Kabupaten Ngada-Metrosiar- Bencana banjir kembali melanda rumah-rumah warga di Desa Lengkosambi Barat Daya, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada. Banjir ini bukan kejadian baru, melainkan terjadi berulang selama bertahun-tahun, terutama saat intensitas hujan meningkat.
Warga mengaku sudah berulang kali melaporkan kejadian tersebut kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) maupun Pemerintah Daerah setiap kali banjir terjadi. Pemerintah juga telah sering melakukan survei dan peninjauan lapangan, namun hingga kini belum ada penanganan konkret yang mampu menghentikan banjir berulang.
Kondisi ini menuai sorotan dari Anggota DPRD Riung Raya, Alexander Yohanes Songkares dari Fraksi Golkar.
Sain Songkares panggilan akrabnya, menilai pemerintah perlu menunjukkan kehadiran nyata di tengah masyarakat terdampak.
“Pemerintah mesti sigap, buka mata dan buka hati supaya bisa bergerak lebih cepat membantu masyarakat. Bencana ini sudah terjadi bertahun-tahun dan terus kami sampaikan,” tegasnya, Senin (02/2/26).
Ia mengingatkan, penanganan bencana tidak boleh terhambat oleh urusan kewenangan antar instansi maupun level pemerintahan.
“Tidak boleh ada alasan ini jalur provinsi, daerah, atau pusat. Prinsipnya, masyarakat Ngada harus merasa pemerintah sigap merespons dan hadir memberi solusi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sain Songkares menyampaikan bahwa pihaknya bersama masyarakat telah secara konsisten menyuarakan persoalan banjir tersebut, namun belum mendapat jawaban yang memuaskan.
“Kita sudah terus menyampaikan hal ini. Semoga penyampaian ini menjadi yang terakhir, karena masyarakat butuh solusi, bukan sekadar survei,” ketus dia..
Masyarakat Desa Lengkosambi Barat Daya berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata dan berkelanjutan, baik melalui penanganan teknis aliran air, pembangunan infrastruktur pendukung, maupun kebijakan lintas sektor yang terkoordinasi, agar banjir tidak terus menjadi ancaman tahunan.*
Editor : Frans Dhena
Sumber Berita: Metrosiar









