Gempa Susulan Ngada Tembus 10.853 Kali, BMKG Minta Warga Kembali Beraktivitas

Avatar photo

Selasa, 1 September 2026 - 14:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ahli Rekayasa dan Peneliti BMKG, Danaryo saat Memberikan Keterangan Pers Melalu Zoom. (Foto: Elfrat Frans Dhena)

Ahli Rekayasa dan Peneliti BMKG, Danaryo saat Memberikan Keterangan Pers Melalu Zoom. (Foto: Elfrat Frans Dhena)

Bajawa.Metrosiar- Kabupaten Ngada masih diguncang aktivitas gempa susulan. Hingga Selasa (1/9/2026), jumlah gempa susulan yang tercatat telah mencapai 10.853 kali.

Angka tersebut menunjukkan aktivitas kegempaan di wilayah Ngada masih berlangsung. Namun, masyarakat diminta tidak terus-menerus larut dalam ketakutan.

Ahli Teknik Rekayasa dan Peneliti BMKG, Danaryo, meminta warga tetap waspada, tetapi tidak panik setiap kali merasakan guncangan.

Hal itu disampaikan Danaryo dalam konferensi pers melalui Zoom, Selasa (1/9/2026).

Menurut Danaryo, banyaknya gempa susulan merupakan bagian dari dinamika aktivitas kegempaan setelah terjadinya gempa utama. Karena itu, masyarakat perlu memahami bahwa kewaspadaan harus tetap berjalan beriringan dengan ketenangan.

“Warga tidak perlu lagi panik. Sebaiknya segera kembali beraktivitas secara normal,” jelas Danaryo.

Meski demikian, imbauan untuk kembali beraktivitas bukan berarti masyarakat boleh mengabaikan keselamatan. Warga tetap diminta mengikuti perkembangan informasi resmi dan memperhatikan kondisi bangunan tempat tinggal maupun fasilitas umum di sekitarnya.

Dia juga memastikan bahwa saat ini guncangan gempa semakin lemah dan berangsur-angsur akan hilang.

Baca juga:  Melawan Lupa, Loka Tua Mata Api Diluncurkan untuk Menghidupkan Kembali Sabda Leluhur Ngada

Danaryo menilai, salah satu persoalan yang tidak kalah serius dalam situasi pascagempa adalah beredarnya informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Informasi yang beredar melalui media sosial maupun grup percakapan, apabila tidak berasal dari sumber resmi, kata dia, berpotensi menimbulkan keresahan baru di tengah masyarakat.

“Jangan lagi percaya pada informasi-informasi hoaks yang bisa meresahkan masyarakat,” tegasnya.

Karena itu, BMKG meminta masyarakat menjadikan informasi resmi dari BMKG dan pemerintah sebagai rujukan utama terkait perkembangan aktivitas gempa.

Bupati Ngada: Jangan Terus Hidup dalam Ketakutan

Pesan serupa disampaikan Bupati Ngada, Raymundus Bena.

Di tengah ribuan guncangan susulan yang masih terjadi, Bupati meminta masyarakat secara bertahap kembali membangun kehidupan normal. Menurutnya, pemerintah daerah akan terus mengambil langkah-langkah strategis untuk menangani dampak gempa dan memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.

“Pemerintah daerah akan terus berupaya melakukan langkah-langkah strategis,” ujar Raymundus Bena.

Bupati menegaskan, pemulihan pascagempa tidak semata-mata berbicara tentang memperbaiki rumah dan fasilitas umum yang rusak.

Baca juga:  Komisi II DPR sebut Penundaan Pengangkatan CPNS dan PPPK Hingga 2025 dan 2026, Berpotensi Dievaluasi

Ada persoalan lain yang tidak kalah penting, yakni memulihkan rasa aman masyarakat setelah berulang kali merasakan guncangan.

Ketakutan yang berkepanjangan, ditambah informasi yang simpang siur, dapat membuat masyarakat semakin sulit keluar dari situasi trauma.

Karena itu, pemerintah bersama seluruh instansi terkait dituntut memperkuat komunikasi publik. Informasi mengenai gempa harus disampaikan secara cepat, akurat, konsisten dan mudah dipahami masyarakat.

Di sisi lain, masyarakat tetap harus menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama.

Warga yang rumahnya mengalami kerusakan diingatkan untuk tidak terburu-buru kembali menempati bangunan sebelum dinyatakan aman oleh pihak yang berwenang.

10.853 kali gempa susulan bukan alasan untuk mengabaikan kewaspadaan. Namun, angka itu juga tidak boleh menjadi bahan untuk terus menebar ketakutan.

Pesan BMKG dan pemerintah daerah tegas: tetap waspada, jangan panik, jangan percaya hoaks, ikuti informasi resmi dan mulai bangkit menjalankan aktivitas secara bertahap.*

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Revisi UU Pemilu Disorot, Gelora Dorong Prosedur Lebih Sederhana
366 Personel Polda Bali Purna Bhakti, Kapolda Sampaikan Pesan Menyentuh
DPR Kaji Pembentukan Lembaga Khusus Pengelola Aset Sitaan dan Rampasan Negara
13 Tindak Pidana Masuk RUU Perampasan Aset, Korupsi hingga Pertambangan Jadi Sasaran
Bosko Ponong “Sentil” Pemkab Ngada: Jangan Kunci Data Gempa, Kerusakan Bisa Terus Bertambah
Gograber Dpw Tangsel Sinergi dalam Bakti sosial yang diselenggarakan oleh Mabes Polri di Buperta Ragunan,dan dihadiri oleh Ratusan driver ojol Jabodetabek
Lurah Pakuhaji Pastikan Penyaluran Bansos Beras Lancar dan Tertib
JokaRoom Casino Australia: The Rise of Skill-Based Games
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 15:02 WIB

Revisi UU Pemilu Disorot, Gelora Dorong Prosedur Lebih Sederhana

Selasa, 1 September 2026 - 14:41 WIB

366 Personel Polda Bali Purna Bhakti, Kapolda Sampaikan Pesan Menyentuh

Selasa, 1 September 2026 - 14:40 WIB

Gempa Susulan Ngada Tembus 10.853 Kali, BMKG Minta Warga Kembali Beraktivitas

Selasa, 1 September 2026 - 13:41 WIB

DPR Kaji Pembentukan Lembaga Khusus Pengelola Aset Sitaan dan Rampasan Negara

Selasa, 1 September 2026 - 10:18 WIB

Bosko Ponong “Sentil” Pemkab Ngada: Jangan Kunci Data Gempa, Kerusakan Bisa Terus Bertambah

Berita Terbaru

Sekretaris Jenderal Partai Gelora Indonesia Mahfuz Sidik saat memberikan penjelasan mengenai usulan penyederhanaan prosedur dan mekanisme tahapan Pemilu 2029.

Politik & Pemerintahan

Revisi UU Pemilu Disorot, Gelora Dorong Prosedur Lebih Sederhana

Selasa, 1 Sep 2026 - 15:02 WIB

Jajaran Polda Banten saat memberikan keterangan dalam konferensi pers pengungkapan kasus pencurian kendaraan roda empat jenis pick up/losbak. Dirreskrimum Polda Banten berada di tengah, didampingi Kabid Humas di kiri dan Kasubdit Jatanras di kanan.

Hukum & Kriminal

14 Kali Curi Mobil Losbak, Sindikat Ini Akhirnya Dibekuk Polda Banten

Selasa, 1 Sep 2026 - 14:51 WIB