Mayoritas Saham Himbara Menguat Seiring Masuknya Rp200 Triliun Kas Negara

Jumat, 12 September 2025 - 12:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mayoritas saham Himbara menguat usai kas negara Rp200 triliun masuk ke perbankan BUMN, langkah ini diharapkan dorong pertumbuhan ekonomi domestik. (Ilustrasi AI Generated)

Mayoritas saham Himbara menguat usai kas negara Rp200 triliun masuk ke perbankan BUMN, langkah ini diharapkan dorong pertumbuhan ekonomi domestik. (Ilustrasi AI Generated)

Metrosiar – Mayoritas saham Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) bergerak menguat pada perdagangan Jumat (12/9/25).

Hal ini terjadi setelah pemerintah resmi menempatkan kas negara sebesar Rp200 triliun di bank-bank BUMN.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dibuka naik 100 poin ke level Rp4.180 per saham.

Namun, hingga pukul 09.33 WIB, kenaikan mulai terbatas dengan harga bertahan di Rp4.130 per saham atau hanya naik 50 poin.

Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) juga menguat 20 poin ke level Rp4.500 per saham pada pembukaan, dan hingga pukul 09.33 WIB masih bertahan di kisaran yang sama.

Sementara itu, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) dibuka naik 30 poin ke level Rp1.385 per saham, dan bertahan hingga pukul 09.37 WIB.

Baca juga:  Anggara Hans Prawira: 500 Gerai AlfaMart Tutup pada 2 Tahun Terakhir

Hanya PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang mengalami pelemahan. Saham BBNI sempat dibuka naik 10 poin ke Rp4.430 per saham, sebelum berbalik melemah ke Rp4.380 per saham.

Dana Kas Negara Masuk ke Himbara

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan, dana Rp200 triliun yang sebelumnya ditempatkan di Bank Indonesia (BI) mulai hari ini dialihkan ke enam bank anggota Himbara, yakni Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN, serta dua bank syariah: Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Bank Syariah Nasional (BSN).

“Besok sudah mulai masuk ke enam bank Himbara,” ujar Purbaya di Jakarta, Kamis (11/9/25) dikutip bloombergtechnoz.com.

Meski begitu, Purbaya belum merinci porsi alokasi dana yang diterima masing-masing bank.

Baca juga:  Waktu Pemeriksaan Pajak Dipercepat, Kemenkeu Terapkan Aturan Baru Lewat PMK 15/2025

Ia menegaskan pembagian akan diatur langsung oleh otoritas fiskal negara.

Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Pengalihan kas negara ini merupakan langkah pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.

Dana tersebut ditarik dari total kas negara sebesar Rp425 triliun yang selama ini disimpan di BI.

Namun, Purbaya menegaskan dana Rp200 triliun tersebut tidak boleh digunakan oleh bank untuk membeli instrumen investasi seperti Surat Berharga Negara (SBN) maupun Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

“Kita sudah bicara dengan pihak bank, jangan beli SRBI dan SBN,” tegasnya.*

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sampah Jadi Uang! Warga RW 12 Kutabumi Siap Jalankan Program Bank Sampah
Harga Emas Terpukul, Lonjakan Minyak dan Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu
Rekor Harga Sudah di Depan Mata, Koreksi Emas kini sudah tidak terlihat lagi.
Prediksi Emas Besok 07 November 2025
Solidaritas Tanpa Batas! Warga Lampung di Perantauan Kini Punya Lahan Pemakaman dan Mobil Jenazah Gratis
Permata CERITA 2025: Tanamkan Budaya Menabung dan Cinta Lingkungan Sejak Usia Sekolah
OJK Terbitkan Pedoman Keamanan Siber untuk Perdagangan Aset Keuangan Digital di Indonesia
Bank Indonesia Cabut Sejumlah Pecahan Uang Rupiah, Simak Daftar dan Batas Penukarannya

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 19:54 WIB

Sampah Jadi Uang! Warga RW 12 Kutabumi Siap Jalankan Program Bank Sampah

Senin, 20 April 2026 - 07:46 WIB

Harga Emas Terpukul, Lonjakan Minyak dan Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu

Selasa, 11 November 2025 - 05:12 WIB

Rekor Harga Sudah di Depan Mata, Koreksi Emas kini sudah tidak terlihat lagi.

Kamis, 6 November 2025 - 15:35 WIB

Prediksi Emas Besok 07 November 2025

Selasa, 21 Oktober 2025 - 20:18 WIB

Solidaritas Tanpa Batas! Warga Lampung di Perantauan Kini Punya Lahan Pemakaman dan Mobil Jenazah Gratis

Berita Terbaru

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Ngada Yohanes Ghae (tengah) didampingi jajaran perangkat daerah saat memberikan keterangan usai apel gabungan terkait penertiban aset dan kepatuhan pajak kendaraan dinas di halaman Kantor Bupati Ngada.

Nusantara

Aset Amburadul & Pajak Menunggak, Pemda Ngada Bergerak!

Kamis, 23 Apr 2026 - 22:44 WIB