Bajawa.Metrosiar- Bupati Ngada Raymundus Bena turun langsung ke tengah warga terdampak gempa di Desa Bowali, Kecamatan Bajawa, Senin (17/8/2026).
Bersama Ketua TP PKK Ngada, pimpinan dan anggota DPRD, serta jajaran Forkopimda, Bupati menyambangi Kampung Ngusu dan Kampung Fui untuk memastikan kondisi warga sekaligus menyalurkan bantuan darurat.
Kunjungan tersebut menjadi bukti pemerintah tidak hanya bekerja dari balik meja. Bupati hadir langsung di lokasi terdampak, menemui warga yang rumahnya rusak dan menyerahkan bantuan bagi masyarakat yang tengah menghadapi situasi darurat pascagempa.
Di tengah permukiman warga, Bupati juga menghampiri masyarakat yang mengungsi, termasuk anak-anak dan para lanjut usia. Ia memberikan penguatan agar warga tidak panik, tetap tenang, namun terus meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.
“Untuk sekarang, data sementara yang kita terima ada sekitar 1.900 rumah yang rusak. Ini masih data sementara dan akan terus kita perbaiki,” jelas Bupati.
39 Rumah di Bowali Terdampak
Kepala Desa Bowali melaporkan, sementara terdapat 39 rumah warga yang mengalami kerusakan. Rinciannya, 22 rumah rusak berat, 10 rumah rusak sedang dan 7 rumah rusak ringan.
Data tersebut masih terus diverifikasi dan diperbarui untuk kemudian dilaporkan melalui pemerintah kecamatan serta Posko Bencana BPBD Kabupaten Ngada.
Angka kerusakan di Desa Bowali menjadi bagian dari dampak gempa yang lebih luas di Kabupaten Ngada. Pemerintah daerah sementara mencatat sekitar 1.900 rumah mengalami kerusakan di berbagai wilayah terdampak.
Namun, angka tersebut belum menjadi data final. Pemerintah masih melakukan pendataan dan verifikasi di lapangan untuk memastikan seluruh rumah dan warga terdampak tercatat secara akurat.
Bupati: Data Harus Akurat, Bantuan Jangan Salah Sasaran
Bupati Raymundus Bena menegaskan, pendataan menjadi salah satu kunci dalam penanganan pascabencana. Karena itu, pemerintah desa, kecamatan, BPBD dan jajaran terkait diminta terus memperbarui data kerusakan dan kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, data yang akurat akan menjadi dasar pemerintah dalam menentukan langkah penanganan, termasuk kebutuhan bantuan darurat maupun penanganan rumah warga yang mengalami kerusakan.
Pemerintah Kabupaten Ngada juga terus membangun koordinasi dengan pemerintah Provinsi NTT hingga pemerintah pusat agar penanganan dampak gempa dapat dilakukan secara terpadu.
“Pendataan harus dilakukan dengan cermat. Kita ingin seluruh masyarakat yang terdampak terdata dan kebutuhan mereka bisa ditangani dengan tepat,” tegasnya.
Warga Diminta Tetap Tenang dan Waspada
Dalam kunjungan tersebut, Bupati juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing kepanikan akibat informasi yang belum jelas terkait gempa susulan.
Warga diminta tetap berada dalam kondisi waspada, mengikuti arahan petugas dan memanfaatkan lokasi pengungsian yang telah disiapkan apabila kondisi tidak memungkinkan untuk kembali ke rumah.
Bantuan yang disalurkan di Kampung Ngusu dan Kampung Fui merupakan bagian dari respons darurat pemerintah terhadap masyarakat terdampak.
Pemerintah memastikan penanganan tidak berhenti pada penyaluran bantuan awal. Setelah proses pendataan dan verifikasi selesai, penanganan terhadap rumah warga yang rusak akan terus dikoordinasikan secara berjenjang, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah provinsi hingga pemerintah pusat.
Di tengah trauma dan kekhawatiran warga, kehadiran langsung pemerintah di lokasi bencana diharapkan menjadi penguat bagi masyarakat untuk menghadapi masa sulit dan perlahan bangkit dari dampak gempa.*










