Metrosiar – Mayoritas saham Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) bergerak menguat pada perdagangan Jumat (12/9/25).
Hal ini terjadi setelah pemerintah resmi menempatkan kas negara sebesar Rp200 triliun di bank-bank BUMN.
Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dibuka naik 100 poin ke level Rp4.180 per saham.
Namun, hingga pukul 09.33 WIB, kenaikan mulai terbatas dengan harga bertahan di Rp4.130 per saham atau hanya naik 50 poin.
Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) juga menguat 20 poin ke level Rp4.500 per saham pada pembukaan, dan hingga pukul 09.33 WIB masih bertahan di kisaran yang sama.
Sementara itu, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) dibuka naik 30 poin ke level Rp1.385 per saham, dan bertahan hingga pukul 09.37 WIB.
Hanya PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang mengalami pelemahan. Saham BBNI sempat dibuka naik 10 poin ke Rp4.430 per saham, sebelum berbalik melemah ke Rp4.380 per saham.
Dana Kas Negara Masuk ke Himbara
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan, dana Rp200 triliun yang sebelumnya ditempatkan di Bank Indonesia (BI) mulai hari ini dialihkan ke enam bank anggota Himbara, yakni Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN, serta dua bank syariah: Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Bank Syariah Nasional (BSN).
“Besok sudah mulai masuk ke enam bank Himbara,” ujar Purbaya di Jakarta, Kamis (11/9/25) dikutip bloombergtechnoz.com.
Meski begitu, Purbaya belum merinci porsi alokasi dana yang diterima masing-masing bank.
Ia menegaskan pembagian akan diatur langsung oleh otoritas fiskal negara.
Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Pengalihan kas negara ini merupakan langkah pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.
Dana tersebut ditarik dari total kas negara sebesar Rp425 triliun yang selama ini disimpan di BI.
Namun, Purbaya menegaskan dana Rp200 triliun tersebut tidak boleh digunakan oleh bank untuk membeli instrumen investasi seperti Surat Berharga Negara (SBN) maupun Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
“Kita sudah bicara dengan pihak bank, jangan beli SRBI dan SBN,” tegasnya.*









