Presiden AS Donald Trump Bertemu Pemimpin Industri Kripto di Gedung Putih, Ini yang Dibahas

Avatar photo

Sabtu, 8 Maret 2025 - 16:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hari pertama menjabat Presiden AS Donald Trump menandatangani sejumlah perintah eksekutif, salah satunya mengganti nama Teluk Meksiko menjadi Teluk Amerika, dan mengembalikan nama Gunung Denali, puncak tertinggi di AS, menjadi Mount McKinley. (instagram.com/realdonaldtrump)

Hari pertama menjabat Presiden AS Donald Trump menandatangani sejumlah perintah eksekutif, salah satunya mengganti nama Teluk Meksiko menjadi Teluk Amerika, dan mengembalikan nama Gunung Denali, puncak tertinggi di AS, menjadi Mount McKinley. (instagram.com/realdonaldtrump)

 

Metrosiar – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menggelar pertemuan dengan para pemimpin industri kripto di Gedung Putih dalam acara bertajuk “Crypto Summit”, pada Jumat (7/3/2025).

Pertemuan ini menjadi yang pertama kalinya diadakan di Gedung Putih, di mana Trump menyatakan komitmennya untuk menjadikan AS sebagai pemimpin global dalam industri kripto.

“Kita harus tetap berada di garis depan dalam hal ini,” ungkap Trump, seperti yang dilaporkan oleh AP.

Komitmen Trump untuk Menjadi Pemimpin Dunia dalam Industri Kripto 

Trump, yang sebelumnya dikenal skeptis terhadap kripto, kini mengubah sikapnya dan mendekati industri ini dengan pandangan yang lebih positif.

Pendekatannya ini mendapat sambutan hangat dari para pemimpin industri kripto yang mengapresiasi kebijakan yang membalikkan arahan pemerintah sebelumnya, yang dianggap merugikan aset digital.

Salah satu pendiri bursa kripto Gemini, Cameron Winklevoss, menyebut perubahan ini luar biasa dan mengungkapkan bahwa pendulum kini berayun kembali menuju arah yang lebih baik bagi industri kripto.

Regulasi yang Mendukung Industri Kripto

Baca juga:  Maharani Kemala Buka Suara Soal Skincare Overclaim dan Isu Nikita Mirzani

Pertemuan tersebut dihadiri oleh sejumlah eksekutif perusahaan kripto, pejabat kabinet, dan anggota parlemen yang memberikan pujian atas kepemimpinan Trump dalam mendukung aset digital.

Para pelaku industri juga mengkritik pemerintahan Biden yang sebelumnya dianggap memberikan perlakuan tidak adil terhadap mereka, dengan klaim bahwa kebijakan tersebut berkontribusi pada kemenangan Trump dan Partai Republik dalam pemilu lalu.

Trump menegaskan dia siap mendukung industri kripto dengan kebijakan yang lebih ramah, termasuk peraturan yang lebih ringan dan dukungan terhadap inovasi.

Perintah Eksekutif Trump: Pembentukan Cadangan Strategis Bitcoin

Pada hari Kamis, Trump mengeluarkan perintah eksekutif untuk mendirikan “Strategic Bitcoin Reserve”, yang melarang pemerintah AS menjual bitcoin yang disita melalui penyitaan aset pidana dan perdata.

Dengan nilai bitcoin yang saat ini mencapai 17 miliar dolar AS, perintah ini juga memberi wewenang kepada Departemen Keuangan dan Perdagangan untuk merancang rencana guna memperoleh lebih banyak bitcoin.

Langkah ini dianggap sebagai penguatan legitimasi dan kredibilitas bitcoin di pasar global.

Penyimpanan Aset Digital Lainnya dalam “Digital Asset Stockpile”

Perintah eksekutif Trump juga menciptakan “Digital Asset Stockpile”, yang akan menyimpan aset kripto selain bitcoin yang disita oleh pemerintah, seperti XRP, Solana, dan Cardano.

Baca juga:  Harga Emas Naik di Pegadaian, Antam Stabil di Rp1,798 Juta per Gram, UBS dan Galeri 24 Naik Rp15.000

Hal ini memicu spekulasi pemerintah AS mungkin mulai memilih aset digital tertentu sebagai pemenang di antara banyaknya jenis mata uang kripto yang ada.

Namun, profesor Yesha Yadav dari Vanderbilt Law School menilai perintah eksekutif ini dibuat cukup netral untuk menghindari kontroversi terkait preferensi terhadap kripto tertentu.

Kritik Terhadap Kepentingan Pribadi Trump dalam Industri Kripto

Terdapat kritik terhadap Trump terkait keterlibatannya langsung dalam dunia kripto, terutama dalam mendukung beberapa meme coin pribadi dan proyek yang berpotensi menguntungkan dirinya dan keluarganya.

Namun, David Sacks, pejabat pemerintahan Trump yang bertanggung jawab atas kebijakan kripto, membantah bahwa kepentingan pribadi Trump memengaruhi kebijakan pemerintahannya.

Ia menekankan bahwa fokus utama pemerintah adalah untuk membuat AS menjadi pusat industri kripto global, dengan regulasi yang adil dan jelas untuk melindungi investor.(*)

Editor : Kun

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terungkap! Ini Profil Kampus Gibran, MDIS Singapura, Benarkah Kontroversial?
MDIS Tegaskan Gibran Lulusan Singapura, Tapi Putusan MK Bikin Polemik Makin Panas
Bangkok Bank Bawa 37 Investor Thailand, Ada Apa dengan Indonesia?
Empat Jalan Tangerang Tuntas, Akses Warga Kembali Lancar
Pemkab Tangerang Punya Gebrakan Baru, Desa Cikuya Jadi Pusat Komoditas
Hari Hak untuk Tahu: Perjalanan Panjang Menuju Keterbukaan Informasi
Indonesia Bidik Investor Data Center, Potensi Listrik Papua 23 GW
AMDAL Jadi Kunci Proyek Aman, Ini Risiko Jika Diabaikan!
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:28 WIB

Terungkap! Ini Profil Kampus Gibran, MDIS Singapura, Benarkah Kontroversial?

Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:48 WIB

MDIS Tegaskan Gibran Lulusan Singapura, Tapi Putusan MK Bikin Polemik Makin Panas

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:23 WIB

Bangkok Bank Bawa 37 Investor Thailand, Ada Apa dengan Indonesia?

Selasa, 29 September 2026 - 13:19 WIB

Empat Jalan Tangerang Tuntas, Akses Warga Kembali Lancar

Selasa, 29 September 2026 - 13:10 WIB

Pemkab Tangerang Punya Gebrakan Baru, Desa Cikuya Jadi Pusat Komoditas

Berita Terbaru

Nusantara

KMP Batumandi Terbakar di Merak, Penumpang Dievakuasi

Selasa, 20 Okt 2026 - 22:20 WIB

Petugas Satpol PP Kabupaten Tangerang bersama aparat terkait melakukan pemantauan dan penataan lapak pedagang di kawasan Kutabaru, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang.

Tata Kelola & Konservasi

SP3 PKL Kutabaru Terbit, Penertiban Mandek Sebulan: Ada Apa?

Senin, 19 Okt 2026 - 17:00 WIB