Pemantauan Pembersihan Sampah Pasar Kemiri oleh LBH Swastika Advokasi Nusantara

Avatar photo

Jumat, 2 Mei 2025 - 14:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasar Kemiri berbenah dari kotor dan kumuh menjadi bersih pasca disorot pemberitaan sebuah media online yang berbasis di Kabupaten Tangerang, Banten (Foto: Acay/Metrosiar)

Pasar Kemiri berbenah dari kotor dan kumuh menjadi bersih pasca disorot pemberitaan sebuah media online yang berbasis di Kabupaten Tangerang, Banten (Foto: Acay/Metrosiar)

Metrosiar – Jay, Koordinator LBH Swastika Advokasi Nusantara Kabupaten Tangerang, melakukan monitoring langsung terhadap kegiatan pembersihan sampah di lingkungan Pasar Kemiri, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (2/5/25).

Pemantauan ini dilakukan karena dugaan penumpukan sampah yang tidak pernah dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sehingga menimbulkan bau menyengat di area pasar.

Pembersihan juga melibatkan petugas kebersihan, Satpol PP Kecamatan Kemiri, serta staf kecamatan, yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Camat Kemiri, H. Iman Bahlawi, SKM, M.Si. Hadir pula Plt Kasi Pol PP, Hilaman, S.H., serta Kasubag Fiqri Reza Putra, S.STP, Plt PM Angger, S.Kom., Mantri Pasar Burhan dan DLHK Kabupaten Tangerang.

Baca juga:  MTQ Ke-1 Desa Kemiri 2025, Kafilah Kejaroan 03 Teguhkan Komitmen Dukung Syiar Al-Qur’an

Jay menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi pasar yang kumuh dan minim perhatian dari pihak pengelola. Ia menilai tindakan baru dilakukan setelah adanya sorotan dan kritik dari pihaknya.

“Ini baru ditindak setelah ada pemberitaan. Padahal, selama ini para pedagang rutin dipungut biaya seperti uang sampah Rp2.000, pembersihan Rp2.000, keamanan Rp2.000, dan listrik Rp2.000 setiap harinya, belum termasuk uang parkir. Tapi kebersihan pasar sangat tidak terurus,” tegas Jay kepada Ahmad dari Metrosiar (2/5/25).

LBH Swastika pantau langsung pembersihan sampah di Pasar Kemiri, soroti pengelolaan buruk dan dugaan pungutan tanpa perbaikan layanan.
Pemantauan secara langsung terhadap aktivitas pembersihan sampah di area Pasar Kemiri, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang pasca diberitakan sebuah media online. (Foto: Ahmad/Metrosiar)

Ia juga mempertanyakan izin IPL (Izin Pengelolaan Lingkungan) dan menuding pengelola hanya mencari keuntungan tanpa memperhatikan kebersihan lingkungan pasar.

Sementara itu, Direktur Perumda Kabupaten Tangerang, Finny widiyanti, S.E., M.M., membantah seluruh sampah yang menumpuk berasal dari aktivitas pedagang pasar. Menurutnya, volume sampah tidak sebanding dengan jumlah pedagang yang ada.

Baca juga:  11 Ketua RT RW 011 Resmi Dilantik, Ini Harapan Besar dari Lurah!

Dalam pernyataannya yang dikutip dari Pelita.co, Funny menyatakan sebagian besar sampah disinyalir berasal dari pedagang liar di luar area pasar yang membuang sampah pada malam hari.

Namun, Jay menanggapi pernyataan tersebut tidak sepenuhnya benar.

“Pasar ada petugas keamanan baik siang maupun malam. Jadi tidak masuk akal jika sampah dibuang sembarangan tanpa diketahui,” katanya.

Pantauan ini diharapkan menjadi titik awal perbaikan serius terhadap sistem pengelolaan kebersihan di Pasar Kemiri, demi kenyamanan pedagang dan pengunjung pasar.(*)

Penulis : Jay Bastian

Editor : Ahmad

Sumber Berita: LBH Swastika Advokasi Nusantara

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indo Beauty Expo 2026 Jadi Langkah Strategis PT Pillars Cosmetiklon Indonesia Perluas Kemitraan Bisnis
Kapolres Baru Langsung Diuji! GMNI Ngada Tantang Berantas Dugaan Rokok Ilegal: “Jangan Sampai Hukum Tumpul ke Pelanggar”
Efisiensi Anggaran Tak Halangi Mimpi Anak Ngada! Strategi RB-BDN Gaet 15 Kampus, 464 Calon Mahasiswa Siap Kuliah dengan Beasiswa Miliaran Rupiah
Omoda & Jaecoo Optimis raih target 4000 SPK di GIIAS 2026, antusiasme konsumen terus meningkat
BAZNAS Kabupaten Tangerang Dukung Khitanan Massal dan Gebyar Bakti Sosial RW 05 Kutabaru
Viral! Kereta Nusantara Explorer Hadir dengan Kabin Hotel, Lounge Piano, dan Balkon VIP
JAECOO OMODA Tampil percaya diri di GIIAS 2026, minat Konsumen terus meningkat.
DP3AKKB Provinsi Banten: Gebyar Bakti Sosial RW 05 Kutabaru, Wujud Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Berbasis Masyarakat
Berita ini 56 kali dibaca
Jay, Koordinator LBH Swastika Advokasi Nusantara, memantau langsung kegiatan pembersihan sampah di Pasar Kemiri, Kabupaten Tangerang. Aksi ini dilakukan menyusul keluhan warga atas penumpukan sampah yang menimbulkan bau menyengat. Kegiatan melibatkan Satpol PP, staf kecamatan, dan DLHK. Jay menyoroti buruknya pengelolaan pasar dan pungutan rutin yang tidak dibarengi dengan perbaikan kebersihan. Pihak Perumda menyangkal sampah berasal dari pedagang pasar.

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:10 WIB

Indo Beauty Expo 2026 Jadi Langkah Strategis PT Pillars Cosmetiklon Indonesia Perluas Kemitraan Bisnis

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:08 WIB

Kapolres Baru Langsung Diuji! GMNI Ngada Tantang Berantas Dugaan Rokok Ilegal: “Jangan Sampai Hukum Tumpul ke Pelanggar”

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Efisiensi Anggaran Tak Halangi Mimpi Anak Ngada! Strategi RB-BDN Gaet 15 Kampus, 464 Calon Mahasiswa Siap Kuliah dengan Beasiswa Miliaran Rupiah

Senin, 3 Agustus 2026 - 11:17 WIB

Omoda & Jaecoo Optimis raih target 4000 SPK di GIIAS 2026, antusiasme konsumen terus meningkat

Senin, 3 Agustus 2026 - 06:05 WIB

Viral! Kereta Nusantara Explorer Hadir dengan Kabin Hotel, Lounge Piano, dan Balkon VIP

Berita Terbaru