Oknum Kadin Cilegon Diduga Minta Jatah Proyek Rp 5 Triliun, Gubernur Banten Kecewa

Kamis, 15 Mei 2025 - 15:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aknum Kadin Cilegon diduga meminta 5 triliun rupiah tanpa tender ke kontraktor proyek Chandra Asri, Gubernur Banten Andra Soni kecewa. (Foto: Istimewa)

Aknum Kadin Cilegon diduga meminta 5 triliun rupiah tanpa tender ke kontraktor proyek Chandra Asri, Gubernur Banten Andra Soni kecewa. (Foto: Istimewa)

Metrosiar – Tagar Kadin Cilegon minta 5 triliun tengah menjadi sorotan setelah beredar video yang memperlihatkan seseorang mengatasnamakan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Cilegon diduga meminta jatah proyek tanpa melalui mekanisme tender resmi.

Permintaan tersebut ditujukan kepada PT Chengda, kontraktor utama proyek pembangunan pabrik milik PT Chandra Asri Petrochemical Tbk.

Dalam potongan video yang viral di media sosial X, tampak sejumlah pihak yang mengaku dari Kadin Cilegon dan organisasi masyarakat bertemu langsung dengan perwakilan Chengda Engineering Co.

Salah satu pria yang terdengar dalam video menyebut, “Tanpa ada lelang, porsinya harus jelas, Rp 5 triliun untuk Kadin, Rp 3 triliun untuk Kadin,” dikutip pada Kamis (15/5/25).

Kadin Indonesia Siapkan Sanksi untuk Oknum

Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menegaskan pihaknya tidak akan membiarkan nama organisasi dicemarkan oleh oknum.

Ia menyebut Kadin Indonesia akan menjatuhkan sanksi kelembagaan terhadap pelaku yang terbukti menyalahgunakan nama Kadin.

“Peringatan tertulis dan teguran keras kepada pengurus Kadin daerah yang melanggar. Pembekuan sementara kewenangan organisasi hingga proses etik selesai. Rekomendasi pergantian atau pencabutan mandat organisasi bagi pengurus yang menyalahgunakan nama Kadin,” ujarnya, Selasa (13/5).

Tim verifikasi dan etik pun telah dibentuk guna menampung keluhan dari masyarakat. Bahkan, Kadin Indonesia bersama pemerintah dan aparat hukum akan turun langsung untuk mengecek ke lapangan.

Baca juga:  Gubernur Banten Andra Soni Resmikan RSUD Uwes Qorny Cilograng Kabupaten Lebak

“Bahkan hari Rabu ya, itu Kadin bersama Gubernur Banten atau yang diutus, bersama BKPM dan juga penegak hukum akan melihat,” lanjut Anindya.

Gubernur Banten Minta Klarifikasi

Oknum Kadin Cilegon diduga minta Rp 5 triliun tanpa tender dari kontraktor proyek Chandra Asri, menuai sorotan publik dan respons tegas Kadin pusat.
Gubernur Banten Andra Soni Anjurkan Masyarakat Manfaatkan Penghapusan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor 2025 (Sumber: Biro Adpimrpo Banten)

Gubernur Banten Andra Soni turut buka suara atas viralnya video tersebut. Ia menyayangkan tindakan yang dapat merusak citra iklim investasi di Banten, terlebih dilakukan tanpa mekanisme yang sah.

“Kadin kan organisasi resmi, ada pengurus di Pemprov, ada juga di tingkat pusat. Jadi tentu mereka harus melakukan pembinaan, menurut saya,” ujarnya di Serang, Rabu (14/5/2025).

Andra mengaku kecewa karena peristiwa itu terjadi di tengah upaya pemerintah daerah menciptakan suasana kondusif bagi investor.

“Sebagai Gubernur Banten yang sedang berusaha menjadikan Banten yang ramah, saya kecewa dan saya harap kejadian seperti ini tidak terjadi lagi,” tuturnya.

Ia menekankan pentingnya mendukung investasi demi kepentingan masyarakat luas.

“Investasi ini bukan terkait satu dua kelompok tapi investasi ini terkait seluruh masyarakat Banten. Sehingga investasi yang datang ke Banten kita sambut baik dan kita harapkan investasinya juga berdampak positif kepada seluruh masyarakat Banten,” lanjutnya.

Terkait insiden tersebut, pihaknya berencana memanggil pengurus Kadin Cilegon.

Baca juga:  Andra Soni: Renstra Harus Berbasis Data dan Fakta Lapangan

“Insya Allah, Insya Allah (akan dipanggil),” katanya.

Klarifikasi dari Kadin Cilegon: Hanya Salah Ucap

Menanggapi isu yang mencuat, Wakil Ketua Umum I Kadin Cilegon, Isbatullah Alibasja, memberikan klarifikasi.
Menurutnya, pernyataan dalam video viral itu bukan sikap resmi organisasi, melainkan bentuk emosi sesaat dari salah satu anggotanya.

“Akhirnya terjadilah adu mulut, terus ada kata-kata viral itu, memang itu bukan sikap resmi Kadin Kota Cilegon, itu luapan emosi dari salah satu pengurus kita yang mungkin kesal… Saya menyebutnya selip lidahnya atau apalah, ya kita juga paham mana ada proyek yang 5 triliun tanpa tender,” ujarnya, Rabu (14/5).

Menurut Isbat, sebelumnya Kadin Cilegon telah menggelar beberapa pertemuan dengan pihak investor dan kontraktor.

Mereka menyampaikan dukungan terhadap investasi, namun juga berharap pengusaha lokal dilibatkan.
“Artinya, kita menyambut baik (investasi), cuma harapan kita agar libatkanlah pengusaha lokal yang kira-kira mampu, yang punya kualifikasi,” jelasnya.

Ia menambahkan kendala komunikasi dengan PT Chengda membuat situasi memanas. Namun pihaknya tetap menghargai prosedur yang berlaku dan siap mengikuti mekanisme tender jika diberlakukan.

“Kalau misalkan tender, ayo kita tender, artinya kita mengikuti prosedur di internal. Tapi harapan kita ada keberpihakanlah ke pengusaha lokal,” tuturnya.(*)

Editor : Wodo Ndaya Coya

Sumber Berita: detiknews

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harga Emas Terpukul, Lonjakan Minyak dan Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu
Optimalkan Layanan Jasa Perbankan, Pemkab Ngada dan Bank NTT Teken PKS
Viral Pungli Pulau Cangkir Disetop! Ini Langkah Tegas Aparat Kronjo
Harga Emas semakin Menguat dalam 1 bulan terakhir
Bukan Lagi Beban, ATKARBONIST: Emisi Karbon Kini Jadi Aset Strategis Perusahaan!
Lupakan Greenwashing! Atkarbonist-Sucofindo Tegaskan Data Kredibel Adalah ‘Mata Uang’ Baru di Pasar Karbon
Ubah Beban Jadi Aset Melalui Strategi Monetisasi Emisi Karbon di Seminar Nasional ATKARBONIST
Gandeng Atkarbonist, Sucofindo Dorong Monetisasi Karbon di Seminar Nasional Perbanas
Oknum yang mengatasnamakan Kadin Cilegon diduga meminta jatah proyek sebesar Rp 5 triliun tanpa melalui proses tender kepada PT Chengda, kontraktor utama proyek PT Chandra Asri Petrochemical. Aksi ini menuai kecaman publik dan membuat Gubernur Banten Andra Soni kecewa. Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, menyatakan akan menjatuhkan sanksi tegas jika terbukti bersalah. Kasus "Kadin Cilegon minta 5 triliun tanpa tender" kini dalam proses klarifikasi.

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 07:46 WIB

Harga Emas Terpukul, Lonjakan Minyak dan Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu

Kamis, 9 April 2026 - 18:50 WIB

Optimalkan Layanan Jasa Perbankan, Pemkab Ngada dan Bank NTT Teken PKS

Jumat, 27 Maret 2026 - 19:07 WIB

Viral Pungli Pulau Cangkir Disetop! Ini Langkah Tegas Aparat Kronjo

Sabtu, 28 Februari 2026 - 19:25 WIB

Harga Emas semakin Menguat dalam 1 bulan terakhir

Rabu, 18 Februari 2026 - 02:16 WIB

Bukan Lagi Beban, ATKARBONIST: Emisi Karbon Kini Jadi Aset Strategis Perusahaan!

Berita Terbaru

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Ngada Yohanes Ghae (tengah) didampingi jajaran perangkat daerah saat memberikan keterangan usai apel gabungan terkait penertiban aset dan kepatuhan pajak kendaraan dinas di halaman Kantor Bupati Ngada.

Nusantara

Aset Amburadul & Pajak Menunggak, Pemda Ngada Bergerak!

Kamis, 23 Apr 2026 - 22:44 WIB