Mantan Presiden Filipina Rodrigo Duterte Ditangkap atas Tuduhan Pembunuhan Sistematis

Avatar photo

Selasa, 11 Maret 2025 - 12:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rodrigo Duterte ditangkap di Manila pada 11 Maret 2025 atas perintah ICC terkait perang narkoba yang menyebabkan ribuan kematian. Potret Duterte. (Foto: Istimewa)

Rodrigo Duterte ditangkap di Manila pada 11 Maret 2025 atas perintah ICC terkait perang narkoba yang menyebabkan ribuan kematian. Potret Duterte. (Foto: Istimewa)

 

Metrosiar – Mantan Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, ditangkap Selasa 11 Maret 2025 setelah tiba di Bandara Internasional Manila.

Menurut pernyataan dari istana kepresidenan, penangkapan berdasarkan surat perintah dari Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) terkait dengan tindakan kerasnya terhadap narkoba yang menyebabkan banyak korban jiwa.

Pihak istana Ferdinand Marcos Jr menjelaskan pada pagi hari, Interpol Manila menerima salinan resmi surat perintah penangkapan dari ICC.

“Saat ini, Duterte berada dalam tahanan pihak berwenang,” kata istana dalam keterangannya, dikutip dari Reuters.

Disebutkan juga Duterte dalam kondisi kesehatan yang baik.

Spekulasi Terkait Kunjungan ke Hong Kong

Penangkapan ini terjadi setelah Duterte turun dari pesawat yang membawanya dari Hong Kong, di mana dia sebelumnya menyatakan pada Senin dirinya siap ditangkap jika ICC mengeluarkan surat perintah.

Baca juga:  Bupati Enrekang Pantau Langsung Perbaikan Jalan Amblas di Bubun Bia

Sebelumnya, beredar spekulasi kunjungan mendadak Duterte ke Hong Kong berhubungan dengan upaya menghindari kemungkinan penangkapan terkait kebijakan perang narkoba yang ia terapkan selama masa pemerintahannya.

Penyelidikan ICC Terhadap Kebijakan Perang Narkoba 

Sejak Duterte menjabat pada 2016, kebijakan “perang melawan narkoba” menjadi salah satu kebijakan utamanya, yang menyebabkan ribuan kematian, sebagian besar melibatkan para tersangka yang didominasi oleh masyarakat miskin.

ICC telah menyelidiki tindakan keras ini, yang melibatkan pembunuhan oleh polisi dan orang-orang bersenjata yang tidak dikenal.

Kelompok hak asasi manusia menuduh polisi dan kelompok main hakim sendiri membunuh para tersangka narkoba tanpa proses hukum yang adil.

Baca juga:  Jelang Idulfitri 1447 H, Polri Pastikan Operasi Ketupat Lebih dari Sekadar Atur Lalu Lintas

Kontroversi Hukum dan Penolakan Filipina Terhadap ICC

Duterte secara sepihak menarik Filipina dari Perjanjian Statuta Roma yang mendirikan ICC pada 2019, setelah pengadilan mulai menyelidiki dugaan pembunuhan sistematis selama masa pemerintahannya.

Pemerintah Filipina juga menolak bekerja sama dengan penyelidikan ICC hingga tahun lalu.

Duterte sebelumnya juga membantah tuduhan eksekusi terhadap tersangka narkoba dan mengatakan kebijakan ini diperlukan untuk memberantas peredaran narkotika di negara tersebut.

Tanggapan Penasihat Hukum

Salvador Panelo, mantan penasihat hukum Duterte, mengatakan penangkapan tersebut melanggar hukum. Ia juga mengungkapkan pihak berwenang tidak mengizinkan salah satu pengacara Duterte untuk bertemu dengannya di bandara.(*)

Editor : Kun Nedu

Sumber Berita: Reuters

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Damai AS-Iran Bikin Harga Emas Melejit, Investor Serbu Aset Safe Haven
Pengamat Curigai Ada Upaya Destabilisasi Pasar Terkait Narasi Sell Indonesia Dari Singapore
Ditemukan di Dasar Samudra Atlantik Dunia Yang Hilang
Viral! Ribuan Jamaah Haji Jalan Kaki di Tengah Panas 42 Derajat
Viral! Kakek Jamaah Haji Asal Indonesia Hilang Misterius di Tanah Suci
Heboh! Pagi Hari di Makkah Berasa di Bogor, Jemaah Diingatkan Selalu Bawa Kartu Nusuk
Kacau di Terminal Ajyad! Jamaah Haji Saling Dorong demi Naik Bus Sholawat
Geger Penembakan di Gala Dinner Gedung Putih, Ini Sosok Cole Tomas Allen, Sang Guru Terbaik yang Menjadi Pelaku
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 12:37 WIB

Damai AS-Iran Bikin Harga Emas Melejit, Investor Serbu Aset Safe Haven

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:24 WIB

Pengamat Curigai Ada Upaya Destabilisasi Pasar Terkait Narasi Sell Indonesia Dari Singapore

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:16 WIB

Ditemukan di Dasar Samudra Atlantik Dunia Yang Hilang

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:19 WIB

Viral! Ribuan Jamaah Haji Jalan Kaki di Tengah Panas 42 Derajat

Selasa, 19 Mei 2026 - 12:35 WIB

Viral! Kakek Jamaah Haji Asal Indonesia Hilang Misterius di Tanah Suci

Berita Terbaru

Emas mulai naik di awal pekan, Investor mulai semangat lagi mengamankan emas sebagai Safe Haven sebelum harga emas semakin naik tinggi.

Bisnis & Investasi

Damai AS-Iran Bikin Harga Emas Melejit, Investor Serbu Aset Safe Haven

Senin, 15 Jun 2026 - 12:37 WIB

Politik & Pemerintahan

Anis Matta: “Partai Politik Kalau Hanya Ikut Arus, Kita Bukan Pemimpin!”

Senin, 15 Jun 2026 - 11:51 WIB

Jajaran pengurus pusat dan daerah Laskar Merah Putih berfoto bersama usai pelaksanaan Rapimnas 2026 di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Sabtu (13/6/2026).

Nusantara

Rapimnas LMP 2026 Bongkar Arah Baru Organisasi

Senin, 15 Jun 2026 - 10:15 WIB

Suasana penyampaian keterangan kepada awak media usai rapat paripurna DPRD DKI Jakarta terkait pengesahan Peraturan Daerah tentang Fasilitasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN), di Gedung DPRD DKI Jakarta.

Hukum & Kriminal

137 Wilayah Jakarta Rawan Narkoba, DPRD Sahkan Perda Baru!

Senin, 15 Jun 2026 - 07:14 WIB