Metrosiar – Rencana Pemerintah Kabupaten Jombang yang berwacana mengubah semboyan kota dari “Kota Santri” menjadi “The Root Of Java” menuai penolakan keras dari berbagai pihak.
Salah satunya datang dari organisasi kemasyarakatan Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB), yang menyuarakan ketidaksetujuannya secara tegas.
Bupati Jombang Warsubi sebelumnya menyampaikan gagasan tersebut dalam sebuah acara resmi di rumah dinasnya.
Namun, Ketua Umum PNIB, AR Waluyo Wasis Nugroho atau Gus Wal, menilai rencana ini tidak sejalan dengan jati diri dan sejarah panjang Jombang sebagai pusat pendidikan pesantren.
“Jombang kota Santri yang toleransi dan menghargai pluralisme tidak butuh dirubah kebarat-baratan hanya untuk terlihat modern. The Root Of Java tidak memiliki legitimasi dalam sejarah Jombang. Bupati Jombang harus belajar sejarah Jombang lagi agar pemahamannya tidak bengkok aneh-aneh,” ujar Gus Wal kepada media.
Sejak berdiri pada 2012, PNIB yang berbasis di Jombang dikenal aktif melawan radikalisme, khilafah, dan terorisme lintas daerah.
Dalam konteks ini, perubahan slogan dianggap sebagai bentuk pengaburan identitas kultural dan religius Jombang yang selama ini dikenal sebagai kota dengan ratusan pondok pesantren.
“Semboyan atau slogan lahir dari kultur dan budaya yang ada, bukan tiba-tiba diciptakan. Sebagai kota dengan ratusan pondok pesantren dan sudah mencetak ratusan ribu bahkan jutaan santri, slogan sebagai Kota Santri sudah mendarah daging dan menjadi kebanggan kita semua,” tegas Gus Wal.
Ia juga menilai, alasan perubahan semboyan untuk menarik minat investor adalah langkah keliru yang berpotensi mencederai perasaan komunitas pesantren di Jombang.
“Bupati mengatakan perubahan semboyan untuk menarik minat investor, itu sesuatu kenaifan. Hal tersebut tentunya sangat menyakitkan bagi kaum sarungan yang terkesan menghina dan merendahkan secara tidak langsung keberadaan santri,” ungkapnya.
“Investor datang tidak melihat slogan kotanya tetapi bagaimana pemda memahami identitas kota Santri sebagai filter investasi. Contohnya Wonosalam Boarding School investasi pendidikan dari luar negeri seluas 90 hektar lebih. Mereka berkedok membuat sekolah pesantren Internasional namun sesungguhnya berpaham wahabi khilafah. Itu saja yang harus Bapak Bupati selesaikan,” tambahnya.
Menutup pernyataannya, Gus Wal menyampaikan ancaman akan menggelar referendum masyarakat jika Bupati tetap memaksakan perubahan semboyan.
“Jika bupati Warsubi ngotot ingin merubah semboyan Jombang menjadi The Root of Java, maka kami juga akan persiapkan untuk menggelar referendum masyarakat Jombang: ganti semboyan Jombang Kota Santri menjadi The Root of Java atau Jombang tetap dengan semboyan Kota Santri dan Ganti Bupati,” pungkasnya.(*)
Editor : Lisan Al-Ghaib










