Budayawan dan Filsuf Romo Mudji Sutrisno Wafat di Jakarta, Berikut Profilnya

Avatar photo

Senin, 29 Desember 2025 - 11:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Profil Romo Mudji Sutrisno yang wafat di usia 71 tahun. Budayawan, filsuf, dan rohaniwan Katolik ini meninggalkan warisan pemikiran humanis Indonesia. (Istimewa)

Profil Romo Mudji Sutrisno yang wafat di usia 71 tahun. Budayawan, filsuf, dan rohaniwan Katolik ini meninggalkan warisan pemikiran humanis Indonesia. (Istimewa)

Jakarta, Metrosiar – Kabar duka menyelimuti jagat intelektual dan kebudayaan Tanah Air. Romo Mudji Sutrisno meninggal dunia pada Minggu malam (28/12/25), di Jakarta.

Rohaniwan Katolik yang dikenal luas sebagai budayawan, filsuf, dan akademisi itu tutup usia pada umur 71 tahun.

Profil

Romo Mudji lahir di Solo pada 12 Agustus 1954.

Sepanjang perjalanan hidupnya, ia dikenal konsisten merajut pemikiran filsafat, spiritualitas, dan kepekaan sosial sebagai fondasi refleksi kemanusiaan yang utuh.

Gagasannya kerap menghadirkan sudut pandang kritis sekaligus empatik terhadap realitas sosial Indonesia.

Ia menyandang gelar profesor dan menyelesaikan pendidikan magister filsafat di Universitas Gregoriana, Italia.

Hingga akhir hayatnya, Romo Mudji tetap aktif mengajar, berdiskusi, dan mendampingi mahasiswa dari berbagai latar belakang disiplin ilmu.

Dalam dunia akademik, Romo Mudji tercatat sebagai pengajar di Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara, Jakarta.

Baca juga:  Dedeh Hermila: Srikandi Aisyiyah Banten yang Tak Kenal Lelah Memperjuangkan Hak Perempuan dan Pendidikan

Selain itu, ia juga mengabdikan diri sebagai dosen di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dan Universitas Indonesia (UI), menjembatani dialog antara filsafat, seni, dan ilmu sosial.

Dari Kampus ke Ranah Publik

Tak hanya berkutat di ruang kelas, Romo Mudji sempat terjun ke wilayah publik. Ia pernah dipercaya menjadi anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada periode 2001–2003.

Namun, kiprah tersebut tidak berlangsung lama. Ia memilih mengundurkan diri untuk kembali menekuni dunia akademik dan pemikiran yang menjadi panggilan utamanya.

Pemikiran Romo Mudji juga hadir melalui karya tulis. Ia dikenal produktif menulis buku serta artikel di berbagai media massa.

Tema yang diangkat beragam, mulai dari filsafat, seni, kemanusiaan, spiritualitas, hingga problem sosial dan kebudayaan Indonesia.

Baca juga:  Ketua Ormas Pendekar Banten Korcam Kemiri dan Perguruan Terumbu Banten Padepokan Macan Putih Ucapkan Selamat Idul Fitri 1446 H

Melalui tulisannya, ia berupaya mempertautkan iman, kebudayaan, dan realitas sosial secara kritis namun tetap membumi.

Prosesi Persemayaman

Romo Mudji Sutrisno menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit St Carolus, Jakarta, pada Minggu (28/12/25) pukul 20.43 WIB setelah menjalani perawatan karena sakit.

Adapun rangkaian penghormatan terakhir telah dijadwalkan sebagai berikut:

  • Misa Requiem: Senin (29/12/25) dan Rabu (30/12/25) pukul 19.00 WIB di Kapel Kolese Kanisius, Jakarta
  • Pemberangkatan jenazah ke Girisonta, Semarang: 30 Desember 2025 pukul 21.00 WIB
  • Prosesi pemakaman: 31 Desember 2025, diawali Ekaristi pukul 10.00 WIB di Gereja Paroki, dilanjutkan pemakaman di Taman Mari Ratu Damai, Girisonta, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Kepergian Romo Mudji Sutrisno meninggalkan duka mendalam sekaligus warisan pemikiran berharga bagi dunia pendidikan, kebudayaan, dan kemanusiaan di Indonesia.*

Editor : Lisan Al-Ghaib

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

WALHI Nyalakan Dapur Solidaritas di Riung, 250 Korban Gempa Dilayani Setiap Hari
HADIR UNTUK MASYARAKAT, PLN INDONESIA POWER UBP BANTEN 3 LONTAR DUKUNG PERESMIAN JEMBATAN MERAH PUTIH DAN SALURKAN BANTUAN SOSIAL
Understanding the Odds: Roobet’s House Edge Explained
Dandim Tigaraksa Kopdar dengan Ojol, Sembako Dibagikan
10.793 Rumah Porak-poranda, 5 Nyawa Melayang: Gempa Flores Luluhlantakkan Ngada, Ribuan Keluarga Bertahan di Pengungsian
5.305 Bantuan Sudah Bergerak ke 9 Kecamatan, Posko Bencana Ngada Catat 9.173 Item Logistik Masuk
Udział w turniejach slotów w Vox Casino: Opinie graczy
Mostbet oyun mexanikalarını başa düşmək: Vərdişləri inkişaf etdirmək
Berita ini 16 kali dibaca
Profil Romo Mudji Sutrisno yang wafat di usia 71 tahun. Budayawan, filsuf, dan rohaniwan Katolik ini meninggalkan warisan pemikiran humanis Indonesia.

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 13:26 WIB

WALHI Nyalakan Dapur Solidaritas di Riung, 250 Korban Gempa Dilayani Setiap Hari

Rabu, 26 Agustus 2026 - 11:06 WIB

HADIR UNTUK MASYARAKAT, PLN INDONESIA POWER UBP BANTEN 3 LONTAR DUKUNG PERESMIAN JEMBATAN MERAH PUTIH DAN SALURKAN BANTUAN SOSIAL

Selasa, 25 Agustus 2026 - 23:46 WIB

Understanding the Odds: Roobet’s House Edge Explained

Selasa, 25 Agustus 2026 - 23:03 WIB

Dandim Tigaraksa Kopdar dengan Ojol, Sembako Dibagikan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:17 WIB

5.305 Bantuan Sudah Bergerak ke 9 Kecamatan, Posko Bencana Ngada Catat 9.173 Item Logistik Masuk

Berita Terbaru

Dari udara, terlihat luasnya kawasan permukiman Desa Adat Sade yang terdampak kebakaran dan menyisakan bangunan-bangunan yang hangus.

Peristiwa & Bencana

150 Rumah Ludes Terbakar, Desa Adat Sade Lombok Tengah NTB

Selasa, 25 Agu 2026 - 23:56 WIB

Nusantara

Understanding the Odds: Roobet’s House Edge Explained

Selasa, 25 Agu 2026 - 23:46 WIB

Dandim 0510/Tigaraksa bersama warga dan komunitas ojol saat penyerahan bantuan paket sembako dalam kegiatan Kopdar KBGB Citra Raya, Kabupaten Tangerang.

TNI POLRI

Dandim Tigaraksa Kopdar dengan Ojol, Sembako Dibagikan

Selasa, 25 Agu 2026 - 23:03 WIB