Pemerintah Dorong Kerja Sama MRA untuk Perluas Akses Perdagangan Karbon Internasional

Avatar photo

Kamis, 15 Mei 2025 - 13:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perdagangan Karbon Indonesia didorong untuk lebih mendunia lagi. (Foto: Ilustrasi/Freepik)

Perdagangan Karbon Indonesia didorong untuk lebih mendunia lagi. (Foto: Ilustrasi/Freepik)

Metrosiar – Pemerintah Indonesia terus memperluas peluang kerja sama internasional melalui skema Mutual Recognition Agreement (MRA) atau Persetujuan Saling Pengakuan, dalam rangka mendorong pertumbuhan perdagangan karbon.

Upaya ini dilakukan untuk memperkuat posisi Indonesia di pasar karbon global serta mempercepat pencapaian target iklim nasional.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Hanif Faisol Nurofiq, mengungkapkan pemerintah dalam waktu dekat akan menjalin kerja sama dengan Norwegia.

Ia juga menyebutkan sejumlah negara lain telah menunjukkan minat untuk menjalin kolaborasi serupa.

“Selanjutnya mungkin beberapa sudah menunggu dari Korea Selatan, Jepang, dari Denmark. Dari skema yang sudah siap dari Vierra dan Plan Vivo,” ujar Hanif di Jakarta Selatan, Kamis (8/5/2025).

Hanif menegaskan Sertifikasi Pengurangan Emisi Indonesia (SPEI), yang merupakan salah satu instrumen utama dalam perdagangan karbon internasional, diakui secara global dan berlaku di semua negara.

Baca juga:  IHSG Menguat Pasca Pertemuan Prabowo dengan Konglomerat di Istana

Hal ini sejalan dengan komitmen Indonesia dalam memperkuat peran serta dalam mitigasi perubahan iklim.

Sebelumnya, Indonesia telah menandatangani MRA dengan Jepang, yang diumumkan dalam Konferensi Perubahan Iklim PBB ke-29 (COP29) di Azerbaijan pada tahun 2024.

Terbaru, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) juga resmi menjalin kemitraan dengan Gold Standard Foundation melalui MRA guna memperluas akses ke pasar karbon internasional.

Indonesia dorong perdagangan karbon global lewat MRA, kerja sama SPEI, dan skema pajak untuk capai target emisi dan NDC nasional.
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, memberikan pernyataan saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan pada Kamis, 8 Mei 2025. (Foto: Dok. Kompas.com)

Kerja sama ini memungkinkan pengakuan timbal balik antara SPEI dan Gold Standard for the Global Goals (GS4GG), sekaligus mendukung pencapaian target Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia.

“MRA bukan sekadar perjanjian semata, melainkan terobosan guna membuka pintu bagi proyek karbon menembus pasar internasional,” tutur Hanif.

Baca juga:  USAID akan Ditutup Trump, Bagaimana Dampaknya bagi Indonesia? Begini Kata Pakar

Lebih lanjut, Hanif menyampaikan saat ini pemerintah tengah menyusun skema pajak untuk perdagangan karbon, yang akan diajukan kepada Kementerian Keuangan.

Dalam skema tersebut, seluruh transaksi wajib tercatat melalui Sistem Registri Nasional dan diperdagangkan terlebih dahulu di pasar domestik.

Di samping itu, seluruh pihak pembeli diwajibkan mematuhi regulasi nasional yang berlaku.

“Kami akan usulkan kembali ke Kementerian Keuangan untuk menentukan usahanya, besarnya perdagangan karbon yang tax based atau berdasarkan teknologi atau natural based,” jelas Hanif.

Langkah-langkah strategis ini menunjukkan komitmen serius Indonesia dalam membangun ekosistem perdagangan karbon yang transparan, berintegritas, dan mampu bersaing di pasar internasional.

Melalui kerja sama MRA, pemerintah berharap mampu menciptakan nilai tambah ekonomi sekaligus mendukung agenda pembangunan berkelanjutan.(*)

Editor : Nedu Wodo Mezhe

Sumber Berita: Kompas.com

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bangun Industri Kosmetik Berkualitas, PT Pillars Cosmetiklon Indonesia Utamakan Kepercayaan dan Inovasi
Indo Beauty Expo 2026 Jadi Langkah Strategis PT Pillars Cosmetiklon Indonesia Perluas Kemitraan Bisnis
Sungguh Malang Trump Disoraki Saat Serahkan Trofi Juara Piala Dunia 2026 ke Spanyol
Piala Dunia 2026 Jelang Perancis vs Inggris Perebutan Tempat ke 3
Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina Ada 10 Fakta Menarik
Semi Final Piala Dunia 2026, Perancis Nilai Paling Tinggi, Argentina Paling Subur, Spanyol Paling Minim Kebobolan dan Inggris Dengan Supporter Yang Sangat Berisik.
Israel Ditantang Turki, Segini Teknologi Perangnya
Hamas Resmi Bubar ! Setelah 19 Tahun Kuasai Gaza
Berita ini 25 kali dibaca
Pemerintah Indonesia mendorong kerja sama Mutual Recognition Agreement (MRA) dengan berbagai negara untuk memperkuat perdagangan karbon internasional. Melalui pengakuan timbal balik terhadap Sertifikasi Pengurangan Emisi Indonesia (SPEI), Indonesia membuka peluang lebih luas bagi proyek karbon nasional agar diakui secara global. Kerja sama terbaru dilakukan dengan Norwegia, Jepang, Denmark, dan Korea Selatan, serta lembaga internasional seperti Gold Standard Foundation. Inisiatif ini juga mendukung pencapaian target Nationally Determined Contribution (NDC) sebagai bagian dari komitmen iklim nasional. Menteri LHK Hanif Faisol Nurofiq menegaskan bahwa seluruh transaksi karbon akan dicatat dalam Sistem Registri Nasional dan tunduk pada regulasi domestik. Pemerintah juga tengah menyiapkan skema pajak karbon berbasis teknologi maupun alam untuk diajukan ke Kementerian Keuangan. Dengan strategi ini, Indonesia berkomitmen membangun ekosistem karbon yang kredibel, transparan, dan berdaya saing global.

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:10 WIB

Indo Beauty Expo 2026 Jadi Langkah Strategis PT Pillars Cosmetiklon Indonesia Perluas Kemitraan Bisnis

Senin, 20 Juli 2026 - 19:35 WIB

Sungguh Malang Trump Disoraki Saat Serahkan Trofi Juara Piala Dunia 2026 ke Spanyol

Sabtu, 18 Juli 2026 - 11:25 WIB

Piala Dunia 2026 Jelang Perancis vs Inggris Perebutan Tempat ke 3

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:29 WIB

Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina Ada 10 Fakta Menarik

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:54 WIB

Semi Final Piala Dunia 2026, Perancis Nilai Paling Tinggi, Argentina Paling Subur, Spanyol Paling Minim Kebobolan dan Inggris Dengan Supporter Yang Sangat Berisik.

Berita Terbaru