Pengacara Acep Saepudin Tersinggung dengan Postingan Bupati Lebak, Masyarakat Pertanyakan Fokus Kerja

Sabtu, 8 Maret 2025 - 10:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Acep mengungkapkan kekecewaannya kepada awak media. Ia menilai tindakan Bupati tidak pantas dan cenderung mengarah pada urusan pribadi. (Dok. Istimewa)

Acep mengungkapkan kekecewaannya kepada awak media. Ia menilai tindakan Bupati tidak pantas dan cenderung mengarah pada urusan pribadi. (Dok. Istimewa)

 

Metrosiar – Pengacara kondang asal Lebak, Acep Saepudin, merasa tersinggung dengan unggahan status WhatsApp Bupati Lebak, Hasbi Asyidiki Jayabaya.

Dalam unggahannya, menampilkan foto mobil milik Acep dengan caption, “Mobil Acep Saepudin Law Firm. Cakep Kan Plat Nomornya? Ka Acep, Sabaraha Eta Pajakna?” pada 4 Maret 2025.

Menanggapi hal tersebut, kepada awak media Acep mengungkapkan kekecewaannya. Ia menilai tindakan Bupati tidak pantas dan cenderung mengarah pada urusan pribadi.

“Kalau memang beliau ingin tahu soal kendaraan saya, tinggal hubungi saya langsung. Kan beliau punya nomor saya,” ujar Acep.

Ia juga menegaskan bahwa plat nomor A 111 PH yang terpasang di mobilnya adalah resmi dan legal. Jika Bupati meragukan keabsahannya, Acep menantang agar dicek langsung di Samsat Lebak.

“Seorang Bupati seharusnya tidak mengurusi hal seperti ini, apalagi memposting foto kendaraan saya dengan narasi yang kurang pantas,” ujarnya.

Baca juga:  Pengamanan Ketat di Lebak, Ibadah Kenaikan Isa Al Masih Dijaga Maksimal

“Atau mungkin Bupati memang tidak ada kerjaan selama 100 hari pertama jabatannya?” sembur Acep.

Kritik dari Aktivis

Kritik terhadap unggahan Bupati Lebak juga datang dari Ketua Umum LSM Gerakan Pemuda Banten Bersatu (GPBB), Ifan Febriyanto. Menurut Ifan, tindakan Bupati tidak mencerminkan prioritas yang seharusnya dilakukan seorang kepala daerah.

“Belum lama ini beliau mempersoalkan prasasti nama-nama Pj Bupati, sekarang mengomentari plat nomor kendaraan warga. Seharusnya beliau lebih fokus pada program pembangunan Lebak,” kata Ifan.

Ifan juga menyarankan agar Bupati lebih memperhatikan kendaraan dinas di Kabupaten Lebak, termasuk memastikan pajaknya aktif dan digunakan sesuai fungsinya.

“Lebih baik urus kendaraan dinas dulu. Apakah pajaknya hidup dan sesuai peruntukannya? Jangan sibuk mengomentari kendaraan pribadi masyarakat,” sindirnya.

Baca juga:  Ketum BKN: Mundurnya KABAIS Bukti Tanggung Jawab Moral atas Kasus Andrie Yunus

Selain itu, Ifan menyoroti kondisi infrastruktur di Lebak yang masih perlu perhatian serius.

“Jalan raya di jantung kota Rangkasbitung saja ditambal pakai paving blok.”

“Masa paving blok bisa dikategorikan bahan K300? Seharusnya Bupati lebih fokus pada program kerja nyata, bukan mengurusi hal yang tidak penting,” ujarnya.

Publik Menunggu Respons Bupati

Bupati Lebak, Hasbi Asyidiki Jayabaya, memberikan komentar terkait pelat kendaraan pribadi dan menanyakan mengenai pajaknya. Komentar ini memicu kontroversi, terutama setelah seorang pengacara kondang di Lebak ikut terlibat dalam perdebatan tersebut.
Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya saat sertijab di Pendopo Bupati Lebak, Senin (3/3/2025). (Foto: Kompas.com)

Pernyataan Acep dan Ifan semakin mempertegas pertanyaan publik mengenai prioritas kerja Bupati Hasbi. Banyak warga Lebak yang kini menantikan bagaimana Bupati akan merespons kritik ini dan apakah ia akan lebih fokus pada pembangunan daerah.

Kejadian ini juga menjadi pengingat akan pentingnya etika dalam bermedia sosial, terutama bagi pejabat publik. Apakah Bupati Hasbi akan mengklarifikasi atau justru tetap dengan sikapnya? Masyarakat Lebak menunggu jawabannya.(*)

Sumber Berita: GPBB

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Tangerang Hadir di Paskah GKB Aletheia, Tegaskan Tak Ada Larangan Ibadah
Rakernis Bidkum 2026 Dibuka, Kapolda Banten Tekankan Hukum Harus Adaptif dan Berkeadilan
40 Negara Kompak “Perang” Vape, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Aset Amburadul & Pajak Menunggak, Pemda Ngada Bergerak!
Jembatan Merah Putih Presisi Dibangun Kilat, Target Rampung 2 Bulan!
Meter Air Buram dan Rusak Kini Bisa Diganti Gratis, Ini Caranya
Mahkamah Agung Menghentikan Diskriminasi Hukum Terhadap Hendra Lie, Gus Rofi : “Harusnya Korupsinya Di Usut”
Mengupas Rahasia Hidup Tenang, Komunitas RUBIK Hadirkan Kajian Bersama Ust Kiswoko Al Ghifari S.Pd

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 23:26 WIB

Bupati Tangerang Hadir di Paskah GKB Aletheia, Tegaskan Tak Ada Larangan Ibadah

Jumat, 24 April 2026 - 06:05 WIB

Rakernis Bidkum 2026 Dibuka, Kapolda Banten Tekankan Hukum Harus Adaptif dan Berkeadilan

Jumat, 24 April 2026 - 00:45 WIB

40 Negara Kompak “Perang” Vape, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Kamis, 23 April 2026 - 22:44 WIB

Aset Amburadul & Pajak Menunggak, Pemda Ngada Bergerak!

Rabu, 22 April 2026 - 13:31 WIB

Meter Air Buram dan Rusak Kini Bisa Diganti Gratis, Ini Caranya

Berita Terbaru

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Ngada Yohanes Ghae (tengah) didampingi jajaran perangkat daerah saat memberikan keterangan usai apel gabungan terkait penertiban aset dan kepatuhan pajak kendaraan dinas di halaman Kantor Bupati Ngada.

Nusantara

Aset Amburadul & Pajak Menunggak, Pemda Ngada Bergerak!

Kamis, 23 Apr 2026 - 22:44 WIB