Anis Matta: “Partai Politik Kalau Hanya Ikut Arus, Kita Bukan Pemimpin!”

Avatar photo

Senin, 15 Juni 2026 - 11:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Metrosiar, Jakarta – Ketua Umum Anis Matta melontarkan pernyataan yang memantik perhatian publik. Dalam arahannya kepada 73 anggota DPRD Partai Gelora, Anis menegaskan bahwa partai politik tidak boleh sekadar menjadi pengikut opini masyarakat, melainkan harus tampil sebagai mesin perubahan sosial yang mampu mengubah cara hidup masyarakat.

 

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) anggota DPRD Partai Gelora di Jakarta, Sabtu (13/6/2026).

 

Menurut Anis Matta, tugas utama seorang pemimpin adalah mendengarkan suara rakyat. Namun, mendengarkan saja tidak cukup. Pemimpin juga harus mampu menghadirkan gagasan dan arah perubahan yang membawa masyarakat menuju kondisi yang lebih baik.

 

“Kalau kita mampu mengikuti atau mengubah persepsi publik, itu baru pemimpin. Kalau kita mampu mengubah cara masyarakat hidup, itu baru partai politik. Kalau hanya mengikuti arus, kita adalah pengikut, bukan pemimpin,” tegas Anis Matta.

 

 

 

Kritik Keras Politik yang Terlalu Berorientasi Kekuasaan

 

Dalam pidatonya, Anis Matta menyoroti fenomena partai politik yang dinilainya semakin kehilangan fungsi utama sebagai agen perubahan sosial. Ia menilai banyak partai saat ini lebih fokus menjadi kendaraan menuju kekuasaan dibandingkan menjadi instrumen transformasi masyarakat.

 

Pernyataan ini dinilai sebagai kritik tajam terhadap praktik politik modern yang terlalu berorientasi pada modal, elektoral, dan perebutan jabatan.

Baca juga:  5 WNI Diculik Israel di Laut Internasional, Partai Gelora Desak Pembebasan Segera

 

Menurut Anis, keberhasilan sebuah partai tidak hanya diukur dari besarnya sumber daya atau kekuatan finansial, tetapi dari kemampuannya melahirkan gagasan yang mampu menggerakkan masyarakat.

 

Ia mencontohkan keberhasilan organisasi kemasyarakatan seperti Muhammadiyah yang mampu tumbuh besar meskipun berawal dari sumber daya terbatas karena didorong semangat perubahan dan kerja sukarela yang kuat.

 

“Kalau kita mampu mengubah cara masyarakat hidup, itu baru partai politik,” ujarnya.

Anis Matta Minta Anggota DPRD Jadi Motor Perubahan Daerah

 

Anis Matta meminta seluruh kader Partai Gelora yang kini duduk di DPRD agar tidak hanya menjalankan fungsi administratif dan politik praktis. Mereka diminta menjadi pemimpin perubahan di daerah masing-masing.

 

Menurutnya, anggota legislatif harus hadir membawa solusi atas persoalan masyarakat dan mampu menjadi penggerak transformasi sosial di tingkat lokal.

 

Pesan tersebut menjadi penting karena tantangan politik saat ini semakin kompleks, sementara ekspektasi publik terhadap wakil rakyat terus meningkat.

 

Tekanan yang Dihadapi Pemerintah dan Kader di Kabinet

 

Dalam kesempatan itu, Anis juga menyinggung tantangan yang dihadapi kader Partai Gelora yang saat ini berada di pemerintahan, termasuk dirinya sebagai Wakil Menteri Luar Negeri dan Fahri Hamzah sebagai Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Baca juga:  Dorong 'Trias Politica' Efektif, Fahri Hamzah: Partai Gelora akan Perbaiki Sistem Demokrasi Indonesia

 

Ia mengakui bahwa posisi sebagai bagian dari pemerintahan membuat para pejabat publik harus siap menghadapi kritik, protes, hingga tekanan politik setiap hari.

 

“Saudara-saudara sekalian, sebenarnya nasib saudara juga sama dengan saya, dengan Pak Fahri yang sekarang ada di kabinet, yang sekarang sedang diprotes setiap hari, digoyang tiap hari,” kata Anis.

 

Menurutnya, diperlukan kemampuan khusus untuk tetap menunjukkan kinerja terbaik di tengah situasi ketika persepsi publik terhadap pemerintah belum tentu selalu positif.

 

Dunia Sedang Sulit, Indonesia Tidak Sendirian

 

Anis Matta menegaskan bahwa tekanan yang dirasakan pemerintah saat ini bukan hanya terjadi di Indonesia. Banyak negara juga menghadapi tantangan serupa akibat ketidakpastian global yang memengaruhi ekonomi, politik, dan stabilitas sosial.

 

Karena itu, ia mengajak kader Partai Gelora untuk melihat persoalan secara lebih luas dan tidak terjebak pada dinamika politik jangka pendek.

 

“Memang ada situasi makro yang sekarang ini membuat seluruh negara ada dalam situasi yang sama pada dasarnya, yaitu situasi bagaimana bisa bertahan hidup,” pungkas Anis Matta.

 

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Telepon Misterius Setop Rapat, Tak Lama Purbaya Dicopot dari Menkeu
Mahfuz Sidik Prediksi Perang Dingin Baru AS-Tiongkok dalam 5-15 Tahun
PDIP NTT Turun Saat Rakyat Terluka oleh Gempa, Patris: Kami Ada Bersama Mereka
Revisi UU Pemilu Disorot, Gelora Dorong Prosedur Lebih Sederhana
DPR Kaji Pembentukan Lembaga Khusus Pengelola Aset Sitaan dan Rampasan Negara
13 Tindak Pidana Masuk RUU Perampasan Aset, Korupsi hingga Pertambangan Jadi Sasaran
Lurah Pakuhaji Pastikan Penyaluran Bansos Beras Lancar dan Tertib
Karhutla Kalteng Jadi Sorotan GMKI Palangka Raya Bukan Sekadar Api
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 15:01 WIB

Telepon Misterius Setop Rapat, Tak Lama Purbaya Dicopot dari Menkeu

Minggu, 6 September 2026 - 15:21 WIB

Mahfuz Sidik Prediksi Perang Dingin Baru AS-Tiongkok dalam 5-15 Tahun

Minggu, 6 September 2026 - 09:57 WIB

PDIP NTT Turun Saat Rakyat Terluka oleh Gempa, Patris: Kami Ada Bersama Mereka

Selasa, 1 September 2026 - 15:02 WIB

Revisi UU Pemilu Disorot, Gelora Dorong Prosedur Lebih Sederhana

Selasa, 1 September 2026 - 13:41 WIB

DPR Kaji Pembentukan Lembaga Khusus Pengelola Aset Sitaan dan Rampasan Negara

Berita Terbaru

Keuangan & Perpajakan

Mahasiswa Global Institut Ajarkan QRIS dan Canva di Desa Gempol Sari

Kamis, 17 Sep 2026 - 13:51 WIB

Sosial Kemasyarakatan

Meta AI WhatsApp Bikin Ibu-Ibu PKK Gempol Sari Punya Cara Baru Promosi UMKM

Rabu, 16 Sep 2026 - 21:11 WIB