Malaysia Pungut Pajak Karbon Mulai 2026, Siap Raup Triliunan Rupiah!

Avatar photo

Selasa, 5 Agustus 2025 - 13:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pajak karbon. (Pajak.go.id)

Ilustrasi pajak karbon. (Pajak.go.id)

Metrosiar – Pemerintah Malaysia resmi mengumumkan akan mulai menerapkan pajak karbon pada tahun 2026.

Kebijakan ini ditujukan untuk menekan emisi karbon nasional sekaligus menambah penerimaan negara hingga 1 miliar ringgit atau sekitar Rp3,87 triliun, menurut laporan BIMB Securities.

Langkah ini akan menyasar sektor-sektor dengan tingkat polusi tertinggi, seperti industri besi, baja, dan energi, yang selama ini menjadi penyumbang utama emisi karbon di Malaysia.

Data terbaru mencatat, sektor energi berkontribusi hingga 80% dari total emisi karbon negara tersebut pada 2023.

Malaysia menargetkan penurunan intensitas karbon sebesar 45% pada 2030 dan mencapai net zero emission pada 2050. Penerapan pajak karbon ini dianggap sebagai langkah strategis untuk mendukung komitmen iklim sekaligus mendorong transformasi ekonomi hijau.

Baca juga:  Potensi Cuan besar Ramalan Lo Kheng Hong

BIMB menyebut bahwa Malaysia kemungkinan akan mengikuti sistem yang telah diterapkan Singapura, yang sejak 2019 menetapkan tarif pajak karbon sebesar 5 dolar Singapura per ton CO2 ekuivalen (tCO2e).

Malaysia Ikuti Jejak Singapura, Pajak Karbon Siap Diterapkan di 2026
Ilustrasi pajak karbon. (Pajak.go.id)

Tarif tersebut naik menjadi 25 dolar Singapura pada 2024, dan direncanakan meningkat bertahap menjadi 45 dolar pada 2026–2027, lalu 50–80 dolar pada 2030.

“Memulai dengan tarif rendah akan memberikan ruang adaptasi bagi industri dan memungkinkan evaluasi menyeluruh atas dampaknya terhadap ekonomi dan lingkungan,” tulis BIMB Securities, dikutip dari Bloomberg, Senin (4/8/25).

Baca juga:  Harga Batu Bara Turun setelah Lima Hari Menguat, Dampak Niat India Fokus pada Energi Terbarukan

Hingga kini, hanya Indonesia dan Singapura yang sudah menerapkan sistem harga karbon di kawasan Asia Tenggara. Namun, Vietnam, Thailand, dan Brunei Darussalam juga telah menyatakan niat untuk mengikuti jejak tersebut.

Analis BloombergNEF, Joy Foo, menilai bahwa keberhasilan Malaysia dalam menjalankan kebijakan ini akan sangat ditentukan oleh komitmen untuk menerapkan tarif tinggi secara bertahap, guna mencapai target lingkungan sekaligus meningkatkan daya saing perdagangan berbasis karbon.*

Editor : Lisan Al-Ghaib

Sumber Berita: Metrosiar

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pakons Prime Hotel Tangerang Gelar Wedding Showcase, Paket Pernikahan Mulai Rp32 Juta!
Akses Keuangan 92,76%, Annisa Mahesa Bongkar Masalah yang Masih Mengintai!
Serangan Rusia-Ukraina Meningkat, WNI Diminta Waspada
Green SM Gebrak Jakarta, 1.500 Motor Listrik VinFast MeluncurGreen SM Gebrak Jakarta, 1.500 Motor Listrik VinFast Meluncur
Mahfuz Sidik Prediksi Perang Dingin Baru AS-Tiongkok dalam 5-15 Tahun
Promo September Ceria Azka Motor hadir dengan DP motor Honda mulai Rp500 ribu dan pilihan tenor kredit menarik untuk wilayah Jabodetabek.
Markas Baru Ronaldinho di Italia: Stadio Bruno Benelli Siap Jadi Panggung Comeback R10
Ronaldinho Comeback di Usia 46 Tahun, Bidik Gol ke-300 Bersama Ravenna FC
Berita ini 56 kali dibaca
Malaysia mulai terapkan pajak karbon pada 2026, targetkan Rp3,8 triliun. Sektor energi dan baja jadi fokus utama pengurangan emisi.

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 09:23 WIB

Pakons Prime Hotel Tangerang Gelar Wedding Showcase, Paket Pernikahan Mulai Rp32 Juta!

Jumat, 25 September 2026 - 14:05 WIB

Akses Keuangan 92,76%, Annisa Mahesa Bongkar Masalah yang Masih Mengintai!

Selasa, 22 September 2026 - 10:32 WIB

Serangan Rusia-Ukraina Meningkat, WNI Diminta Waspada

Jumat, 18 September 2026 - 12:01 WIB

Green SM Gebrak Jakarta, 1.500 Motor Listrik VinFast MeluncurGreen SM Gebrak Jakarta, 1.500 Motor Listrik VinFast Meluncur

Minggu, 6 September 2026 - 15:21 WIB

Mahfuz Sidik Prediksi Perang Dingin Baru AS-Tiongkok dalam 5-15 Tahun

Berita Terbaru

Sosial Kemasyarakatan

Ribuan Ojol Padati Kodam Jaya, HUT TNI Diwarnai Aksi Sosial

Sabtu, 26 Sep 2026 - 11:14 WIB

Kesehatan

10 Sesat Pikir yang Diam-Diam Bisa Menjebak Cara Berpikir

Sabtu, 26 Sep 2026 - 09:41 WIB