Bajawa.Metrosiar- Kabupaten Ngada masih diguncang aktivitas gempa susulan. Hingga Selasa (1/9/2026), jumlah gempa susulan yang tercatat telah mencapai 10.853 kali.
Angka tersebut menunjukkan aktivitas kegempaan di wilayah Ngada masih berlangsung. Namun, masyarakat diminta tidak terus-menerus larut dalam ketakutan.
Ahli Teknik Rekayasa dan Peneliti BMKG, Danaryo, meminta warga tetap waspada, tetapi tidak panik setiap kali merasakan guncangan.
Hal itu disampaikan Danaryo dalam konferensi pers melalui Zoom, Selasa (1/9/2026).
Menurut Danaryo, banyaknya gempa susulan merupakan bagian dari dinamika aktivitas kegempaan setelah terjadinya gempa utama. Karena itu, masyarakat perlu memahami bahwa kewaspadaan harus tetap berjalan beriringan dengan ketenangan.
“Warga tidak perlu lagi panik. Sebaiknya segera kembali beraktivitas secara normal,” jelas Danaryo.
Meski demikian, imbauan untuk kembali beraktivitas bukan berarti masyarakat boleh mengabaikan keselamatan. Warga tetap diminta mengikuti perkembangan informasi resmi dan memperhatikan kondisi bangunan tempat tinggal maupun fasilitas umum di sekitarnya.
Dia juga memastikan bahwa saat ini guncangan gempa semakin lemah dan berangsur-angsur akan hilang.
Danaryo menilai, salah satu persoalan yang tidak kalah serius dalam situasi pascagempa adalah beredarnya informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Informasi yang beredar melalui media sosial maupun grup percakapan, apabila tidak berasal dari sumber resmi, kata dia, berpotensi menimbulkan keresahan baru di tengah masyarakat.
“Jangan lagi percaya pada informasi-informasi hoaks yang bisa meresahkan masyarakat,” tegasnya.
Karena itu, BMKG meminta masyarakat menjadikan informasi resmi dari BMKG dan pemerintah sebagai rujukan utama terkait perkembangan aktivitas gempa.
Bupati Ngada: Jangan Terus Hidup dalam Ketakutan
Pesan serupa disampaikan Bupati Ngada, Raymundus Bena.
Di tengah ribuan guncangan susulan yang masih terjadi, Bupati meminta masyarakat secara bertahap kembali membangun kehidupan normal. Menurutnya, pemerintah daerah akan terus mengambil langkah-langkah strategis untuk menangani dampak gempa dan memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.
“Pemerintah daerah akan terus berupaya melakukan langkah-langkah strategis,” ujar Raymundus Bena.
Bupati menegaskan, pemulihan pascagempa tidak semata-mata berbicara tentang memperbaiki rumah dan fasilitas umum yang rusak.
Ada persoalan lain yang tidak kalah penting, yakni memulihkan rasa aman masyarakat setelah berulang kali merasakan guncangan.
Ketakutan yang berkepanjangan, ditambah informasi yang simpang siur, dapat membuat masyarakat semakin sulit keluar dari situasi trauma.
Karena itu, pemerintah bersama seluruh instansi terkait dituntut memperkuat komunikasi publik. Informasi mengenai gempa harus disampaikan secara cepat, akurat, konsisten dan mudah dipahami masyarakat.
Di sisi lain, masyarakat tetap harus menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama.
Warga yang rumahnya mengalami kerusakan diingatkan untuk tidak terburu-buru kembali menempati bangunan sebelum dinyatakan aman oleh pihak yang berwenang.
10.853 kali gempa susulan bukan alasan untuk mengabaikan kewaspadaan. Namun, angka itu juga tidak boleh menjadi bahan untuk terus menebar ketakutan.
Pesan BMKG dan pemerintah daerah tegas: tetap waspada, jangan panik, jangan percaya hoaks, ikuti informasi resmi dan mulai bangkit menjalankan aktivitas secara bertahap.*









