Metrosiar – Tagar Kadin Cilegon minta 5 triliun tengah menjadi sorotan setelah beredar video yang memperlihatkan seseorang mengatasnamakan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Cilegon diduga meminta jatah proyek tanpa melalui mekanisme tender resmi.
Permintaan tersebut ditujukan kepada PT Chengda, kontraktor utama proyek pembangunan pabrik milik PT Chandra Asri Petrochemical Tbk.
Dalam potongan video yang viral di media sosial X, tampak sejumlah pihak yang mengaku dari Kadin Cilegon dan organisasi masyarakat bertemu langsung dengan perwakilan Chengda Engineering Co.
Salah satu pria yang terdengar dalam video menyebut, “Tanpa ada lelang, porsinya harus jelas, Rp 5 triliun untuk Kadin, Rp 3 triliun untuk Kadin,” dikutip pada Kamis (15/5/25).
Kadin Indonesia Siapkan Sanksi untuk Oknum
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menegaskan pihaknya tidak akan membiarkan nama organisasi dicemarkan oleh oknum.
Ia menyebut Kadin Indonesia akan menjatuhkan sanksi kelembagaan terhadap pelaku yang terbukti menyalahgunakan nama Kadin.
“Peringatan tertulis dan teguran keras kepada pengurus Kadin daerah yang melanggar. Pembekuan sementara kewenangan organisasi hingga proses etik selesai. Rekomendasi pergantian atau pencabutan mandat organisasi bagi pengurus yang menyalahgunakan nama Kadin,” ujarnya, Selasa (13/5).
Tim verifikasi dan etik pun telah dibentuk guna menampung keluhan dari masyarakat. Bahkan, Kadin Indonesia bersama pemerintah dan aparat hukum akan turun langsung untuk mengecek ke lapangan.
“Bahkan hari Rabu ya, itu Kadin bersama Gubernur Banten atau yang diutus, bersama BKPM dan juga penegak hukum akan melihat,” lanjut Anindya.
Gubernur Banten Minta Klarifikasi

Gubernur Banten Andra Soni turut buka suara atas viralnya video tersebut. Ia menyayangkan tindakan yang dapat merusak citra iklim investasi di Banten, terlebih dilakukan tanpa mekanisme yang sah.
“Kadin kan organisasi resmi, ada pengurus di Pemprov, ada juga di tingkat pusat. Jadi tentu mereka harus melakukan pembinaan, menurut saya,” ujarnya di Serang, Rabu (14/5/2025).
Andra mengaku kecewa karena peristiwa itu terjadi di tengah upaya pemerintah daerah menciptakan suasana kondusif bagi investor.
“Sebagai Gubernur Banten yang sedang berusaha menjadikan Banten yang ramah, saya kecewa dan saya harap kejadian seperti ini tidak terjadi lagi,” tuturnya.
Ia menekankan pentingnya mendukung investasi demi kepentingan masyarakat luas.
“Investasi ini bukan terkait satu dua kelompok tapi investasi ini terkait seluruh masyarakat Banten. Sehingga investasi yang datang ke Banten kita sambut baik dan kita harapkan investasinya juga berdampak positif kepada seluruh masyarakat Banten,” lanjutnya.
Terkait insiden tersebut, pihaknya berencana memanggil pengurus Kadin Cilegon.
“Insya Allah, Insya Allah (akan dipanggil),” katanya.
Klarifikasi dari Kadin Cilegon: Hanya Salah Ucap
Menanggapi isu yang mencuat, Wakil Ketua Umum I Kadin Cilegon, Isbatullah Alibasja, memberikan klarifikasi.
Menurutnya, pernyataan dalam video viral itu bukan sikap resmi organisasi, melainkan bentuk emosi sesaat dari salah satu anggotanya.
“Akhirnya terjadilah adu mulut, terus ada kata-kata viral itu, memang itu bukan sikap resmi Kadin Kota Cilegon, itu luapan emosi dari salah satu pengurus kita yang mungkin kesal… Saya menyebutnya selip lidahnya atau apalah, ya kita juga paham mana ada proyek yang 5 triliun tanpa tender,” ujarnya, Rabu (14/5).
Menurut Isbat, sebelumnya Kadin Cilegon telah menggelar beberapa pertemuan dengan pihak investor dan kontraktor.
Mereka menyampaikan dukungan terhadap investasi, namun juga berharap pengusaha lokal dilibatkan.
“Artinya, kita menyambut baik (investasi), cuma harapan kita agar libatkanlah pengusaha lokal yang kira-kira mampu, yang punya kualifikasi,” jelasnya.
Ia menambahkan kendala komunikasi dengan PT Chengda membuat situasi memanas. Namun pihaknya tetap menghargai prosedur yang berlaku dan siap mengikuti mekanisme tender jika diberlakukan.
“Kalau misalkan tender, ayo kita tender, artinya kita mengikuti prosedur di internal. Tapi harapan kita ada keberpihakanlah ke pengusaha lokal,” tuturnya.(*)
Editor : Wodo Ndaya Coya
Sumber Berita: detiknews









