Banjir Kembali Rendam Rumah Warga di Desa Lengkosambi Barat Daya, DPRD Minta Pemerintah Bergerak Cepat

Avatar photo

Selasa, 3 Februari 2026 - 07:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Ngada, Aleksander Yohanes

Anggota DPRD Ngada, Aleksander Yohanes "Sain" Songkares meminta Pemerintah Bergerak Cepat Atasi Banjir di Desa Lengkosambi Barat Daya. (Foto: Elfrat Frans Dhena)

Kabupaten Ngada-Metrosiar- Bencana banjir kembali melanda rumah-rumah warga di Desa Lengkosambi Barat Daya, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada. Banjir ini bukan kejadian baru, melainkan terjadi berulang selama bertahun-tahun, terutama saat intensitas hujan meningkat.

Warga mengaku sudah berulang kali melaporkan kejadian tersebut kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) maupun Pemerintah Daerah setiap kali banjir terjadi. Pemerintah juga telah sering melakukan survei dan peninjauan lapangan, namun hingga kini belum ada penanganan konkret yang mampu menghentikan banjir berulang.

Kondisi ini menuai sorotan dari Anggota DPRD Riung Raya, Alexander Yohanes Songkares dari Fraksi Golkar.

Baca juga:  Iptu Syaeful Syahri Pawas Polsek Pasar Kemis Pimpin Giat Patroli Gabungan Piket Fungsi Malam Hari Cegah 3C

Sain Songkares panggilan akrabnya, menilai pemerintah perlu menunjukkan kehadiran nyata di tengah masyarakat terdampak.

“Pemerintah mesti sigap, buka mata dan buka hati supaya bisa bergerak lebih cepat membantu masyarakat. Bencana ini sudah terjadi bertahun-tahun dan terus kami sampaikan,” tegasnya, Senin (02/2/26).

Ia mengingatkan, penanganan bencana tidak boleh terhambat oleh urusan kewenangan antar instansi maupun level pemerintahan.

“Tidak boleh ada alasan ini jalur provinsi, daerah, atau pusat. Prinsipnya, masyarakat Ngada harus merasa pemerintah sigap merespons dan hadir memberi solusi,” ujarnya.

Baca juga:  Desa Jadi Benteng Terakhir: BNN Ajak Kades Perangi Narkoba dari Akar Rumput

Lebih lanjut, Sain Songkares menyampaikan bahwa pihaknya bersama masyarakat telah secara konsisten menyuarakan persoalan banjir tersebut, namun belum mendapat jawaban yang memuaskan.

“Kita sudah terus menyampaikan hal ini. Semoga penyampaian ini menjadi yang terakhir, karena masyarakat butuh solusi, bukan sekadar survei,” ketus dia..

Masyarakat Desa Lengkosambi Barat Daya berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata dan berkelanjutan, baik melalui penanganan teknis aliran air, pembangunan infrastruktur pendukung, maupun kebijakan lintas sektor yang terkoordinasi, agar banjir tidak terus menjadi ancaman tahunan.*

Editor : Frans Dhena

Sumber Berita: Metrosiar

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rumah Zakat Bagikan 800 Masker di Stasiun Tangerang Pascaterjadinya Erupsi Gunung Krakatau
RDTR-KLHS Ngada Jangan Jadi Dokumen Mati, Ray Bena: Pembangunan Tak Boleh Korbankan Rakyat dan Lingkungan
Mendagri Pasang Target Percepatan Pemulihan Gempa Flores, Warga Diharapkan Natal di Rumah Sendiri
Kuasa Hukum ED Tegaskan Laporan Polisi Bukan Vonis: Tak Semua Pelapor Berakhir dengan Tersangka
Enam Gunung Api Erupsi Bersamaan, Driver Ojol Diminta Waspada
Anak Krakatau Kembali Erupsi, Ojol Diminta Waspada
Mahfuz Sidik Prediksi Perang Dingin Baru AS-Tiongkok dalam 5-15 Tahun
Ratna Jumila A.Md.Keb., Ingatkan Bahaya Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau bagi Kesehatan
Berita ini 187 kali dibaca
Ia mengingatkan, penanganan bencana tidak boleh terhambat oleh urusan kewenangan antar instansi maupun level pemerintahan. “Tidak boleh ada alasan ini jalur provinsi, daerah, atau pusat. Prinsipnya, masyarakat Ngada harus merasa pemerintah sigap merespons dan hadir memberi solusi,” ujarnya.

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 12:34 WIB

Rumah Zakat Bagikan 800 Masker di Stasiun Tangerang Pascaterjadinya Erupsi Gunung Krakatau

Rabu, 9 September 2026 - 11:52 WIB

RDTR-KLHS Ngada Jangan Jadi Dokumen Mati, Ray Bena: Pembangunan Tak Boleh Korbankan Rakyat dan Lingkungan

Rabu, 9 September 2026 - 11:15 WIB

Mendagri Pasang Target Percepatan Pemulihan Gempa Flores, Warga Diharapkan Natal di Rumah Sendiri

Selasa, 8 September 2026 - 08:47 WIB

Kuasa Hukum ED Tegaskan Laporan Polisi Bukan Vonis: Tak Semua Pelapor Berakhir dengan Tersangka

Senin, 7 September 2026 - 12:27 WIB

Enam Gunung Api Erupsi Bersamaan, Driver Ojol Diminta Waspada

Berita Terbaru

Hukum & Kriminal

Kasus Dugaan Penganiayaan Advokat di Bogor, Jadi Tersangka

Selasa, 8 Sep 2026 - 10:44 WIB