Metrosiar – Pebisnis kuliner UMKM Tjie Nofie Handayani, atau lebih dikenal dengan nama Ci Mehong, kini tengah menjadi sorotan di media sosial.
Di platform media sosial, Ci Mehong dikenal karena produk kue bika ambon, lapis legit, dan jasa catering makanannya.
Namun, belakangan ini, produk dari bisnis UMKM Ci Mehong yang menggunakan akun @pikbakinghose menerima beberapa ulasan negatif dari influencer di kalangan pecinta kuliner.
Salah satunya datang dari influencer Tasyi Athasyia yang mengaku menemukan binatang kecil di dalam adonan kue bika ambon yang ia beli.
Meskipun demikian, pihak Ci Mehong membantah klaim tersebut, mengatakan bahwa benda tersebut adalah serpihan koran yang terbakar.
Akibatnya, media sosial Ci Mehong dibanjiri dengan berbagai komentar negatif dari netizen.
Dalam sebuah wawancara di acara Feni Rose yang diunggah di kanal YouTube, Ci Mehong pun menyampaikan harapannya agar pemerintah dapat campur tangan dalam mengatur para food blogger yang memberikan ulasan negatif yang berpotensi merugikan usaha kecil.
“Harus dilawan, dan seharusnya pemerintah juga turun tangan dengan adanya aturan hukum terkait hal ini,” ujarnya.
Dia juga menambahkan, “Jika seorang reviewer menjatuhkan usaha orang lain, mereka seharusnya langsung dikenakan sanksi hukum.”
Menurutnya, tanpa adanya aturan, selebgram dan influencer akan bertindak semena-mena.
“Kalau dibiarkan begitu saja, mereka akan bertindak sesuka hati. Mereka punya tim untuk mengelola ini semua, sementara saya, sebagai pengusaha kecil, harus melakukannya sendiri tanpa bantuan tim,” ungkapnya.
Selain itu, Ci Mehong juga berbicara mengenai sertifikat halal yang harus dimiliki oleh para pengusaha. Ia menjelaskan produk olahannya sudah bersertifikat halal, kecuali untuk menu ayam.
“Mengapa kami harus membeli dari tempat besar yang sudah bersertifikat halal? Itu sulit untuk dilakukan,” katanya.
“Pemerintah harus memberi perhatian lebih pada pengusaha kecil seperti kami, agar kami bisa berkembang,” tambahnya.
Terakhir, Ci Mehong juga memberikan pesan untuk para konten kreator yang melakukan review makanan. Ia mengingatkan agar mereka tidak saling menjatuhkan.
“Jika ingin memberikan ulasan, katakan saja enak tanpa harus membandingkan dengan yang lain,” ujarnya.
“Kalau membandingkan, pasti yang mereka ulas akan dianggap lebih enak, karena mereka yang dibayar,” tutupnya.(*)
Sumber Berita: Media Sosial









