Wabup Ngada “Sentil” Calon Kades: Bantuan Gempa Bukan Modal Politik, Itu Hak Rakyat!

Avatar photo

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wabup Ngada “Sentil” Calon Kades: Bantuan Gempa Bukan Modal Politik, Itu Hak Rakyat! (Foto: Humas Prokopim Ngada)

Wabup Ngada “Sentil” Calon Kades: Bantuan Gempa Bukan Modal Politik, Itu Hak Rakyat! (Foto: Humas Prokopim Ngada)

Bajawa.Metrosiar- Pemerintah Kabupaten Ngada mempertegas komitmennya untuk memastikan bantuan pascagempa benar-benar sampai ke tangan masyarakat yang terdampak.

Penegasan itu disampaikan Wakil Bupati Ngada, Bernadinus Dhey Ngebu (BDN), saat memimpin Rapat Evaluasi dan Rekonsiliasi Penanganan Pascagempa Bumi di Kantor Camat Riung, Senin (31/8/2026).

Rapat tersebut dihadiri Plt. Camat Riung, para kepala puskesmas, kepala desa, penjabat kepala desa, serta lurah se-Kecamatan Riung.

Pertemuan ini menjadi bagian penting dari evaluasi penanganan pascabencana sekaligus memperkuat koordinasi pemerintah dalam memastikan pelayanan terhadap warga terdampak tetap berjalan.

BDN memberikan apresiasi kepada pemerintah desa dan kelurahan, tenaga kesehatan, serta seluruh unsur yang selama masa darurat berada di tengah masyarakat.

Menurutnya, Kecamatan Riung merupakan salah satu wilayah yang mengalami dampak cukup serius akibat gempa. Namun, kondisi tersebut dapat dihadapi melalui kerja bersama pemerintah, TNI, Polri, relawan, lembaga sosial dan berbagai pihak yang datang membawa bantuan kemanusiaan.

Bantuan Jangan Berhenti di Atas Kertas

Salah satu sorotan utama BDN adalah distribusi bantuan logistik.

Ia menyebut bantuan untuk wilayah Kecamatan Riung telah didistribusikan. Namun, laporan penyaluran tidak boleh menjadi akhir dari proses.

Para kepala desa dan lurah diperintahkan kembali turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan dan penelusuran.

Tujuannya sederhana: memastikan tidak ada warga terdampak yang terlewat.

“Bantuan yang sudah diberikan harus kita telusuri kembali. Pastikan sudah tersalurkan dengan baik dan diterima oleh masyarakat. Jangan sampai ada masyarakat yang seharusnya menerima, tetapi belum mendapat bantuan,” tegas BDN.

Baca juga:  Jajaki Potensi Kerjasama di Bidang Olahan Kelapa, Wabup Ngada Berkunjung ke Sri Lanka

Penegasan tersebut menjadi alarm bagi seluruh jajaran pemerintah di tingkat desa dan kelurahan agar distribusi bantuan dilakukan secara transparan, tepat sasaran dan berdasarkan kebutuhan warga.

Wabup: Bantuan Gempa Jangan Dijadikan Modal Politik

Pernyataan paling keras BDN ditujukan kepada para calon kepala desa yang akan mengikuti kontestasi Pilkades.

Ia mengingatkan agar bantuan bencana yang berasal dari pemerintah, yayasan maupun pihak lain tidak dipakai untuk membangun citra politik atau mencari keuntungan elektoral.

Sebab, bantuan tersebut bukan milik pribadi, bukan milik kelompok, dan bukan alat untuk mengumpulkan dukungan politik.

Bantuan bencana adalah hak masyarakat

Karena itu, penyalurannya harus berdasarkan kondisi dan kebutuhan warga terdampak, bukan berdasarkan pilihan politik.

Pesan tersebut dinilai penting karena masyarakat Riung masih berada dalam situasi pemulihan pascagempa dan membutuhkan solidaritas, bukan pertarungan kepentingan.

“Kita Harus Menjadi Kehadiran Negara”

BDN juga meminta seluruh aparatur pemerintah tidak menutup diri terhadap bantuan dari berbagai pihak.

Menurutnya, banyak pihak dari luar daerah yang datang membawa kepedulian dan bantuan bagi masyarakat Ngada. Semua itu harus diterima sebagai bagian dari gerakan kemanusiaan.

“Banyak saudara kita yang datang dari luar daerah untuk membantu. Maka kita tidak boleh menghindar. Kita harus bersama-sama. Ini adalah tugas kita sebagai pemerintah, sebagai bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat,” ujarnya.

Baca juga:  Jelang Tahun Baru, Wakapolda Banten Turun Langsung Cek Pospam Merak, Ada Apa?

Ia menekankan bahwa pemerintah harus hadir bukan hanya saat menyerahkan bantuan, tetapi juga memastikan masyarakat mendapatkan pendampingan selama proses pemulihan.

Desa Harus Tenang, Masyarakat Jangan Dibiarkan Panik

Selain soal bantuan, BDN meminta pemerintah desa dan kelurahan menjadi sumber ketenangan bagi masyarakat.

Aparatur pemerintah, katanya, tidak boleh ikut larut dalam kepanikan. Sebaliknya, pemerintah harus memberikan rasa aman dan memastikan warga tidak merasa ditinggalkan setelah bencana.

“Desa dan kelurahan harus tenang, supaya masyarakat juga bisa tenang. Kita harus terus mendampingi masyarakat. Bantuan dari negara melalui BNPB pusat juga masih terus ada. Karena itu, kita bersabar dan tetap bekerja bersama masyarakat,” ungkapnya.

Rapat evaluasi dan rekonsiliasi tersebut sekaligus menjadi momentum memperkuat koordinasi antara pemerintah kecamatan, desa, kelurahan, fasilitas kesehatan, serta seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan pascabencana.

Pemerintah Kabupaten Ngada menegaskan bahwa penanganan korban gempa tidak berhenti pada masa tanggap darurat. Pendampingan akan terus dilakukan secara bertahap menuju proses pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.

Di tengah luka dan trauma akibat gempa, pesan pemerintah kini semakin jelas: bantuan bukan panggung politik. Bantuan adalah hak rakyat yang harus disalurkan kepada mereka yang membutuhkan.*

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gograber Dpw Tangsel bersinergi bersama Polres Tangerang Selatan dalam menjaga keamanan dan ketertiban pada tanggal 27Agustus2026 kemarin
Profil Gus Kikin, Ketua Umum PBNU 2026-2031
Dua Truk Bantuan Jaksa Agung Tiba di Ngada, Kajari Sutrisno: “Jangan Mainkan Data Korban Gempa!”
Mobile Gaming Ervaringen met Online Casino Nederland Zonder IDIN
Vad hände med Mr Green? En plats för kritik och diskussion
Berkas Sudah P-21, Kuasa Pelapor Tegas: Jangan Giring Opini Seolah Polres Ngada Tak Profesional
Saat Bencana Datang, Jangan Hanya Menonton! PMI Ngada Ajak Warga Turun Jadi Relawan Kemanusiaan
GMKI Palangka Raya Kritik Penanganan Karhutla Kalteng: Negara Harus Hadir Sebelum Asap
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:27 WIB

Gograber Dpw Tangsel bersinergi bersama Polres Tangerang Selatan dalam menjaga keamanan dan ketertiban pada tanggal 27Agustus2026 kemarin

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:11 WIB

Wabup Ngada “Sentil” Calon Kades: Bantuan Gempa Bukan Modal Politik, Itu Hak Rakyat!

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:38 WIB

Profil Gus Kikin, Ketua Umum PBNU 2026-2031

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:30 WIB

Dua Truk Bantuan Jaksa Agung Tiba di Ngada, Kajari Sutrisno: “Jangan Mainkan Data Korban Gempa!”

Minggu, 30 Agustus 2026 - 23:24 WIB

Mobile Gaming Ervaringen met Online Casino Nederland Zonder IDIN

Berita Terbaru

Gus Kikin

Nusantara

Profil Gus Kikin, Ketua Umum PBNU 2026-2031

Senin, 31 Agu 2026 - 11:38 WIB

Nusantara

Mobile Gaming Ervaringen met Online Casino Nederland Zonder IDIN

Minggu, 30 Agu 2026 - 23:24 WIB