Kasus Salah Tangkap Polisi Membuat Pencari Bekicot Terluka Secara Psikologis, Begini Duduk Perkaranya

Avatar photo

Senin, 10 Maret 2025 - 12:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Minggu (2/3/2025) malam menjadi malam yang sangat sial bagi Kusyanto, seorang pencari bekicot dari Grobogan, Jawa Tengah, dirinya menjadi korban salah tangkap polisi. (Istimewa)

Minggu (2/3/2025) malam menjadi malam yang sangat sial bagi Kusyanto, seorang pencari bekicot dari Grobogan, Jawa Tengah, dirinya menjadi korban salah tangkap polisi. (Istimewa)

 

Metrosiar – Minggu (2/3/2025) malam menjadi malam yang sangat sial bagi Kusyanto, seorang pencari bekicot dari Grobogan, Jawa Tengah.

Tiba-tiba, pria yang sehari-harinya mencari bekicot ini ditangkap oleh oknum polisi dengan tuduhan mencuri mesin pompa air.

Saat kejadian, Kusyanto sedang beristirahat di tepi sawah di Desa Suru, Kecamatan Geyer, dan sepeda motornya, yang berisi bekicot, disita dan dibawa ke kantor polisi.

Oknum polisi yang terlibat dalam penangkapan ini, Aipda IR, bahkan melakukan intimidasi terhadap Kusyanto.

Ia sempat mengancam akan membunuh Kusyanto jika tidak mengakui pencurian mesin pompa air tersebut.

Setelah menjalani pemeriksaan di kantor polisi, penyidik Polsek Geyer tidak menemukan bukti yang mendukung tuduhan tersebut, sehingga Kusyanto menjadi korban salah tangkap oleh aparat kepolisian.

Baca juga:  Camat Rajeg dan Kapolsek Rajeg tanam benih jagung di Batu nunggul Kelurahan Sukatani Kerja nyata ketahanan pangan

Laporan yang dikutip oleh Metrosiar dari Tribun Jateng, peristiwa ini dimulai ketika Kusyanto duduk di dekat sawah pada malam itu.

Aipda IR dan seorang warga mendatanginya dengan tuduhan mencuri pompa air bermesin diesel.

Kusyanto merasa bingung dan mencoba membantah tuduhan tersebut, tetapi Aipda IR malah memukulnya dan terus mengintimidasi.

“Salah saya apa, saya tak tahu apa-apa, katanya di sana banyak pompa air diesel hilang,” ungkap Kusyanto kepada media.

Tak lama setelah itu, Kusyanto digelandang ke Mapolsek Geyer, di mana dia diperiksa oleh Unit Reskrim.

Setelah pemeriksaan, penyidik menemukan bahwa “Kusyanto tidak bersalah dan tuduhan pencurian itu tidak bisa dibuktikan, Kusyanto benar-benar pencari bekicot,” jelas salah seorang penyidik yang enggan disebut namanya.

Akibat kejadian ini, Kusyanto mengalami trauma berat dan meminta Aipda IR untuk meminta maaf secara langsung kepada dirinya.

Baca juga:  Tragedi di Gresik: Mobil Pengantar Jemaah Umrah Tabrakan dengan Bus, 7 Orang Tewas

“Saya orang nggak punya, nggak bisa berbuat apa-apa, saya hanya ingin IR meminta maaf secara langsung dan nama baik saya dipulihkan,” katanya dengan penuh harapan.

Polres Grobogan mengakui telah menangani kasus salah tangkap ini dengan serius.

Propam Polres Grobogan sudah memeriksa Aipda IR, dan Kasi Humas Polres Grobogan, AKP Danang Esanto, mengungkapkan bahwa kasus ini sedang dalam penyelidikan.

“Kami akan melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terkait video viral tersebut sesuai dengan aturan yang berlaku,” tambah Danang.

Sementara itu, kritik juga muncul terkait prosedur penangkapan dan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh Aipda IR.

Polres Grobogan berkomitmen untuk menangani kasus ini dengan transparan dan sesuai prosedur.(*)

Editor : Konrad Wodo

Sumber Berita: Tribunnews

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bulan Muharram Bulannya Allah Ini Amalan dan Keutamannya
SPENSA Bajawa Gelar Festival Talenta Terbesar, Akademik, Olahraga dan Seni Bersatu dalam Satu Panggung
Kutabumi Bikin Optimistis, Bidik Juara Lomba Kelurahan 2026
Diduga Terlibat Korupsi MBG Beredar 20 Nama Petinggi
Tanda Tanda Keruntuhan Israel Ungkap Wamenlu RI
Cara Polisi Puloampel Jaga Kamtibmas Ini Bikin Warga Makin Dekat
Terbongkar! WN Rusia Bawa 7,8 Kg Hashish ke Bali, Akhirnya Tertangkap
170 Paket Sembako Dibagikan, Aksi Sosial Polda Banten di Karian Curi Perhatian
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:58 WIB

Bulan Muharram Bulannya Allah Ini Amalan dan Keutamannya

Kamis, 11 Juni 2026 - 23:16 WIB

SPENSA Bajawa Gelar Festival Talenta Terbesar, Akademik, Olahraga dan Seni Bersatu dalam Satu Panggung

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:30 WIB

Kutabumi Bikin Optimistis, Bidik Juara Lomba Kelurahan 2026

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:38 WIB

Tanda Tanda Keruntuhan Israel Ungkap Wamenlu RI

Selasa, 9 Juni 2026 - 22:03 WIB

Cara Polisi Puloampel Jaga Kamtibmas Ini Bikin Warga Makin Dekat

Berita Terbaru

Nusantara

Bulan Muharram Bulannya Allah Ini Amalan dan Keutamannya

Sabtu, 13 Jun 2026 - 10:58 WIB

Lurah Kutabumi bersama Camat Pasar Kemis dan Tim Penilai Kabupaten Tangerang mengikuti sesi pemaparan serta evaluasi dalam rangka Lomba Kinerja Kelurahan Tingkat Kabupaten Tangerang Tahun 2026.

Olahraga

Kutabumi Bikin Optimistis, Bidik Juara Lomba Kelurahan 2026

Kamis, 11 Jun 2026 - 18:30 WIB