Ketua Umum BKN soroti Netralitas Polres Pasuruan Dalam Kasus Pembongkaran Makam

Avatar photo

Sabtu, 11 Oktober 2025 - 16:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Metrosiar – Ketua Umum Barisan Ksatria Nusantara (BKN), Gus Rofi Mukhlis, angkat bicara terkait dugaan ketidaknetralan aparat kepolisian dalam penanganan kasus pembongkaran makam di wilayah Winongan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Dalam keterangan resminya kepada awak media, Gus Rofi menegaskan pentingnya transparansi dan kejelasan sikap dari pihak kepolisian, khususnya Polres Pasuruan, dalam menangani kasus tersebut.

 

“Netralitas Polres Pasuruan dipertanyakan. Kasus pembongkaran makam itu sudah dipasangi garis polisi (policeline) oleh aparat, tetapi mengapa tiba-tiba ada pihak lain yang masuk ke lokasi tersebut? Apakah hal itu atas persetujuan polisi atau tidak? Kami minta klarifikasi dari Bapak Kapolres Pasuruan,” tegas Gus Rofi, Sabtu (11/10/2025).

Baca juga:  Terciduk Kepala Daerah yang Mengikuti Retret dengan Kejadian-kejadian Kocaknya

 

 

 

 

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa berdasarkan prinsip hukum, setiap area yang telah diberi garis polisi seharusnya tertutup bagi siapa pun, kecuali petugas berwenang.

 

“Seingat saya dari pelajaran hukum, kalau lokasi sudah dipoliceline, tidak ada siapa pun yang boleh masuk. Tapi ini justru ada pihak lain yang bisa masuk, dan hal ini menimbulkan tanda tanya besar,” ujarnya.

 

 

 

 

Gus Rofi juga menekankan agar pihak kepolisian bersikap adil dan profesional, terutama dalam menjaga kepercayaan masyarakat Winongan yang saat ini sedang memperjuangkan kehormatan para Aulia dan leluhur mereka.

 

“Jangan sampai masyarakat Winongan yang membela para Aulia dan leluhurnya justru tidak mendapatkan keadilan. Ini tidak boleh terjadi di Pasuruan,” tegasnya.

Baca juga:  MIS AL HUSNA LONTAR PERSEMBAHKAN PENAMPILAN LUAR BIASA DI HUT PLTU BANTEN 3 LONTAR KE-13

 

 

 

 

Menurutnya, aparat penegak hukum memiliki tanggung jawab moral dan hukum untuk memastikan bahwa setiap tindakan di lapangan dilakukan sesuai prosedur, tanpa keberpihakan dan tanpa menimbulkan keresahan sosial.

 

Gus Rofi berharap kasus ini dapat ditangani dengan transparan, serta seluruh pihak yang terlibat segera memberikan penjelasan terbuka kepada publik demi menjaga kondusivitas dan rasa keadilan masyarakat.

 

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polres Pasuruan belum memberikan keterangan resmi terkait pernyataan Ketua Umum Barisan Ksatria Nusantara tersebut.

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pengurus PW FRN Banten Silaturahmi ke Polres Cilegon, Jalin Sinergi Kemitraan Media
100 Bendera Merah Putih Dibagikan, Aksi Polsek Pasar Kemis Tuai Apresiasi
Ajak UNDHI Kolaborasi Bupati Tangerang Perluas Jangkauan Beasiswa Tangerang Gemilang
Dari Dapur SPPG, Bantuan Bergerak: Relawan Trikora-Ngedukelu Turun Langsung Bantu Warga Korban Gempa
Serdik Sespimmen Polri Dikreg ke 67 Gelar Studi Audit Organisasi di Polresta Tangerang
Sambut HUT RI ke 81 Polresta Tangerang Bagikan Bendera Merah Putih ke Pengendara di Cikupa
Karel Maku Bawa Bantuan Darurat ke Tiwotoda-Hobo: Saat Warga Diguncang Gempa, Wakil Rakyat Turun Tangan
Peringati Hari Pramuka, Kapolresta Tangerang Sebut Pramuka Kawah Candradimuka Karakter Gen-Z
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 23:25 WIB

Pengurus PW FRN Banten Silaturahmi ke Polres Cilegon, Jalin Sinergi Kemitraan Media

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 18:54 WIB

100 Bendera Merah Putih Dibagikan, Aksi Polsek Pasar Kemis Tuai Apresiasi

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:38 WIB

Ajak UNDHI Kolaborasi Bupati Tangerang Perluas Jangkauan Beasiswa Tangerang Gemilang

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:56 WIB

Dari Dapur SPPG, Bantuan Bergerak: Relawan Trikora-Ngedukelu Turun Langsung Bantu Warga Korban Gempa

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:31 WIB

Sambut HUT RI ke 81 Polresta Tangerang Bagikan Bendera Merah Putih ke Pengendara di Cikupa

Berita Terbaru

Sejarah & Budaya

Bukan Sekadar Lomba, Warga Grand Sutera Bikin Lingkungan Makin Asri

Sabtu, 15 Agu 2026 - 18:45 WIB