berita ini 11 kali dibaca
Bareskrim Polri berhasil membongkar praktik ilegal pengoplosan gas elpiji subsidi di dua wilayah DKI Jakarta, yaitu Jakarta Utara dan Jakarta Timur. Total 10 pelaku ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka. Modus mereka adalah memindahkan isi gas subsidi 3 kg ke tabung non-subsidi berukuran lebih besar, lalu menjualnya demi keuntungan. Kerugian negara akibat tindakan ini mencapai sekitar Rp16 miliar. Para pelaku dijerat dengan undang-undang migas dan terancam hukuman penjara hingga 6 tahun. Polisi berharap penindakan ini memberi efek jera.

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 11:18 WIB

Reshuffle Birokrasi Ngada! Ray Bena Lantik 11 Pejabat Eselon II, Sejumlah Jabatan Strategis Masih Kosong

Kamis, 5 November 2026 - 11:51 WIB

PG-PAUD STKIP Citra Bakti Gandeng Monash University Australia, Perkuat Riset dan Kolaborasi Internasional

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:10 WIB

FPK Ngada Angkat Suara! Kecam Ujaran Kebencian di Medsos, Serukan Persatuan dan Kerukunan Antar-Suku

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:27 WIB

Puluhan Tahun Menanti, Hotmix Teni–Lopijo Hadirkan Harapan Baru bagi Warga Heawea

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:22 WIB

Dipo Nusantara Buka Sosialisasi Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 di Ngada, Tekankan Perlindungan Lingkungan dan Keselamatan Warga

Berita Terbaru

TNI POLRI

Polri Larang Vape, Personel yang Melanggar Terancam Sanksi!

Kamis, 5 Nov 2026 - 14:59 WIB