Bajawa.Metrosiar- Suasana di perairan Pantai Selatan Kabupaten Ngada mendadak geger, Minggu siang. Kapal Motor Lampara “Basaudara”, milik nelayan lokal Aimere, No Bongkar alias No Weki, tenggelam saat sedang berlabuh di depan Pelabuhan Perikanan Aimere, Desa Aimere Timur.
Kapal nelayan dengan tonase sekitar 20 ton itu kini nyaris sepenuhnya berada di dasar perairan Laut Sawu. Dari permukaan laut, hanya tiang kapal dan panel surya yang masih terlihat, menjadi penanda keberadaan kapal yang selama ini menjadi tumpuan aktivitas melaut sang pemilik.
Tenggelamnya Kapal Motor Lampara “Basaudara” sontak mengundang perhatian nelayan dan warga sekitar. Tanpa menunggu bantuan peralatan berat, sejumlah nelayan langsung turun ke laut dan berjibaku melakukan berbagai upaya untuk menyelamatkan kapal tersebut.
Mereka berpacu dengan waktu
Di tengah laut, upaya pengapungan dilakukan secara manual dengan memanfaatkan peralatan seadanya. Tong dan drum digunakan sebagai alat bantu untuk menciptakan daya apung agar badan kapal yang berada di dasar laut dapat perlahan terangkat kembali ke permukaan.
Sejumlah nelayan yang terlibat langsung dalam operasi penyelamatan itu di antaranya Ananias Loma, Man Sina, Boni Wele, bersama rekan-rekan mereka, dibantu nelayan lain serta warga sekitar.
Proses pengapungan dilakukan dengan menenggelamkan tong dan drum di sekitar bagian lunas kapal. Wadah-wadah tersebut terlebih dahulu diisi air agar dapat diturunkan ke posisi yang diinginkan.
Setelah berada di bawah dan di sekitar badan kapal, air di dalam tong dan drum kemudian dikeluarkan dan digantikan dengan tekanan udara.
Tekanan angin itulah yang diharapkan mampu menghasilkan daya apung untuk mengangkat kapal secara perlahan dari dasar laut.
Cara sederhana tersebut menjadi satu-satunya harapan para nelayan untuk menyelamatkan Kapal Motor Lampara “Basaudara”. Mereka terus bekerja, mengatur posisi drum dan tong, serta berusaha mencari titik terbaik agar kapal seberat puluhan ton itu bisa kembali muncul ke permukaan.
Sejumlah warga tampak berada di sekitar lokasi, sebagian ikut membantu, sementara lainnya menyaksikan perjuangan para nelayan yang berupaya menyelamatkan kapal tersebut.
Beruntung, peristiwa tenggelamnya Kapal Motor Lampara “Basaudara” tidak menimbulkan korban jiwa.
Namun, kerugian akibat insiden ini diperkirakan tidak kecil. Nilai kapal beserta perlengkapannya ditaksir mencapai Rp700 juta hingga Rp1 miliar.
Hingga berita ini diturunkan, upaya pengapungan masih terus berlangsung. Para nelayan bersama warga belum menyerah dan terus berjuang mengangkat kembali Kapal Motor Lampara “Basaudara” dari dasar perairan di depan Pelabuhan Perikanan Aimere.
Sementara itu, penyebab pasti tenggelamnya kapal masih belum diketahui dan memerlukan penelusuran lebih lanjut.
Di tengah Laut Sawu, perjuangan masih berlangsung. Tong, drum, tenaga, dan harapan kini menjadi taruhan untuk menyelamatkan “Basaudara” agar kembali mengapung.*









