Dua Pabrik Sepatu Olahraga Ternama di Kabupaten Tangerang PHK Ribuan Karyawannya, Ini Alasannya

Avatar photo

Kamis, 6 Maret 2025 - 17:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Dua pabrik sepatu olahraga di Kabupaten Tangerang, Banten, telah dan akan PHK ribuan Karyawannya karena sepi orderan. (Istimewa)

Dua pabrik sepatu olahraga di Kabupaten Tangerang, Banten, telah dan akan PHK ribuan Karyawannya karena sepi orderan. (Istimewa)

 

Metrosiar – Belum selesai persoalan Sritex yang hingga kini masih terkatung-katung, kini dua pabrik sepatu olahraga ternama dan terbesar di Kabupaten Tangerang juga akan melakukan PHK besar-besaran dengan jumlah karyawan yang mencapai ribuan.

Dua perusahaan sepatu di Tangerang yang telah melakukan PHK terhadap ribuan karyawan tersebut adalah:

  1. PT Adis Dimension Footwear yang beralamatkan di Jalan Raya Serang Km 24 Balaraja, Kec. Balaraja, Kabupaten Tangerang
  2. PT Victory Ching Luh baik yang berlokasi di Cikupa maupun di kawasan Industri Pasar Kemis.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten, Septo Kalnadi, menyampaikan bahwa PT Adis Dimension Footwear telah melakukan PHK terhadap 1.500 karyawannya dan sementara itu, PT Victory Ching Luh sedang dalam proses PHK terhadap 2.000 karyawannya.

Baca juga:  Polda Banten Bongkar “Dokter Suntik Gas”, Ratusan Tabung Oplosan Diamankan!

Menurut Sapto alasan dari PHK ini bukan karena adanya penyesuaian UMK (Upah Minimum Kabupaten).

“Kemudian juga ada nanti tahun depan mulai ada lagi PHK. Tapi bukan UMK (Upah Minimum Kabupaten/Kota tinggi). Alasannya bukan UMK,” kata Septo kepada wartawan di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten, Rabu (5/3/2025).

Apa Alasan Pabrik Sepatu di Tangerang PHK Karyawan?

Penurunan pesanan dari pemegang merek menjadi faktor utama yang memaksa kedua perusahaan tersebut mengurangi volume produksi.

Kondisi ini semakin diperkuat dengan pernyataan salah satu perusahaan yang selama ini memasok beberapa seri sepatu untuk merek ternama, seperti Nike.

“Order dari pemegang merek yang kurang sehingga mereka tidak mendapatkan order, sehingga kan dari order itu mereka akan mem-PHK,” ungkap Septo.

Proses PHK di kedua pabrik tersebut telah berlangsung sejak November 2024 hingga Januari 2025, dan hingga kini, perusahaan masih menyelesaikan pembayaran hak-hak karyawan yang terdampak.

Baca juga:  Prediksi Harga Emas 2025 Naik Drastis, Bisa Tembus Rp2,5 Juta per Gram? Ini Faktanya!

“Sekarang sedang proses pembayaran hak-hak karyawannya,” ujarnya.

Tidak hanya itu, selama tahun 2024, tercatat sekitar 12.000 karyawan di Provinsi Banten mengalami PHK.

“Setiap hari ada saja perusahaan yang minta izin untuk PHK.”

“Izinnya ada di Kabupaten/Kota dan itu sekitar 12.000 karyawan selama 2024,” tandasnya.

PHK di Sritex

Sementara itu, peristiwa PHK di Sritex yang terjadi di Sukoharjo sebelumnya masih menjadi perbincangan hangat. Perusahaan tekstil raksasa itu resmi tutup, sehingga lebih dari 10.000 karyawan terpaksa di-PHK.

Meski begitu, pemerintah tengah mengupayakan agar seluruh karyawan Sritex yang terkena PHK dapat dipekerjakan kembali dalam waktu dua minggu ke depan.(*)

Sumber Berita: Kompas.com

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bangun Industri Kosmetik Berkualitas, PT Pillars Cosmetiklon Indonesia Utamakan Kepercayaan dan Inovasi
Indo Beauty Expo 2026 Jadi Langkah Strategis PT Pillars Cosmetiklon Indonesia Perluas Kemitraan Bisnis
Damai AS-Iran Bikin Harga Emas Melejit, Investor Serbu Aset Safe Haven
Partai Gelora Dorong Percepatan Energi Nuklir, Dinilai Jadi Kunci Kemandirian Energi Indonesia
KUR Obor Mas Mengalir Lebih dari Rp1 Miliar di Bajawa! Bupati Ngada Bergabung Jadi Anggota, Sinergi dengan Koperasi Merah Putih Kian Menguat
Obor Mas Jangan Hanya Besar, Tapi Harus Terus Bertumbuh! Bupati Ngada Ajak Anggota Bersatu dan Berani Bermimpi Lebih Tinggi
Danantara Garap Eksportir Tunggal, Fauzan Fadel ingatkan Negara Harus Jadi Mitra Strategis, Bukan Monopoli
Pasar Sentral Sudu: Ikon Masyarakat yang Kini Tampak Kumuh dan Semrawut
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:14 WIB

Bangun Industri Kosmetik Berkualitas, PT Pillars Cosmetiklon Indonesia Utamakan Kepercayaan dan Inovasi

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:10 WIB

Indo Beauty Expo 2026 Jadi Langkah Strategis PT Pillars Cosmetiklon Indonesia Perluas Kemitraan Bisnis

Senin, 15 Juni 2026 - 12:37 WIB

Damai AS-Iran Bikin Harga Emas Melejit, Investor Serbu Aset Safe Haven

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:00 WIB

Partai Gelora Dorong Percepatan Energi Nuklir, Dinilai Jadi Kunci Kemandirian Energi Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 - 09:03 WIB

KUR Obor Mas Mengalir Lebih dari Rp1 Miliar di Bajawa! Bupati Ngada Bergabung Jadi Anggota, Sinergi dengan Koperasi Merah Putih Kian Menguat

Berita Terbaru

Nusantara

Mostbet Black Friday vs. Competitors: Kdo nabízí víc?

Sabtu, 22 Agu 2026 - 23:18 WIB

Nusantara

Pinco Casino – Bu Ayın Ən Maraqlı Turnirləri

Sabtu, 22 Agu 2026 - 21:02 WIB