Sindiran Pedas Hercules ke Sutiyoso Picu Kontroversi: Ormas dan Premanisme Kembali Jadi Sorotan

Avatar photo

Rabu, 30 April 2025 - 22:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hercules (kiri) dan Sutiyoso (kanan) //Kolase Dok. Istimewa//

Hercules (kiri) dan Sutiyoso (kanan) //Kolase Dok. Istimewa//

Metrosiar – Pernyataan kontroversial Hercules Rosario de Marshall atau yang dikenal sebagai “preman tak bisa mati” kembali menyita perhatian publik.

Kali ini, sindiran tajamnya ditujukan kepada Purnawirawan Jenderal TNI Sutiyoso, yang dianggap telah menyinggung organisasi masyarakat (ormas) dalam sebuah wawancara.

Hercules, tokoh yang pernah menguasai kawasan Tanah Abang pada era 1980-an dan kini menjabat sebagai Ketua Umum DPP GRIB Jaya, meluapkan kemarahannya atas komentar Sutiyoso terkait revisi Undang-Undang Ormas.

GRIB Jaya sendiri adalah ormas yang ia dirikan pada tahun 2011 dan secara terang-terangan memberikan dukungan kepada pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024.

Dalam wawancara di kanal YouTube tvOneNews yang tayang Minggu (27/4/2025), Sutiyoso mengungkap pengalamannya selama menjabat sebagai Pangdam Jaya dan Gubernur DKI Jakarta.

Ia menyatakan sering berhadapan dengan ormas yang berperilaku seperti preman.

“Jadi waktu panglimapun sudah begitu, hiruk pikuknya ibu kota oleh aksi-aksi ormas yang menjelma jadi preman tukang palak, terutama di tempat-tempat hiburan,” ujar Sutiyoso.

Ia pun mendukung wacana revisi UU Ormas oleh Mendagri Tito Karnavian. Sutiyoso menyoroti cara berpakaian ormas yang menurutnya terlalu menyerupai militer.

Baca juga:  Penutupan Sementara Perguruan Pencak Silat Terumbu Banten: Macan Putih, Macan Barengos, dan Jalak Harupat

“Saya tidak nyaman melihat ormas berpakaian yang terkesan lebih tentara dari tentara,” ujarnya lagi.

Ia juga menyayangkan penggunaan atribut seperti baret merah khas Kopassus oleh ormas, “tahu-tahu dipakai ormas-ormas ini, kita sangat kecewa lah,” tambahnya.

Respons Hercules: “Mulutmu Sudah Bau Tanah”

Merespons ucapan tersebut, Hercules tak tinggal diam.

Saat menghadiri sidang Razman Nasution di Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada Selasa (29/4/2025), ia menyampaikan kemarahannya secara terbuka.

“Kaya Pak Sutiyoso itu ngapain, Pak Sutiyoso itu gak usahlah menyinggung ormas, sudahlah kalau saya bilang mulutmu sudah bau tanah. Gak usah nyinggung-nyinggung kita,” tegas Hercules.

Ia bahkan menyatakan secara lugas bahwa dirinya tidak takut dengan sosok Sutiyoso.

“Orang boleh takut sama Pak Sutiyoso, saya gak takut,” lanjutnya.

Ketegangan dengan Dedi Mulyadi dan Isu Premanisme

Di sisi lain, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga menyoroti isu premanisme, terutama setelah insiden pembakaran mobil polisi dan pengeroyokan anggota Satreskrim Polres Depok di Harjamukti, Cimanggis.

“Karena kita bicara premanisme bukan kelembagaannya, maka tindakan-tindakan premanisme yang dilakukan oleh siapa pun dan atas nama apa pun harus dilawan oleh negara,” kata Dedi (22/4/2025).

Baca juga:  Wagub Banten Ajak Jemaah Haji Kloter 47JKG Tangsel Luruskan Niat demi Raih Haji Mabrur

Dedi menekankan pentingnya pemisahan antara tindakan individu dan lembaga.

Ia menyatakan ormas tidak bisa secara otomatis disalahkan atas tindakan anggota mereka jika dilakukan secara personal.

GRIB Jaya Jabar Tantang Dedi Mulyadi Debat Soal Ormas

Pernyataan Dedi pun ditanggapi keras oleh Ketua GRIB Jaya Jawa Barat, Gabryel Alexander Etwiorry.

Ia menilai ucapan Dedi memperburuk citra ormas di mata publik dan menyesatkan.

Menurut Gabryel, GRIB Jaya adalah ormas yang memiliki AD/ART dan berbadan hukum, sehingga tindakan individu tidak bisa digeneralisasi sebagai representasi ormas.

Gabryel bahkan menantang Dedi Mulyadi untuk berdebat secara terbuka soal isu premanisme dan rencana pembentukan Satgas Pemberantasan Premanisme, sembari menyarankan agar Dedi juga membersihkan praktik serupa dari dalam birokrasi pemerintahan.

Kesimpulannya dalam Opini 

Konflik antara tokoh ormas, pejabat publik, dan mantan petinggi militer seperti Sutiyoso mencerminkan polemik yang lebih besar mengenai peran ormas dalam masyarakat dan batas antara legalitas serta premanisme.

Isu ini menjadi penting di tengah upaya negara menegakkan hukum secara adil dan menjaga keamanan nasional.(*)

Editor : Ndaya Coya Wodo

Sumber Berita: YouTube tvOne News

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkab Ngada dan BNI Teken PKS, Tata Kelola Dana Penanganan Gempa Flores Diperkuat
BNPB Siapkan Huntara dan Huntap, Data Valid Jadi Kunci Pemulihan Gempa Ngada
Gubernur Melki Turun ke Riung, Tegaskan Korban Gempa Flores Tak Boleh Kekurangan Makan hingga Tempat Aman
Pastikan Korban Gempa Tak Kelaparan, Wabup Ngada Tinjau Dapur Tanggap Bencana
Psychohologie sázení na Cocobet: Kompletní recenze online kasina
Как пройти верификацию аккаунта в казино Пинап KZ быстро и просто?
Pistolo Gunsmiths: Crafting Precision Weapons for Enthusiasts
Pistolo Gunsmiths: Crafting Precision Weapons for Enthusiasts
Berita ini 41 kali dibaca
Hercules, mantan preman yang kini memimpin ormas GRIB Jaya, melontarkan sindiran keras kepada Purnawirawan Jenderal TNI Sutiyoso terkait komentar tentang ormas yang dianggap bertindak seperti preman. Perseteruan ini mencuat bersamaan dengan kritik dari Dedi Mulyadi atas aksi kekerasan di Depok, serta respons keras dari GRIB Jaya Jabar yang menuding pernyataan Dedi memperburuk citra ormas.

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:13 WIB

Pemkab Ngada dan BNI Teken PKS, Tata Kelola Dana Penanganan Gempa Flores Diperkuat

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:46 WIB

BNPB Siapkan Huntara dan Huntap, Data Valid Jadi Kunci Pemulihan Gempa Ngada

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:36 WIB

Gubernur Melki Turun ke Riung, Tegaskan Korban Gempa Flores Tak Boleh Kekurangan Makan hingga Tempat Aman

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:11 WIB

Pastikan Korban Gempa Tak Kelaparan, Wabup Ngada Tinjau Dapur Tanggap Bencana

Minggu, 23 Agustus 2026 - 22:11 WIB

Как пройти верификацию аккаунта в казино Пинап KZ быстро и просто?

Berita Terbaru

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, saat menyampaikan arahan dalam sebuah pertemuan.

Peristiwa & Bencana

Karhutla Kalteng Anjlok: Dari 500 Ribu Jadi 7.000 Hektare

Senin, 24 Agu 2026 - 07:37 WIB