Harga Emas dan Perak Melonjak Tajam, Pasar Dibayangi Kesepakatan AS-Iran

Avatar photo

Jumat, 8 Mei 2026 - 08:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas dan perak dunia melonjak tajam di tengah melemahnya dolar AS dan harapan kesepakatan AS-Iran. Investor kini menanti arah baru pasar global usai pergerakan signifikan komoditas logam mulia.

Harga emas dan perak dunia melonjak tajam di tengah melemahnya dolar AS dan harapan kesepakatan AS-Iran. Investor kini menanti arah baru pasar global usai pergerakan signifikan komoditas logam mulia.

Jakarta, Metrosiar – Harga emas spot dan perak spot menguat tajam pada awal perdagangan Amerika Serikat, Rabu (6/5/2026). Kenaikan ini didorong oleh melemahnya dolar AS, turunnya imbal hasil obligasi Treasury, serta penurunan harga minyak mentah di tengah spekulasi tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran.

Pada saat penulisan, harga emas spot diperdagangkan di kisaran USD 4.744,80 per ounce atau naik 1,17 persen. Sementara itu, harga perak spot melonjak 5,06 persen ke level USD 81,150.

Pelaku pasar menilai potensi kesepakatan AS-Iran dapat membuka kembali jalur distribusi minyak melalui Selat Hormuz, sehingga menekan harga minyak dunia. Minyak mentah WTI tercatat turun USD 3,23 menjadi USD 91,85 per barel, sedangkan Brent melemah USD 3,30 ke level USD 97,97 per barel.

Dari sisi ekonomi Amerika Serikat, data ketenagakerjaan menunjukkan hasil beragam. Klaim pengangguran awal naik menjadi 200 ribu untuk pekan yang berakhir 2 Mei, dibandingkan 190 ribu pada pekan sebelumnya. Meski demikian, angka tersebut masih lebih baik dari perkiraan pasar sebesar 205 ribu.

Produktivitas bisnis nonpertanian pada kuartal pertama juga tercatat naik 0,8 persen. Sementara biaya tenaga kerja unit meningkat 2,3 persen dalam penyesuaian tahunan musiman. Di sektor manufaktur, produktivitas naik 3,6 persen dengan biaya tenaga kerja meningkat 2,4 persen.

Baca juga:  Dini Hari Digerebek Polisi, Aksi Balap Liar di Pandeglang Gagal Total

Perhatian investor kini tertuju pada laporan upah nonpertanian Amerika Serikat yang dijadwalkan rilis Jumat. Data ADP menunjukkan sektor swasta menambah 109 ribu pekerjaan sepanjang April 2026. Angka ini lebih rendah dari konsensus 118 ribu, namun lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya mencatat 61 ribu pekerjaan baru. Kenaikan gaji tahunan juga tercatat sebesar 4,4 persen.

Di pasar saham, kontrak berjangka S&P 500 naik 0,1 persen, Dow Jones menguat 0,2 persen, sementara Nasdaq cenderung stagnan menjelang pembukaan perdagangan.

Bursa saham Asia mayoritas menguat. Indeks Nikkei 225 Jepang melonjak hampir 6 persen menjadi 63.086 setelah pasar Tokyo kembali dibuka usai libur Golden Week. Hang Seng Hong Kong naik 1,7 persen, Kospi Korea Selatan menguat 1,4 persen, dan Taiex Taiwan bertambah 1,9 persen.

Sementara di Eropa, indeks DAX Jerman naik 0,2 persen, CAC 40 Prancis menguat 0,3 persen, sedangkan FTSE 100 Inggris melemah 0,3 persen.

Baca juga:  Coretax dinilai sama sekali belum siap

Indeks dolar AS turut melemah dengan DXY berada di level 97,88 atau turun 0,15 persen. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun diperdagangkan di kisaran 4,3 persen.

Pelaku pasar juga mencermati pernyataan pejabat Federal Reserve, termasuk Beth Hammack dan John Williams, terkait kondisi tenaga kerja AS yang masih cukup kuat namun diiringi pelemahan permintaan.

Secara teknikal, harga emas spot diperkirakan berpotensi melanjutkan penguatan apabila mampu menembus area resistensi USD 4.754,40 hingga USD 4.775. Jika level tersebut terlampaui, harga emas berpeluang bergerak menuju USD 4.820 hingga USD 4.850.

Sebaliknya, tekanan turun diperkirakan terjadi jika harga menembus support di level USD 4.684,60, dengan target penurunan berikutnya di USD 4.650 hingga USD 4.615.

Untuk perak spot, target kenaikan berikutnya berada di area USD 81,81 hingga USD 82,50. Jika berhasil ditembus, harga berpotensi melanjutkan penguatan menuju USD 84,00. Sementara support terdekat berada di level USD 73,14 dan USD 72,00

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bangkok Bank Bawa 37 Investor Thailand, Ada Apa dengan Indonesia?
Empat Jalan Tangerang Tuntas, Akses Warga Kembali Lancar
Pemkab Tangerang Punya Gebrakan Baru, Desa Cikuya Jadi Pusat Komoditas
Indonesia Bidik Investor Data Center, Potensi Listrik Papua 23 GW
AMDAL Jadi Kunci Proyek Aman, Ini Risiko Jika Diabaikan!
Pakons Prime Hotel Tangerang Gelar Wedding Showcase, Paket Pernikahan Mulai Rp32 Juta!
Akses Keuangan 92,76%, Annisa Mahesa Bongkar Masalah yang Masih Mengintai!
Green SM Gebrak Jakarta, 1.500 Motor Listrik VinFast MeluncurGreen SM Gebrak Jakarta, 1.500 Motor Listrik VinFast Meluncur
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:23 WIB

Bangkok Bank Bawa 37 Investor Thailand, Ada Apa dengan Indonesia?

Selasa, 29 September 2026 - 13:19 WIB

Empat Jalan Tangerang Tuntas, Akses Warga Kembali Lancar

Selasa, 29 September 2026 - 13:10 WIB

Pemkab Tangerang Punya Gebrakan Baru, Desa Cikuya Jadi Pusat Komoditas

Senin, 28 September 2026 - 09:29 WIB

Indonesia Bidik Investor Data Center, Potensi Listrik Papua 23 GW

Senin, 28 September 2026 - 08:29 WIB

AMDAL Jadi Kunci Proyek Aman, Ini Risiko Jika Diabaikan!

Berita Terbaru

Hukum & Kriminal

Suyudi Resmi Jadi Kapolri, Wahyu Hadiningrat Jadi Wakapolri

Kamis, 1 Okt 2026 - 15:25 WIB

(ki-ka) Meliza M. Rusli, Direktur Utama Permata Bank; Chartsiri Sophonpanich, President of Bangkok Bank dan Komisaris Utama Permata Bank; Hari Prabowo, Duta Besar Indonesia untuk Tailan; Prapan Disyatat, Duta Besar Tailan untuk Indonesia; Santo Darmosumarto, Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika (Dirjen Aspasaf) Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia Dalam Agenda Business Matching Para Pelaku Usaha Tailan dan Indonesia di Jakarta Bersama Bangkok Bank dan Permata Bank (Dokumentasi Kedutaan Besar Republik Indonesia Bangkok).

Bisnis & Investasi

Bangkok Bank Bawa 37 Investor Thailand, Ada Apa dengan Indonesia?

Kamis, 1 Okt 2026 - 12:23 WIB

Pemerintahan

Lurah Kutabaru Purna Tugas, Pesan Haru Warga

Rabu, 30 Sep 2026 - 13:34 WIB