Tudingan Cak Imin Dinilai Keliru, Cak OFi: “Indomaret dan Alfamart Bukan Pembunuh UMKM!

Avatar photo

Rabu, 29 Oktober 2025 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Metrosiar – Pernyataan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yang menuding keberadaan jaringan ritel modern seperti Indomaret dan Alfamart sebagai pembunuh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia, menuai tanggapan tegas dari Ketua Umum Barisan Ksatria Nusantara (BKN), Cak Rofi (Cak OFi).

 

Melalui sebuah video pernyataannya, Cak OFi menilai pandangan Cak Imin tersebut keliru dan tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan.

 

“Kehadiran Indomaret dan Alfamart justru membantu masyarakat sekitar, bukan membunuh UMKM. Di sana bukan hanya menjual kebutuhan sehari-hari, tapi juga menyediakan layanan seperti pembayaran listrik, cicilan motor, dan berbagai transaksi lain yang belum bisa dilakukan UMKM,” ujar Cak OFi, Ketua Umum BKN yang juga seorang pengusaha.

 

 

Menurutnya, tidak boleh membangun narasi yang membenturkan Indomaret dan Alfamart dengan UMKM, karena hal itu sama saja seperti pemerintah memukul dirinya sendiri.

 

“Tidak boleh membentur-benturkan, membangun narasi bahwa Indomaret dan Alfamart itu membunuh UMKM — ini namanya pemerintah seperti memukul dirinya sendiri. Karena keberadaan Indomaret dan Alfamart itu nyata, dan justru pemerintah harus bikin regulasi bagaimana ritel modern bisa bersinergi dengan UMKM,” tegas Cak OFi.

Baca juga:  Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa Sukamantri Pasar Kemis, NGO JPK Minta Audiensi Malah Diabaikan

 

 

Ia mencontohkan, banyak pelaku UMKM yang kini berjualan di sekitar atau di depan gerai Indomaret dan Alfamart, dan bahkan menjadi bagian dari ekosistem ekonomi lokal yang saling mendukung.

 

“Sekarang ini kan banyak UMKM yang justru mengisi kios di depan Indomaret, itu warga setempat yang dapat tempat usaha. Nah, kalau ingin lebih bagus lagi, pemerintah harus memfasilitasi supaya produk-produk UMKM bisa masuk ke dalam ritel modern itu,” ujarnya.

 

 

Cak OFi mengungkapkan, ia sendiri mengelola 99 pelaku UMKM di Kediri, dan melihat potensi besar jika produk-produk lokal diberi kesempatan masuk ke jaringan ritel modern dengan persyaratan yang mudah dan tidak memberatkan.

 

“Kalau produk-produk UMKM bisa dijual di Indomaret dengan syarat yang nggak ribet, itu luar biasa. Ini justru momentum bagi negara untuk hadir dan memfasilitasi. Yang penting ada izin PIRT dan halal, nggak usah dipersulit,” tambahnya.

 

Baca juga:  Dadan Hindayana Dikritik karena Main Golf? Ternyata itu Turnamen Amal PGA IPB yang Sukses Galang Donasi Rp 450 Juta untuk Korban Bencana Sumatera

 

Lebih lanjut, Cak OFi menilai masyarakat tetap memiliki kebebasan untuk mendukung UMKM dengan cara meningkatkan kualitas produk, pelayanan, dan harga yang kompetitif. Ia menegaskan, keberadaan ritel modern tidak otomatis mematikan usaha kecil, karena faktanya UMKM Indonesia tetap hidup dan berkembang.

 

“UMKM kita tetap hidup, tetap eksis. Jadi Cak Imin salah besar. Ngapunten sanget Cak Imin, njenengan dibisiki siapa kok sampai bilang Indomaret dan Alfamart membunuh UMKM?” ujarnya dengan nada santai namun kritis.

 

 

Dalam pernyataan reflektifnya, Cak OFi juga menyoroti perbedaan posisi dirinya dengan Cak Imin.

 

“Kalau Cak Imin Ketua Umum PKB dibayar negara, saya Ketua Umum BKN harus mandiri. Saya harus bekerja keras, berpeluh keringat, demi hasil yang halal untuk keluarga dan karyawan saya,” ungkapnya.

 

 

Menutup pernyataannya, Cak OFi kembali menegaskan pentingnya sinergi antara ritel modern dan UMKM sebagai langkah strategis membangun ekonomi rakyat yang berkeadilan.

 

“Jangan benturkan UMKM dengan Indomaret dan Alfamart. Justru mereka bisa menciptakan lapangan kerja dan peluang usaha baru bagi masyarakat,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dipo Nusantara Buka Sosialisasi Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 di Ngada, Tekankan Perlindungan Lingkungan dan Keselamatan Warga
Dipo Nusantara Gencarkan Gerakan Kurangi Sampah dari Rumah, Dorong Teknologi Pengolahan Jadi Energi Listrik
KMP Batumandi Terbakar di Merak, Penumpang Dievakuasi
Kajari Ngada Lantik Tiga Pejabat Baru, Ini Daftar Nama dan Jabatan yang Diemban
Pemda Ngada Lepas PSN Ngada ke Liga 3 Nusantara, 30 Slot Pemain Disiapkan untuk Berburu Prestasi
Sentuh Hati Lansia di Desa Tarawali, Bhabinkamtibmas dan Dokkes Polres Ngada Turun Berbagi Sembako
Stadion Lebijaga Dilirik untuk PON 2028, KONI Pusat Soroti Fasilitas yang Masih Perlu Dibenahi
Wabup BDN Lepas 60 Atlet Pelajar Ngada ke POPDA VIII 2026, Targetkan Prestasi dan Nama Besar Daerah
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:22 WIB

Dipo Nusantara Buka Sosialisasi Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 di Ngada, Tekankan Perlindungan Lingkungan dan Keselamatan Warga

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Dipo Nusantara Gencarkan Gerakan Kurangi Sampah dari Rumah, Dorong Teknologi Pengolahan Jadi Energi Listrik

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:41 WIB

Kajari Ngada Lantik Tiga Pejabat Baru, Ini Daftar Nama dan Jabatan yang Diemban

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:17 WIB

Pemda Ngada Lepas PSN Ngada ke Liga 3 Nusantara, 30 Slot Pemain Disiapkan untuk Berburu Prestasi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 19:40 WIB

Sentuh Hati Lansia di Desa Tarawali, Bhabinkamtibmas dan Dokkes Polres Ngada Turun Berbagi Sembako

Berita Terbaru

Hukum & Kriminal

54 Ton Batu Hitam Diduga Disamarkan sebagai Kemiri, 5 Orang Ditangkap

Sabtu, 24 Okt 2026 - 18:28 WIB