Metrosiar – Asia kini tidak hanya dikenal sebagai kawasan dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia, tetapi juga telah menjelma menjadi pusat kekuatan militer global.
Di antara berbagai indikator kekuatan militer, keberadaan jet tempur memainkan peran krusial dalam menjaga kedaulatan negara, melaksanakan operasi ofensif, hingga menguasai wilayah udara.
Salah satu tolok ukur utama dalam menilai kekuatan militer suatu negara adalah jumlah dan jenis jet tempur yang dimiliki.
Menurut laporan Global Firepower, Indonesia menempati posisi kedelapan dalam daftar negara Asia dengan jumlah jet tempur terbanyak, yakni sebanyak seratus sepuluh unit.
Selain Indonesia, terdapat sejumlah negara lain di Asia yang mengoperasikan ratusan bahkan ribuan jet tempur canggih.
Daftar Negara Asia dengan Armada Jet Tempur Terbanyak

1. Tiongkok – Sekitar 1500 Unit
Tiongkok memiliki kekuatan udara terbesar di Asia dan menduduki posisi ketiga di tingkat global. Melalui Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat (PLAAF), negara ini terus memperkuat armadanya dengan jet tempur mutakhir seperti Chengdu J-20, Shenyang J-16, dan J-11. Fokus utama Tiongkok adalah pengembangan teknologi siluman (stealth) dan kemampuan tempur jarak jauh.
2. India – Sekitar 800 Unit
India menjadi kekuatan udara terbesar kedua di Asia melalui Indian Air Force (IAF). India mengoperasikan berbagai jenis jet tempur, antara lain Sukhoi Su-30MKI, Dassault Rafale, dan HAL Tejas buatan lokal. Modernisasi armada dan rencana pengadaan pesawat baru menjadi prioritas pemerintah untuk memperkuat pertahanan udara.
Dominasi Regional dan Modernisasi Jet Tempur
3. Pakistan – Sekitar 450 Unit
Sebagai negara dengan posisi strategis, Pakistan memperkuat Angkatan Udaranya dengan berbagai jet tempur seperti JF-17 Thunder, Chengdu J-10 dari Tiongkok, dan F-16 dari Amerika Serikat. Negara ini terus melakukan pembaruan armada guna meningkatkan kemampuan tempur dan pertahanan.
4. Korea Selatan – Sekitar 400 Unit
Korea Selatan melalui ROKAF mengoperasikan pesawat tempur canggih seperti F-15K Slam Eagle, KF-16, dan F-35A. Proyek KF-21 Boramae menjadi bukti keseriusan negara ini dalam mengembangkan jet tempur generasi baru dengan kemampuan lebih mumpuni.
Pertahanan Udara Negara Maju di Asia Timur
5. Jepang – Sekitar 350 Unit
Japan Air Self-Defense Force (JASDF) dikenal memiliki pilot yang sangat terlatih dan armada yang modern. Jepang mengoperasikan Mitsubishi F-2 dan F-35A sebagai tulang punggung kekuatan udaranya. Peningkatan teknologi pertahanan menjadi fokus utama di tengah meningkatnya tensi kawasan.
6. Taiwan – Sekitar 300 Unit
Taiwan mengandalkan pesawat seperti F-16 dan F-CK-1 Ching-kuo buatan dalam negeri. Pengembangan versi F-16V menjadi langkah strategis Taiwan dalam meningkatkan kesiapan dan daya tahan terhadap ancaman eksternal.
Kekuatan Udara Asia Barat dan Asia Tenggara
7. Iran – Sekitar 200 Unit
Iran mengoperasikan campuran pesawat tempur tua seperti F-14 Tomcat dan MiG-29, serta jet hasil pengembangan lokal seperti Kowsar. Meskipun menghadapi embargo, Iran tetap mengupayakan kemandirian militer melalui pengembangan pesawat dalam negeri.
8. Indonesia – Sekitar 110 Unit
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) memiliki beragam jet tempur seperti F-16 Fighting Falcon dan Sukhoi Su-27/30. Rencana pembelian Rafale dan F-15EX menjadi bagian dari strategi modernisasi pertahanan udara Indonesia.
Negara dengan Armada Lebih Kecil namun Strategis
9. Thailand – Sekitar 70 Unit
Thailand mengoperasikan F-16 dan JAS 39 Gripen dalam menjaga kedaulatan wilayah udaranya. Upaya pembaruan pesawat serta akuisisi unit baru terus dilakukan untuk memperkuat Angkatan Udara Kerajaan Thailand.
10. Vietnam – Sekitar 50 Unit
Meskipun memiliki jumlah terbatas, Vietnam tetap aktif memperbarui jet tempurnya seperti Sukhoi Su-27 dan Su-30. Fokus utama Vietnam adalah peningkatan efektivitas operasional dan modernisasi bertahap dalam menghadapi tantangan regional.(*)
Editor : Nedu Wodo Mezhe
Sumber Berita: research@cnbcindonesia.com









