Kritik Kepala Desa Srijaya atas Pembongkaran Bangunan Liar di Bekasi: Mengapa Canih Hermansyah Menyebut Dedi Mulyadi Otoriter?

Avatar photo

Sabtu, 15 Maret 2025 - 14:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Desa Srijaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Canih Hermansyah. (Foto via Kompas.com)

Kepala Desa Srijaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Canih Hermansyah. (Foto via Kompas.com)

Metrosiar – Kepala Desa Srijaya di Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Canih Hermansyah, meluapkan kekesalannya terhadap Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi

Kades itu menanggap Dedy Mulyadi tidak mengikuti prosedur yang benar dalam pembongkaran bangunan liar (bangli) di wilayah tersebut.

Pembongkaran yang berlangsung pada Jumat, 14 Maret 2025, terjadi di sepanjang bantaran Kali Sepak, anak dari Kali Bekasi.

Menurut Canih, pembongkaran tersebut dilakukan tanpa adanya surat teguran dan sosialisasi yang memadai.

“Seharusnya ini dijalankan sesuai dengan SOP, teguran pertama, kedua, ketiga, sosialisasi dulu, jangan seperti ini. Lah ini negara, bukan negara jajahan, kita sudah merdeka,” tegas Canih di lokasi kejadian seperti dikutip Metrosiar.com dari Kompas.com.

Kades Srijaya Sebut Gubernur Otoriter, Namun Tetap Dukung Pembangunan

Canih bahkan menyebut Gubernur Dedi sebagai seorang yang otoriter, menilai tindakan tersebut hanya menimbulkan kerusuhan di daerahnya.

“Lah kalau bikin ramai buat apaan, bikin keruh saja. Cuma Pak Gubernur itu menjalankan pemerintahannya seperti otoriter, mentang-mentang dia Gubernur tidak melihat keadaan,” ungkapnya.

Baca juga:  Dedi Mulyadi Gubernur Baru Jawa Barat, Langsung Tunjukkan Gebrakan di Hari Pertama Kerja: Copot Kepsek SMAN 6 Depok, Mengapa?

Meskipun mengkritik cara Gubernur Dedi dalam menjalankan kebijakan, Canih menegaskan ia tetap mendukung pembangunan daerah.

“Saya bukan tidak mendukung pembangunan daerah, bukan, saya mendukung. Tapi caranya yang salah. Bukan zaman penjajah ini,” imbuhnya.

Pembongkaran Bangli di Kali Sepak: Warga Kecewa Tidak Ada Sosialisasi

Pembongkaran bangunan liar ini dipimpin langsung oleh Gubernur Dedi Mulyadi bersama Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang.

Sebanyak 60 bangunan liar di bantaran Kali Sepak di Desa Srimukti dan Desa Srijaya dihancurkan dengan menggunakan alat berat ekskavator.

Warga yang selama ini tinggal di bangunan-bangunan tersebut harus merelakan tempat tinggal mereka dihancurkan.

Wana, seorang pedagang sate berusia 55 tahun yang memiliki bangunan liar, mengungkapkan kekecewaannya.

“Tanggal 10 April mau digusur habis Lebaran. Yang hari ini enggak tahu, lurah enggak tahu, camat enggak tau. Tahu-tahu hari ini,” kata Wana, yang tidak mendapat sosialisasi terkait pembongkaran mendadak ini.

Baca juga:  Dedi Mulyadi Tindak Praktik Pungli Kepada Calon Pekerja di Pabrik dan Dapat Apresiasi Kebijakan Pembebasan Pajak

Gubernur Dedi Mulyadi Cari Kepala Desa Canih Hermansyah, Terjadi Perubahan Sikap

Ketegangan antara Gubernur Dedi dan Canih sempat mencuat ketika Canih marah atas pembongkaran tersebut.

Dalam pertemuan selanjutnya, Dedi yang berbincang dengan warga di lokasi, menawarkan solusi dengan memberikan dana untuk pembangunan warung baru bagi mereka yang terdampak pembongkaran.

Mendengar penjelasan dan tawaran tersebut, sikap Canih pun berubah.

“Setuju kalau ada penggantian,” jawab Canih, yang sebelumnya mengkritik Dedi.

Ia kemudian menyatakan dukungannya terhadap program gubernur, meski Dedi menegaskan pembongkaran ini bukan merupakan program gubernurnya.

“Bukan program saya, program Bapak. Kan yang kebanjiran Bapak, bukan saya,” tegas Dedi, menanggapi perubahan sikap Kepala Desa Srijaya tersebut.(*)

Editor : Kun

Sumber Berita: Kompas

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lurah Kutabumi Dukung Penuh Lomba Posko Tiga Pilar Tingkat Polresta Tangerang 2026.
Polda Banten Terima Penghargaan atas Keberhasilan Angkutan Lebaran 2026.
Polda Banten Raih Penghargaan Bergengsi, Ini Rahasia Sukses Angkutan Lebaran 2026
Riung: Permata yang Masih Tersembunyi, Kaya Budaya dan Pariwisata tetapi Sepi Promosi
Riung Disiapkan Jadi Ikon Pariwisata Berkelanjutan Flores, BDN: Masyarakat Harus Jadi Pelaku Utama
Terungkap! Ratusan Vape Narkoba Beredar di Batam, Tiga Orang Diciduk BNN
Tengah Malam Disisir Polisi, Ini Hasil Patroli Serentak di Serang
Momen Haru Jelang Hari Bhayangkara, Kapolda Banten Sambangi Mantan Kapolda
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:12 WIB

Lurah Kutabumi Dukung Penuh Lomba Posko Tiga Pilar Tingkat Polresta Tangerang 2026.

Jumat, 19 Juni 2026 - 10:50 WIB

Polda Banten Terima Penghargaan atas Keberhasilan Angkutan Lebaran 2026.

Jumat, 19 Juni 2026 - 10:20 WIB

Polda Banten Raih Penghargaan Bergengsi, Ini Rahasia Sukses Angkutan Lebaran 2026

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:18 WIB

Riung: Permata yang Masih Tersembunyi, Kaya Budaya dan Pariwisata tetapi Sepi Promosi

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:25 WIB

Terungkap! Ratusan Vape Narkoba Beredar di Batam, Tiga Orang Diciduk BNN

Berita Terbaru

Internasional

Bentuk Penghormatan Terhadap Bendera Arab Saudi Pada Piala Dunia 2026

Kamis, 18 Jun 2026 - 14:50 WIB