Hadiri Wisuda STIPER FB Angkatan ke-2, Ketua DPRD Ngada Tekankan Pentingnya Jadi SDM Unggul

Avatar photo

Sabtu, 29 November 2025 - 16:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPRD Ngada, Romilus Juji. (Foto: Elfrat Frans Dhena)

Ketua DPRD Ngada, Romilus Juji. (Foto: Elfrat Frans Dhena)

Bajawa.Metrosiar- Ketua DPRD Ngada, Romilus Juji menekankan pentingnya menjadi SDM unggul dalam menatap dunia kerja. Dunia kerja menuntut ketangguhan, adaptasi, dan kemampuan mengubah ilmu menjadi solusi nyata.

Hal ini disampaikan Romi Juji ketika memberikan sambutan dalam Rapat Senat Terbuka Wisuda Sarjana Sekolah Tinggi Pertanian (STIPER) Flores Bajawa, di aula Patronat MBC Bajawa, Sabtu (29/11/25).

Politisi Partai Golkar ini mengatakan, seorang lulusan STIPER Flores Bajawa bukan hanya dituntut bisa menghitung produktivitas lahan, tetapi mampu memikirkan bagaimana petani kecil dapat meningkat kesejahteraannya.

Bukan hanya mampu mengidentifikasi jenis tanaman tetapi lanjut dia, mampu  memikirkan bagaimana teknologi pertanian modern bisa diadaptasikan pada kondisi lokal di Ngada. Bukan hanya memahami teori lingkungan, tetapi membela kelestarian hutan dan tanah sebagai bagian dari identitas masyarakat.

“Kalian adalah generasi yang membawa harapan. Harapan bahwa ilmu tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi menjadi realitas yang memperbaiki kehidupan banyak orang,” ungkapnya.

Sekretaris DPD Golkar Ngada ini juga mengingatkan kepada 41 winisuda STIPER FB bahwa pendidikan bukanlah sekedar mengejar gelar atau memenuhi kewajiban akademik, melainkan sebuah proses pembentukan karakter, kecerdasan dan kepakaan sosial. “Non Scholae, Sed Vitae Discimus” Kita belajar bukan untuk sekolah melainkan untuk hidup,” ucap Romi Juji mengaksentuasi ungkapan filsuf Stoik, Seneca.

Baca juga:  “Bowali Cup Meledak!” Ketua DPRD Ngada: Dari Lapangan Hijau, Lahir Mesin Baru Wisata Olahraga dan Ekonomi Rakyat

Pendidikan sejati kata dia, adalah pendidikan yang memampukan kita untuk menjawab tantangan hidup, berkontribusi bagi masyarakat dan menjadi manusia yang bermanfaat serta bermartabat.

“Hari ini bukan sekedar seremoni akademik; hari ini adalah pernyataan bahwa ilmu yang kalian pelajari selama bertahun-tahun di ruang kuliah, di laboratorium, dan di lapangan, kini harus bertransformasi menjadi bekal kehidupan, menjadi arah masa depan, dan menjadi kontribusi nyata bagi masyarakat,” tukasnya.

Romi menjelaskan, pendidikan hari ini berada dalam era yang berbeda dari generasi-generasi sebelumnya. Kita berada dalam arus besar perubahan yang ditandai dengan teknologi digital, kecerdasan buatan (AI), dan inovasi-inovasi yang berkembang begitu cepat.

Ketua STIPER Flores Bajawa, Nicolaus Noywuli ketika mengukuhkan salah seoarang Wisudawati di aula Patronat MBC Bajawa, Sabtu (29/11/25). (Foto: Elfrat Frans Dhena).

Di satu sisu kita menghadapi berbagai masalah semakin dalamnya ketergantungan pada teknologi, ancaman lunturnya nilai-nilai kemanusiaan jika lanjut dia, teknologi tidak diarahkan secara benar, dan kesenjangan akses digital yang masih menjadi tantangan di daerah-daerah seperti kita.

Namun kata Romi Juji, di sisi lain, pendidikan modern membawa berkat dan peluang besar, seperti; proses pembelajaran menjadi lebih fleksibel, kreatif dan terbuka; akses terhadap ilmu pengetahuan menjadi tak terbatas; riset pertanian, teknologi pangan, kehutanan dan lingkungan dapat dilakukan lebih cepat dan akurat; dan mahasiswa dapat belajar dari mana saja, bahkan terhubung dengan dunia global, tandas dia.

Baca juga:  Bupati Ngada Luncurkan Galeri Investasi Digital BEI STIPER FB

Kuncinya adalah tutur Romi, kemampuan kita menempatkan teknologi sebagai alat untuk memanusiakan manusia, bukan menggantikannya. Pendidik, mahasiswa, pemerintah dan masyarakat harus bersama-sama memastikan bahwa pendidikan tetap menjadi proses memerdekan, mencerdaskan, dan menumbuhkan karakter.

Tanggung Jawab Lembaga DPRD

Lebih lanjut Anggota DPRD dari Dapil Ngada III ini mengatakan, lembaga DPRD memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk mendukung pengembangan pendidikan di daerah ini melalui fungsi dan peran sebagai DPRD.

Fungsi dan peran itu dijalankan melalui; mendorong kebijakan anggaran yang berpihak pada peningkatan mutu pendidikan; mengawasi pelaksanaan program-program pendidikan agar tepat sasaran; mendukung pembangunan sarana prasarana pendidikan; serta memperkuat kerja sama antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi, termasuk STIPER FB dalam hal penelitian, pelatihan, pengabdian masyarakat, dan inovasi, pungkas Romi.

Lebih jauh, ia menyatakan bahwa STIPER Flores Bajawa adalah aset penting daerah. Kampus ini bukan hanya tenpat belajar, tetapi pusat lahirnya SDM unggul yang akan menjadi motor pembangunan pertanian, lingkungan, dan pangan di Ngada.

Karena itu kata dia, DPRD siap menjadi mitra strategis dan pendukung dalam pengembangan STIPER ke depan sembari berharap agar kampus ini terus menjadi ruang yang melahirkan generasi cerdas, berkarakter, inovatif, dan berakar kuat pada budaya dan nilai-nilai lokal.*

Editor : Frans Dhena

Sumber Berita: Metrosiar

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tapal Batas Ngada-Manggarai Timur Segera Dipatok, Pilar 1-4 Ditargetkan Terpasang Oktober
7.855 Rumah Rusak Akibat Gempa Ngada Masuk Tahap I, BNPB Segera Tindak Lanjuti
Gerindra DPR RI Gerak Cepat, Salurkan 10.000 Paket Sembako dan Selimut untuk Warga Terdampak Gempa NTT
Yunus Takandewa di Tengah Luka Gempa: Dari Beras, Telur hingga Kepedulian
Dojang Sapto Unjuk Keberanian di PORCAM Taekwondo Pasarkemis: Ajang Seleksi & Tryout POPDA 2028
545 Calon Jemaah Haji Jalani Tes Kebugaran dan Pemeriksaan Gratis
Kemenko Pangan Salurkan Rp1,2 Miliar, Korban Gempa Ngada Dapat Bantuan Tunai hingga Logistik
Naas! Minibus EB 1539 DI Terjun ke Jurang 50 Meter di Golewa Selatan, 2 Tewas
Berita ini 43 kali dibaca
Politisi Partai Golkar ini mengatakan, seorang lulusan STIPER Flores Bajawa bukan hanya dituntut bisa menghitung produktivitas lahan, tetapi mampu memikirkan bagaimana petani kecil dapat meningkat kesejahteraannya. Bukan hanya mampu mengidentifikasi jenis tanaman tetapi lanjut dia, mampu memikirkan bagaimana teknologi pertanian modern bisa diadaptasikan pada kondisi lokal di Ngada. Bukan hanya memahami teori lingkungan, tetapi membela kelestarian hutan dan tanah sebagai bagian dari identitas masyarakat.

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 20:29 WIB

Tapal Batas Ngada-Manggarai Timur Segera Dipatok, Pilar 1-4 Ditargetkan Terpasang Oktober

Selasa, 29 September 2026 - 17:16 WIB

7.855 Rumah Rusak Akibat Gempa Ngada Masuk Tahap I, BNPB Segera Tindak Lanjuti

Selasa, 29 September 2026 - 12:54 WIB

Gerindra DPR RI Gerak Cepat, Salurkan 10.000 Paket Sembako dan Selimut untuk Warga Terdampak Gempa NTT

Selasa, 29 September 2026 - 08:25 WIB

Yunus Takandewa di Tengah Luka Gempa: Dari Beras, Telur hingga Kepedulian

Minggu, 27 September 2026 - 23:37 WIB

Dojang Sapto Unjuk Keberanian di PORCAM Taekwondo Pasarkemis: Ajang Seleksi & Tryout POPDA 2028

Berita Terbaru

Religi

Umroh Sambil Dukung Timnas, Ini Kesempatan Langka!

Selasa, 29 Sep 2026 - 15:34 WIB

Foto udara kondisi perbaikan Jalan Bayur Sangego, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Provinsi Banten, Selasa (15/9/26). (Sumber : Dinas Kominfo Kota Tangerang) (NOVAN NANDA AJITA)

Bisnis & Investasi

Empat Jalan Tangerang Tuntas, Akses Warga Kembali Lancar

Selasa, 29 Sep 2026 - 13:19 WIB