Nagekeo.Metrosiar- Di tengah duka dan kepanikan warga akibat bencana gempa bumi yang melanda Kabupaten Nagekeo, kepedulian terus berdatangan. Keluarga besar STKIP Citra Bakti memilih turun langsung ke tengah masyarakat dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak.
Bukan sekadar datang membawa bantuan, STKIP Citra Bakti hadir membawa pesan solidaritas bahwa masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit tidak berjalan sendirian.
Bantuan kemanusiaan tersebut disalurkan kepada warga terdampak di 13 desa dan kelurahan, yakni Desa Ngegedhawe, Desa Aeramo, Desa Nangadhero, Desa Marapokot, Desa Tonggurambang, Desa Nggolombay, Kelurahan Danga, Kelurahan Lape, Kelurahan Mbay I, Kelurahan Mbay II, Kelurahan Towak, Desa Waekokak, dan Desa Nggolonio.
Berbagai kebutuhan dasar yang dibutuhkan warga selama masa tanggap darurat turut disiapkan. Bantuan tersebut meliputi beras, telur, sayuran, mi instan, air mineral, perlengkapan mandi, susu, Energen, serta sejumlah kebutuhan pokok lainnya.
Bagi STKIP Citra Bakti, bantuan ini bukan hanya soal berapa banyak barang yang disalurkan. Lebih dari itu, kehadiran langsung di tengah warga menjadi bentuk kepedulian sekaligus dukungan moral bagi masyarakat yang sedang menghadapi dampak bencana.
Semangat “STKIP Citra Bakti Peduli” menjadi bagian penting dalam aksi kemanusiaan tersebut. Lembaga pendidikan ini menunjukkan bahwa peran perguruan tinggi tidak berhenti di ruang kelas dan lingkungan kampus, tetapi juga hadir ketika masyarakat membutuhkan uluran tangan.
Aksi tersebut sekaligus menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat dan implementasi nilai-nilai kemanusiaan yang terus dibangun dalam lingkungan STKIP Citra Bakti.
Di tengah kondisi darurat, kebutuhan warga bukan hanya berupa makanan dan perlengkapan sehari-hari. Kehadiran, perhatian dan kepedulian menjadi kekuatan tersendiri bagi masyarakat untuk melewati masa sulit.
Melalui bantuan yang diberikan, STKIP Citra Bakti berharap kebutuhan dasar warga terdampak dapat sedikit terbantu selama masa tanggap darurat. Bantuan tersebut juga diharapkan mampu memperkuat semangat gotong royong dalam proses pemulihan pascabencana.
Gempa boleh mengguncang Nagekeo, tetapi solidaritas tidak boleh ikut runtuh.
STKIP Citra Bakti memilih hadir, bergerak dan berbagi bersama masyarakat. Karena di tengah bencana, kepedulian adalah kekuatan untuk bangkit bersama.*










