Metrosiar.Ngada- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngada melalui Asisten 2, Nicolaus Noywuli menyatakan dukungangannya kepada In Flores yang telah menginisiasi penyiapan Road Map Pariwisata di Taman Wisata Alam (TWA) 17 Pulau Riung.
Selain menyiapkan Road Map, In Flores dan BKSDA berkolaborasi dengan Lembaga Nusa Bunga Mandiri (LNBM) yang merupakan Event Organizer (EO) dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah II Ruteng ini juga memfasilitasi pembentukan Kelompok Peduli Pariwisata TWA 17 Pulau Riung.
Dalam sambutannya ketika membuka kegiatan mewakili Bupati Ngada, Nicolaus Noywuli mengungkapkan bahwa, Riung adalah mutiara tersembunyi yang Tuhan titipkan di Kabupaten Ngada.

TWA 17 Pulau Riung bukan hanya sekadar kawasan wisata, melainkan kawasan konservasi yang menyimpan keindahan alam, kehidupan bawah laut, serta kekayaan budaya masyarakat pesisir yang tak ternilai, tukas Nicolaus, Jumat (17/10/25) di aula pondok SVD Riung.
Meskipun begitu, Nicolaus mengaku bahwa selama ini potensi Riung belum tergarap secara optimal.
“Namun kita harus jujur mengakui, bahwa selama ini potensi Riung belum tergarap secara optimal. Kita lihat bagaimana Labuan Bajo tumbuh menjadi magnet wisata internasional, dan ini tentu patut kita apresiasi,” ketus dia.
Tapi pungkas Nicolaus, Riung tak boleh kalah dengan Labuan Bajo. Bukan dalam arti bersaing secara negatif, tapi justru dalam semangat membangun kekuatan pariwisata Flores secara merata, berkelanjutan, dan berbasis masyarakat.

“Untuk itu saya menyambut baik kegiatan ini yang merupakan sebuah langkah maju dalam membentuk Kelompok Peduli Pariwisata sebagai motor penggerak lokal, serta menyusun Road Map Pariwisata sebagai panduan arah pembangunan sektor ini ke depan,” ujarnya.
Lebih lanjut selaku Asisten 2 Setda Ngada, Nicolaus Noywuli berharap agar melalui kegiatan ini masyarakat dilibatkan secara aktif.
Menurut dia, pariwisata yang berkelanjutan harus tumbuh dari bawah, dari tangan-tangan masyarakat sendiri.
Ia juga ingin memastikan agar roadmap yang disusun realistis dan aplikatif sesuai dengan karakter dan potensi Riung.
“Jaga kelestarian alam dan budaya, karena itu adalah aset utama kita. Jangan korbankan masa depan demi keuntungan sesaat,” tegas Nicolaus Noywuli.
Ia menegaskan, pemerintah daerah akan terus mendukung, memfasilitasi, dan menjembatani kerja-kerja kolaboratif lintas sektor, agar Riung bisa berdiri sejajar dengan destinasi-destinasi unggulan lain, bukan hanya di NTT, tapi juga di Indonesia.
“Mari kita jadikan momentum ini sebagai awal kebangkitan pariwisata Riung,” ajak Nicolau Noy.
Hadir dalam kesempatan itu, Koordinator In Flores UNDP M. Hutomo, Kepala Bidang BKSDA Wilayah II Ruteng Dadang Suryana, para peserta yang berasal dari pelaku pariwisata dan UMKK di Riung, serta sejumlah Kepala Desa wilayah Kecamatan Riung.*
Editor : Frans Dhena
Sumber Berita: Metrosiar









