Kabar Emas Palsu Resahkan Masyarakat dan Investor, Antam Lakukan Hal ini

Avatar photo

Sabtu, 15 Maret 2025 - 11:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Utama Antam Nicolas D. Kanter mengungkapkan, perseroan juga terus berupaya memperbaiki citra perusahaan dan kepercayaan masyarakat terhadap produk emas miliknya. Ilustrasi emas murni Antam. (Dok. Istimewa)

Direktur Utama Antam Nicolas D. Kanter mengungkapkan, perseroan juga terus berupaya memperbaiki citra perusahaan dan kepercayaan masyarakat terhadap produk emas miliknya. Ilustrasi emas murni Antam. (Dok. Istimewa)

Metrosiar – PT Aneka Tambang  Tbk. (ANTM) mengklarifikasi pemberitaan yang beredar di masyarakat terkait emas palsu. Seperti diketahui, sempat viral di media sosial terkait kasus emas palsu 109 ton.

Meskipun kasus tersebut 7 bulan lalu, namun masih banyak diperbincangkan dan berdampak buruk pada kepercayaan masyarakat.

Direktur Utama Antam Nicolas D. Kanter mengungkapkan, perseroan juga terus berupaya memperbaiki citra perusahaan dan kepercayaan masyarakat terhadap produk emas miliknya.

 

 

Antam Pastikan Emas Yang Beredar di Masyarakat Adalah Emas Asli. (Dok. Antam)

Menurutnya, Antam merupakan satu-satunya perusahaan yang tersertifikasi London Bullion Market Association (LBMA) di Asia Tenggara.

LBMA merupakan lembaga internasional yang mengatur standar dan praktik perdagangan emas dan perak di pasar global, memastikan kualitas dan kredibilitasnya.

“Jadi proses itu selalu di audit. Setiap tahun di audit. Jadi kalau bilang bahwa emas dari Antam itu emas palsu itu tidak mungkin,” ujarnya saat rapat dengan Komisi VI di gedung DPR RI Jakarta, Kamis (13/3).

Baca juga:  MA Batalkan Putusan PK Budi Said Terkait Kasus Emas Antam

Nicolas mengungkapkan, saat inikasus tersebut sedang dalam tahap persidangan. Informasi tidak benar tersebut juga sudah dikeluarkan pernyataan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).

“Jadi ini juga tidak baik bahkan di dalam media yang terakhir kita itu disampaikan Antam melebihi bahkan kerugian dari Pertamina. Jadi Rp 5,9 kuadriliun disampaikan itu di media tapi alhamdulillah kita telah berhasil juga bicara dengan Kejaksaan Agung sehingga Kapuspen juga mengeluarkan statement kemarin bahwa itu tidak benar,” jelasnya.

Lebih lanjut kata Kanter, saat ini perseroan telah melakukan perbaikan tata kelola emas. Ia mengaku, banyak kasus-kasus emas di masa lalu disebabkan oleh tata kelola kita juga kurang baik.

“Tetapi juga apa yang diberitakan oleh media itu juga enggak semuanya benar,” imbuhnya.

Ia meluruskan, kerugian yang dimaksud bukanlah produk emas palsu, melainkan penyalahgunaan merek.

Penggunaan logo Antam pada komoditas emas merupakan hak eksklusif yang dimiliki perusahaannya. Dia mengatakan pembubuhan logo itu tak bisa dilakukan sembarangan, melainkan harus seizin dan sepengetahuan Antam.

Baca juga:  Emas vs Bitcoin: Pertarungan Dua Aset Penyimpan Nilai di Era Modern
Masyarakat / Investor tak perlu cemas lagi. Potret emas asli Antam. (Dok. Antam)

“Jadi kita tidak lagi memproses itu sekarang. Jadi itu yang tata kelola yang sudah kita perbaiki kedepannya,” ungkapnya.

Selain itu, yang dipertentangkan saat ini masih ada perbedaan persepsi antara kerugian negara yang ditimbulkan dari perhitungan yang diberikan oleh kejaksaan dengan versi perseroan.

“Karena masih menguntungkan. Kan ini dari tahun 2010 masalahnya sampai tahun 2021. Jadi kita tuh kesulitan untuk bilang bahwa itu adalah merugikan negara. Karena jelas-jelas emas itu untung,” ucapnya.

Ia menyebut, pemberitaan yang masih beredar di masyarakat juga bisa berasal dari kompetitor. Sebab, para produsen emas juga berlomba-lomba menjaring pangsa pasar.

“Ada lima (dokumen) misalnya dia proses tapi ada dua yang diambil dari illegal mining. Jadi kalau bilang palsu ya bisa dikatakan ya palsu atau (dokumen) tidak lengkap lah. Artinya kita bisa simpulkan bahwa ANTAM tidak bisa memverifikasi dokumen mana yang asli dan dokumen mana yang palsu,” pungkasnya.(*)

Editor : Tim Metrosiar

Sumber Berita: CNBC

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Promo September Ceria Azka Motor hadir dengan DP motor Honda mulai Rp500 ribu dan pilihan tenor kredit menarik untuk wilayah Jabodetabek.
Bangun Industri Kosmetik Berkualitas, PT Pillars Cosmetiklon Indonesia Utamakan Kepercayaan dan Inovasi
Indo Beauty Expo 2026 Jadi Langkah Strategis PT Pillars Cosmetiklon Indonesia Perluas Kemitraan Bisnis
Damai AS-Iran Bikin Harga Emas Melejit, Investor Serbu Aset Safe Haven
Partai Gelora Dorong Percepatan Energi Nuklir, Dinilai Jadi Kunci Kemandirian Energi Indonesia
KUR Obor Mas Mengalir Lebih dari Rp1 Miliar di Bajawa! Bupati Ngada Bergabung Jadi Anggota, Sinergi dengan Koperasi Merah Putih Kian Menguat
Obor Mas Jangan Hanya Besar, Tapi Harus Terus Bertumbuh! Bupati Ngada Ajak Anggota Bersatu dan Berani Bermimpi Lebih Tinggi
Danantara Garap Eksportir Tunggal, Fauzan Fadel ingatkan Negara Harus Jadi Mitra Strategis, Bukan Monopoli
Berita ini 60 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 12:01 WIB

Promo September Ceria Azka Motor hadir dengan DP motor Honda mulai Rp500 ribu dan pilihan tenor kredit menarik untuk wilayah Jabodetabek.

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:14 WIB

Bangun Industri Kosmetik Berkualitas, PT Pillars Cosmetiklon Indonesia Utamakan Kepercayaan dan Inovasi

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:10 WIB

Indo Beauty Expo 2026 Jadi Langkah Strategis PT Pillars Cosmetiklon Indonesia Perluas Kemitraan Bisnis

Senin, 15 Juni 2026 - 12:37 WIB

Damai AS-Iran Bikin Harga Emas Melejit, Investor Serbu Aset Safe Haven

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:00 WIB

Partai Gelora Dorong Percepatan Energi Nuklir, Dinilai Jadi Kunci Kemandirian Energi Indonesia

Berita Terbaru

Personel penyidik (kiri) bersama dua orang lainnya (tengah dan kanan) melakukan pemeriksaan terhadap barang temuan berupa jeriken dalam rangka proses penyelidikan.

Peristiwa & Bencana

Tiga Barang Temuan di Selat Sunda Dipastikan Bukan Milik KM Arupadhatu 1

Minggu, 13 Sep 2026 - 18:11 WIB

Sejumlah tokoh menghadiri pembukaan pameran seni “Bersimpuh di Kaki Para Guru” di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta. Para pengunjung tampak mengamati karya-karya yang dipamerkan.

Nusantara

Kapolri Hadiri Pameran Nasirun, Ada Pesan untuk Para Guru

Minggu, 13 Sep 2026 - 18:07 WIB