Demo Bagian dari Akumulasi Kekecewaan atas Kebijakan-kebijakan Pemerintah

Avatar photo

Minggu, 31 Agustus 2025 - 10:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi Demo Dipenuhi oleh Buruh, Ojol dan Mahasiswa. (DOK. Istimewa)

Kondisi Demo Dipenuhi oleh Buruh, Ojol dan Mahasiswa. (DOK. Istimewa)

Metrosiar – Situasi Ibu Kota Jakarta dan sejumlah daerah di Indonesia memanas akibat aksi demonstrasi besar-besaran yang berlangsung sejak (28/8/25) lalu.

Gelombang protes yang dipicu oleh kekecewaan terhadap kebijakan pemerintah dan DPR tersebut semakin mencekam setelah terjadi bentrokan antara aparat kepolisian dengan massa demonstran.

Aksi ini diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari buruh, pengemudi ojek online (ojol), mahasiswa, hingga pelajar. Rakyat menilai wakil rakyat sudah terlalu jauh membuat kebijakan yang dinilai membebani masyarakat kecil.

Kerusuhan Meluas

Bentrokan yang terjadi tidak hanya memakan korban luka dari pihak demonstran, tetapi juga dari aparat kepolisian. Situasi semakin sulit dikendalikan ketika gedung DPRD, kendaraan polisi, halte, serta sejumlah fasilitas umum terbakar.

Baca juga:  Kawal Ojol ke Monas, Aksi Polisi Ini Bikin Perjalanan May Day Tanpa Drama

Bahkan, beberapa rumah anggota DPR dan pejabat negara ikut menjadi sasaran massa. Aksi penjarahan dilaporkan terjadi di beberapa lokasi, termasuk di kediaman sejumlah figur publik.

Penyebab Utama

Menurut Prof. Mahfud, akar permasalahan ini adalah akumulasi kekecewaan rakyat terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dianggap tidak adil. Ia menilai, protes masyarakat sudah sering terjadi, namun tidak ada solusi konkret dan proses penegakan hukum yang jelas.

Baca juga:  Bukan Janji Politik! Ini Aksi Nyata Partai Gelora Bantu Rakyat Langsung

“Ini adalah ledakan dari rasa frustrasi yang menumpuk. Rakyat merasa keadilan tidak berpihak pada mereka,” ujarnya.

Demo Diprediksi Terus Berlanjut

Berdasarkan informasi yang beredar, aksi unjuk rasa masih akan terus berlangsung hingga (5/9/25). Massa menuntut agar DPR segera diturunkan dan kebijakan-kebijakan yang merugikan rakyat dibatalkan.

Hingga saat ini, situasi masih belum kondusif. Aparat terus berupaya mengendalikan keadaan, sementara masyarakat menunggu langkah tegas pemerintah untuk meredam konflik.*

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Telepon Misterius Setop Rapat, Tak Lama Purbaya Dicopot dari Menkeu
Tak Kunjung Dibongkar, Bangli di Kutabaru Terancam Ditertibkan Paksa
Kasus Dugaan Penganiayaan Advokat di Bogor, Jadi Tersangka
Kuasa Hukum ED Tegaskan Laporan Polisi Bukan Vonis: Tak Semua Pelapor Berakhir dengan Tersangka
Abu Vulkanik Ganggu Jalan, Koramil 11 Pasar Kemis Turunkan Water Tank
Mahfuz Sidik Prediksi Perang Dingin Baru AS-Tiongkok dalam 5-15 Tahun
PDIP NTT Turun Saat Rakyat Terluka oleh Gempa, Patris: Kami Ada Bersama Mereka
Baru Dihuni Seminggu Rumah Bos Material di Kiarapayung Pakuhaji Ditinggal Dondel Maling
Berita ini 57 kali dibaca
Demo besar-besaran di DPR sejak 28 Agustus 2025 berujung bentrokan. Massa dari buruh, ojol, mahasiswa hingga pelajar turun ke jalan, kerusuhan meluas, dan sejumlah gedung terbakar.

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 15:01 WIB

Telepon Misterius Setop Rapat, Tak Lama Purbaya Dicopot dari Menkeu

Selasa, 15 September 2026 - 09:19 WIB

Tak Kunjung Dibongkar, Bangli di Kutabaru Terancam Ditertibkan Paksa

Selasa, 8 September 2026 - 10:44 WIB

Kasus Dugaan Penganiayaan Advokat di Bogor, Jadi Tersangka

Selasa, 8 September 2026 - 08:47 WIB

Kuasa Hukum ED Tegaskan Laporan Polisi Bukan Vonis: Tak Semua Pelapor Berakhir dengan Tersangka

Selasa, 8 September 2026 - 06:49 WIB

Abu Vulkanik Ganggu Jalan, Koramil 11 Pasar Kemis Turunkan Water Tank

Berita Terbaru

Keuangan & Perpajakan

Telepon Misterius Setop Rapat, Tak Lama Purbaya Dicopot dari Menkeu

Selasa, 15 Sep 2026 - 15:01 WIB

Rapat tindak lanjut penataan lahan fasos dan fasum di wilayah RW 03 dan 04 Kelurahan Kutabaru, dihadiri unsur pemerintah, TNI-Polri, serta perwakilan warga.

Tata Kelola & Konservasi

Tak Kunjung Dibongkar, Bangli di Kutabaru Terancam Ditertibkan Paksa

Selasa, 15 Sep 2026 - 09:19 WIB

Personel penyidik (kiri) bersama dua orang lainnya (tengah dan kanan) melakukan pemeriksaan terhadap barang temuan berupa jeriken dalam rangka proses penyelidikan.

Peristiwa & Bencana

Tiga Barang Temuan di Selat Sunda Dipastikan Bukan Milik KM Arupadhatu 1

Minggu, 13 Sep 2026 - 18:11 WIB