Tangerang, Metrosiar – Suasana hangat menyelimuti kediaman Bapak Usman pasca insiden ambruknya hunian miliknya. Camat Kemiri, Rudi Hadikarsono, tampak hadir langsung di lokasi untuk meninjau keadaan. Momen ini menjadi sorotan lantaran sang pimpinan wilayah terlihat begitu karib dan menyatu dengan penduduk setempat, menunjukkan sisi humanis seorang pejabat publik yang tak berjarak dengan rakyatnya. Jumat pagi (20/04/26).
Langkah taktis segera diambil oleh otoritas kecamatan setelah menghimpun informasi dari warga melalui relawan, Tim Kampung Siaga Bencana (KSB), serta jajaran perangkat desa. Rudi memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kesigapan para sukarelawan yang dengan cepat memberikan bantuan awal di titik bencana.
“Pertama-tama, saya menghaturkan terima kasih kepada barisan relawan yang telah bertindak responsif. Di ambang perayaan Hari Raya ini, kami dari jajaran pemerintah kecamatan beserta staf desa meluangkan waktu menyambangi rumah Bapak Usman guna memantau situasi sekaligus merumuskan jalan keluar yang paling tepat. Cita-cita kami adalah agar seluruh masyarakat di wilayah ini bisa mengecap kehidupan yang terhormat dengan kediaman yang representatif,” tutur Rudi.
Di sisi lain, Kepala Desa Kemiri, Suhud, memaparkan bahwa posisi bangunan yang nahas tersebut berdiri di atas lahan milik desa. Hal inilah yang selama ini menjadi ganjalan administratif dalam mengusulkan skema bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) kepada pemerintah pusat maupun daerah.
“Khusus untuk kawasan RT 13 ini, sebagian memang merupakan aset tanah desa. Sebetulnya usulan renovasi sudah kami layangkan sejak lama, namun terbentur oleh regulasi status kepemilikan tanah. Kendati demikian, warga kami tetap memiliki hak yang sama untuk mendapatkan hunian yang sehat. Kami akan terus bersinergi dengan pihak kecamatan serta instansi terkait demi menemukan solusi yang berkeadilan,” urai Suhud.
Pihak pemerintah desa juga menegaskan komitmennya untuk bertanggung jawab penuh terhadap kesejahteraan warganya. Suhud berjanji akan mengerahkan upaya optimal agar keluarga yang terdampak musibah ini segera memperoleh santunan dan bantuan pembangunan yang dibutuhkan.
Menyikapi kendala administratif tersebut, Camat Kemiri memberikan angin segar dengan menjajaki opsi bantuan di luar dana APBD. Mengingat status lahan yang spesifik, ia berencana menggalang kekuatan sosial agar perbaikan rumah Bapak Usman tetap bisa terlaksana tanpa melanggar aturan anggaran formal.
“Untuk lokasi yang menempati tanah kas desa, kami akan menjalin komunikasi dengan para dermawan dan donatur agar proses pembangunan kembali dapat dilakukan secara komunal atau gotong royong. Sementara untuk alokasi bedah rumah dari anggaran resmi kecamatan, sudah kami petakan di beberapa titik lain dan akan segera dieksekusi pasca Lebaran nanti,” imbuh sang camat.
Rudi juga menyerukan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk menghidupkan kembali semangat kolektivitas dalam meringankan beban sesama. Ia meyakini bahwa musibah ini merupakan momentum untuk mempererat tali persaudaraan dan solidaritas antarwarga di Kecamatan Kemiri.
Dukungan pun mengalir dari elemen pemuda dan organisasi kemasyarakatan, salah satunya Ketua GRIB PAC Kemiri. Ia memuji langkah konkret dan empati yang ditunjukkan oleh camat dan kepala desa. Sementara itu, Bapak Usman selaku korban membenarkan bahwa perhatian dari pihak pemerintah dan relawan telah ia rasakan secara langsung, yang memberikan setitik harapan di tengah cobaan yang menimpanya.
Sumber Berita: Forum jurnalis Kemiri









